Tak Perlu Menjadi Orang Lain, Ini adalah Panggungmu!

- Advertisement - Pfrasa_F
(Ilustrator: Hemmi Nabilah Hasibuan)

Penulis: Putri Khairunniswa

Pernah tidak kamu merasa capek karena terus berusaha untuk memenuhi ekspektasi orang lain? Berusaha untuk menjadi orang lain, agar membuat mereka bahagia. Ini sering terjadi, jika mereka merasa tidak cukup dengan dirimu. Mungkin kamu tidak sadar, karena mula-mula kamu akan merasa ini hanyalah sebuah hal kecil. Namun, seiring waktu berlalu, kamu akan merasa lelah, karena kebahagiaan mendapatkan tempat untuk diterima hanyalah sesaat.

“Kok, aku beda, ya, dari yang dulu? Sekarang aku kurang bahagia, rasanya kok seperti jadi orang lain?” Pertanyaan yang mulai muncul di diri kamu saat ini.

Baca Juga: Iman, Benteng Kuat untuk Menjaga Kesehatan Mental

Ini adalah hidup kamu, panggung kamu, dan yang berhak untuk menjadi peran utamanya adalah kamu sendiri. Orang lain mungkin hanya menjadi peran pendamping, atau  bahkan hanya menjadi penonton saja. Apa yang mereka pikirkan tentangmu, apa yang mereka perbuat untukmu, kamu tidak akan bisa mengendalikannya. Mereka hanya asal bicara dari sudut pandang mereka. Sementara kamu, yang sedang berusaha mencari tempat untuk diterima tanpa sadar mulai kehilangan arah dan keaslian diri, karena berusaha memenuhi ekspektasi mereka. Apa yang mereka pikirkan dan katakan, mungkin mereka tidak sadar bahwa itu akan merusak dirimu dan membuat kamu terluka.

Kamu telalu sibuk mendengarkan ujaran orang lain, tanpa mau mendengarkan suara hati kecil kamu yang meminta untuk bahagia karena ingin diterima. Jika orang lain tidak bisa menerimamu, setidaknya pergi dan berusahalah untuk menerima dirimu sendiri. Setiap orang lain pasti ada sisi baik dan buruknya, bukan? Lalu, mengapa kamu berusaha untuk sempurna apalagi menjadi orang lain? Sementara pribadimu, sudah lebih dari cukup untuk damai. Jangan mengukur hidupmu dengan mistar orang lain. Kamu akan lelah. Apakah kamu mau, menjadi penonton di panggungmu sendiri? Terjebak dengan kisah yang ditulis asal orang lain.

Pada akhirnya, kamu akan sendiri. Menikmati kebahagiaan dengan dirimu yang sebenarnya akan membuatmu lebih nyaman, daripada melihat bahagianya orang lain yang tak pernah merasa cukup dengan dirimu. Faktanya membuat mereka bahagia, belum tentu mereka akan menetap di hidup kamu, dan belum tentu membuat mereka menghargai prosesmu. Orang yang tepat dan peduli denganmu akan merasa senang melihatmu bahagia, menerima segala kekurangan dan kelemahan yang ada pada dirimu.

Apapun itu, berusahalah untuk menerima diri sendiri. Mulailah untuk tidak peduli dengan perkataan orang lain, karena tidak semua yang mereka katakan benar dan sesuai dengan nilai kamu. Fokus dan  raihlah mimpi serta tujuan yang sudah kamu bangun. Kamu harus yakin dan terus berjuang untuk menggapainya.

Hal yang paling penting adalah di mana pun kamu berada, teruslah menerima diri sendiri dan pilihlah lingkungan yang benar-benar peduli denganmu. Lingkungan yang bangga dengan kelebihan dan menghargai kekuranganmu. Kamu berhak mendapatkan sesuatu yang lebih baik, tanpa mendengarkan ocehan orang yang belum mengenalmu.

Kamu berhak bahagia tanpa harus menjadi orang lain. Kamu adalah kamu, yang setiap peran yang dijalankan telah dipersiapkan istimewa sejak masih dalam kandungan. Jadi, berbahagialah dengan ikhlas, dan terimalah segala kekurangan yang ada. Sebaik-baiknya menerima diri sendiri adalah menerima apa yang Allah mau. Bersyukurlah selalu, dan terima dengan apa yang sudah ada. Kamu adalah yang terbaik sesuai dengan versimu. Kamu hebat. Kebenarannya adalah kita tidak akan pernah bisa membahagiakan semua orang.

Baca Juga: Hargai Dirimu, Berikan Apresiasi untuk Segala Pencapaianmu

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles