
Penulis: Muhammad Rahman Hanif
Tindakan pencurian merupakan tindakan yang sedang marak saat ini, bahkan sudah ada sejak lama. Hal ini merupakan perbuatan kriminal dan dilarang oleh agama serta negara, tindakan ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor yang mendorong seseorang untuk melakukannya, baik karena terpaksa maupun sengaja.
Baca Juga: Gen Z Lemah! Bagaimana Faktanya?
Banyak orang yang hidup dalam kemiskinan ekstrem merasa terpaksa mencuri untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Ketika tidak ada sumber pendapatan yang mencukupi, pencurian bisa menjadi satu-satunya cara untuk bertahan hidup. Ketika seseorang tidak memiliki pekerjaan dan tidak ada cara lain untuk mendapatkan uang, mereka mungkin terpaksa mencuri demi menghidupi diri sendiri atau keluarganya.
Dalam situasi di mana anggota keluarga membutuhkan obat atau perawatan medis yang mendesak, dan dia tidak memiliki uang untuk membayarnya, dia mungkin merasa terpaksa mencuri. Faktor lain yaitu saat terjadi bencana alam seperti banjir, gempa bumi, atau kebakaran yang mengakibatkan kehilangan tempat tinggal dan harta benda, korban mungkin mencuri untuk memenuhi kebutuhan dasar untuk dapat menyambung hidupnya.
Tekanan di lingkungan dan sosial juga dapat membuat seseorang merasa dipaksa oleh keluarga atau teman untuk mencuri, demi mendapatkan uang atau barang yang dibutuhkan. Tumbuh atau hidup di lingkungan di mana pencurian dianggap sebagai norma atau cara bertahan hidup dapat membuat seseorang terpaksa mencuri.
Faktor kesengajaan juga tak luput menjadi faktor seseorang melakukan tindakan pencurian. Beberapa orang mencuri karena ingin cepat kaya atau memiliki barang-barang mewah tanpa harus bekerja keras dan berusaha. Keinginan untuk hidup mewah di luar kemampuan finansial mereka, dapat mendorong seseorang untuk mencuri demi mendapatkan barang yang ia inginkan dengan cara yang instan. Seseorang mungkin melakukan pencurian karena ingin diterima dalam kelompok tertentu, dan dia melakukan tindakan kriminal agar dapat di terima oleh lingkungan tersebut.
Hidup dalam lingkungan di mana pencurian dianggap sebagai hal yang biasa dapat membuat seseorang menganggap tindakan ini sebagai sesuatu yang wajar. Seseorang yang sudah terbiasa dengan kehidupan kriminal mungkin melihat pencurian sebagai cara yang mudah dan cepat untuk mendapatkan uang atau barang berharga. Mereka yang memiliki keterampilan khusus dalam melakukan pencurian mungkin merasa lebih mudah dan menguntungkan untuk mencuri daripada bekerja dan mencari uang secara halal.
Motivasi di balik tindakan pencurian bisa sangat bermacam bentuknya dan sering kali berasal dari situasi dan kondisi tertentu. Seseorang mungkin mencuri karena terpaksa oleh keadaan ekonomi atau sosial, sementara yang lain mungkin melakukannya secara sengaja karena dorongan pribadi atau lingkungan. Kita sebaiknya bisa memahami alasan di balik tindakan pencurian, dan kita bisa lebih cermat untuk mencegah dan mengurangi tindakan yang tidak terpuji tersebut. Namun, faktor-faktor tersebut tidak menjadi alasan bahwa tindakan pencurian adalah sesuatu yang lumrah dan bisa dimaklumi. Pencurian tetap perbuatan yang tidak terpuji serta merugikan orang lain.
Baca Juga: Kelalaian Orang Tua, Salah Satu Faktor Maraknya Pelecehan Terhadap Anak

