Oleh : Sugi Hartini*
Aku ini siapa? Yang jelas aku adalah manusia yang telah diciptakan oleh Sang Pencipta. Sok bersifat jagoan padahal lemah, bergaya modis tetapi dompet tipis, keras kepala namun sebenarnya dengan mudah membiarkan air mata jatuh ke pipi. Kesempurnaan yang dikejar hingga rela melanggar aturan-aturan dalam agama, berusaha tampil indah demi popularitas dan mengejar semunya dunia ini.
Aku ini siapa? Manusia seburuk-buruknya ibadah, yang memulai ibadah ketika bapak tua sedang berusaha keras berjalan menempuh jarak yang tak sedikit untuk mengumandangkan Azan. Sering berpura-pura tak peka dan acuh dalam genggaman dosa yang pernah dibuat. Sering menghibur diri dengan kesenangan dunia sedangkan ada pedoman agama yang mujarab menenangkan hati. Di saat aku mabuk dalam nafsu berkasih sayang dengan pasangan yang berharap nantinya berjodoh seakan dunia ini indah dan tak memikirkan sampai dimana nafas akan berhenti.
Aku ini siapa? Membantah jika banyak yang menasehati prihal kebaikan, padahal Tuhan telah berkata “Dan sesungguhnya kami telah menjelaskan berulang-ulang kepada manusia dalam Alquran ini dengan berbagai macam perumpamaan. Tetapi manusia adalah memang yang paling banyak membantah” (QS.Al-Khaf:54). Sang Pencipta sudah memperingati ku terkadang lupa dan sering melakukan hal yang sama.
Aku ini siapa? Manusia yang selau tergesa gesa, ketika berwudhu orang lain baru saja akan mengaliri air kesela jari jemarinya, sementara aku sudah terburu-buru untuk menyudahi wudhu. Merasa iri dengan bacaan shalat orang yang semakin lama semakin banyak hafalan yang diucapkan dalam shalat, sedangkan aku hanya mengulang surah Al-Ikhlas disetiap rakaatnya.
Dan tak henti bertanya aku ini siapa? Yang segera menyudahi kemesraan denganNya selepas Shalat, aku tak sadar kalau baru saja Tuhan ingin merengkuh pelukanNya kepadaku, namun dengan sigap aku menyudahinya. Aku manusia yang tidak tau diri yang selalu mengecewakan barisan para MalaikatNya padahal dengan tulus ikhlas menerbangkan dan mengantarkan doa-doaku pada langit-langit cintaMu.
Semakin jauh aku ini dari kata baik bahkan aku selalu mengeluh habis-habisan ketika setitik keringat menodai dahi ketika hawa panas merasuk ketika menjalani aktivitasku. Padahal aku tak menyadari keringat itu akan menjadi sungai disurgaku kelak. Ya…Tuhan sebodoh dan parahkah diri ku ini?
Aku selalu bangga ketika mendapat pujian, tetapi aku lalai untuk memujiNya. Berbeda saat aku tertimpa masalah, aku betah dan rela mengejar genggamanMu sejauh apapun itu dan dalam kondisi apapun seakan tak perduli bagaimana aku memperlakukanMu saat aku bahagia padahal sudah jelas rasa kebahagiaan itu pun adalah karunia yang Engkau berikan untuk ku.
Aku ini siapa? Ya…aku adalah manusia yang tidak sadar bahwa ada Akhirat yang menjadi penentu aku harus masuk ke Surga atau Neraka Nya. Peluk daku ya…Rabb ampuni segala perbuatan dan dosa ku, letakkan lah dunia ini ditangan ku jangan di hatiku, genggam tanganku dan tuntun aku agar selalu melangkah dijalanMu.
*Penulis adalah mahasiswa UIN Sumatera Utara, Jurusan Perbandingan Mazhab Fakultas Syariah dan Hukum semester III.

