
Penulis: Syifa Diah Puspita
Kehidupan modern saat ini sering kali penuh dengan tekanan, tuntutan, dan ekspektasi yang tinggi. Dalam perjalanan menuju kesuksesan dan kebahagiaan, sering kali kamu tanpa sadar melakukan tindakan yang merugikan dirimu sendiri. Inilah beberapa perilaku yang mengindikasikan bahwa kamu sedang menghancurkan diri sendiri, beserta langkah-langkah untuk mengatasi situasi ini:
- Pola pikir negatif yang persisten: Kamu sering merasa tidak berharga, pesimis, atau meragukan kemampuan diri sendiri, itu bisa menjadi tanda adanya pola pikir yang merusak. Mengakui dan mencoba mengubah pola pikir negatif adalah langkah pertama untuk menghindari menghancurkan diri sendiri.
- Jadi orang yang “tidak enakan” atau people pleaser: Kamu susah untuk bilang “tidak”, malah seringnya bilang “iya” dan kamu tidak bisa nolak karena takut untuk mengecewakan orang lain, takut orang lain bakal jauhin kamu. Padahal, dibalik itu ada dirimu yang sebenarnya tersiksa dan capai. Stop, jadi orang tidak enakan.
- Menuntut diri sendiri untuk selalu sempurna: Di dunia ini tidak ada yang sempurna, ya, Sobat. Tuntutan kamu akan kesempurnaan atas semua yang kamu lakukan, hanya akan menjadi beban pikiran, kamu hanya akan tertekan jika tidak sempurna. Tidak mengapa, kalau kamu sesekali melakukan kesalahan, tidak selalu harus benar, tidak apa-apa juga kalau kamu gagal, tidak harus selalu berhasil.
- Pengabaian terhadap kesehatan fisik dan mental: Mengesampingkan kebutuhan fisik dan mental kamu dapat merusak kesejahteraan secara keseluruhan. Kebiasaan buruk seperti tidur yang tidak cukup, pola makan yang tidak sehat, dan kurangnya olahraga dapat merusak tubuh dan pikiran kamu.
- Isolasi sosial yang berkepanjangan: Mengisolasi diri dari hubungan sosial dapat meningkatkan risiko masalah mental seperti depresi dan kecemasan. Menjaga koneksi dengan teman dan keluarga penting untuk kesejahteraan emosional.
- Sering membandingkan diri dengan orang lain: Kamu sering merasa tidak sebaik orang lain, merasa tidak punya kelebihan apa pun, terus-terusan membandingkan diri dengan orang lain, apalagi ini ranahnya negatif, iya, kalau positif, jadi kamu bisa termotivasi. Ingat, ya, Sobat, struggle-nya orang itu berbeda-beda, start boleh sama tapi finish bisa jadi beda.
Baca Juga: Waspada! Penyakit Sifilis Kembali Membantai
Memangnya, dengan merendahkan diri kamu sendiri masalah bisa selesai? Memangnya dengan kamu jadi people pleaser orang tidak bakalan meninggalkan kamu? Tidak bakalan kecewa sama kamu? Jadi, kamu tidak perlu jadi people pleaser hanya untuk menyenangkan orang lain, tidak perlu juga ngebahagian orang lain sedangkan kamunya tidak bahagia sama sekali. Stop, menghancurkan diri kamu sendiri.
Masih banyak cara untuk berhenti menghancurkan diri sendiri, diantaranya:
- Berbicara dengan profesional: Jika Anda merasa cemas, depresi, atau kesulitan mengatasi tanda-tanda ini, mencari bantuan dari profesional kesehatan mental adalah langkah yang bijaksana.
- Cintai diri sendiri: Kamu sangat berhak untuk bahagia, berhak untuk memilih pilihanmu
- Percaya bahwa kegagalan dan ketidaksempurnaan adalah hal yang harus kamu lewati
- Kembangkan pikiran positif: Latih diri untuk mengenali pikiran negatif dan menggantinya dengan pikiran positif dan konstruktif
- Bangun dukungan sosial: Pertahankan hubungan dengan teman dan keluarga, dan pertimbangkan untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial yang Anda nikmati.
- Mencari hobi dan kegembiraan: Temukan kegiatan atau hobi yang memberikan kebahagiaan dan memberi Anda kesempatan untuk bersantai.
- Praktikkan kebiasaan sehat: Prioritaskan tidur yang cukup, makan makanan bergizi, dan lakukan olahraga secara teratur untuk mendukung kesehatan fisik dan mental.
Mari mulai menerapkan langkah-langkah ini, ya, Sobat. Penting untuk mengambil langkah-langkah kecil untuk mengatasi masalah ini dan memprioritaskan kesehatan fisik serta mental kamu.
Baca Juga: Mari Atasi “Homesick” dengan Cara Ini!
Editor: Kauria Rawia

