
Penulis: Rofitrah Fadli Sihombing
Merantau di kota orang bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, baik itu merantau karena bekerja, menuntut ilmu, dan lain sebagainya. Tuntutan-tuntutan pun berdatangan silih berganti, miisalnya, keuangan. Memasuki zaman yang modern ini, pasti ada hal yang ingin untuk dimiliki, termasuk bagi perantau yang sering dijuluki sebagai anak kos.
Baca Juga: Tiga Film yang Terinspirasi dari Siniar
Bagi anak kos, keuangan cukup menjadi beban pikiran. Beberapa barang pasti sangat dibutuhkan untuk menjadi hak milik. Belum lagi bagi anak kos yang sedang menuntut ilmu, keperluan untuk kegiatan belajar dan mengajar pun pasti harus dimiliki, seperti buku, alat tulis, tas, dan lainnya. Tak hanya itu, anak kos juga harus memikirkan makanan dan minuman yang pastinya memerlukan uang.
Bersyukurlah bagi yang mendapat transfer dari orang tua. Ya, walaupun terkadang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan bulanan. Bagaimana untuk yang sedang bekerja dan tidak mendapat kiriman?
Memang di masyarakat, uang menjadi atensi yang harus dimiliki. Semua akan pusing jika tidak memiliki uang, dan begitulah realitasnya. Begitu juga yang menyandang status sebagai “Anak kos”. Dalam sirkulasinya, di awal bulan mereka akan hidup mewah, lalu di tengah bulan sudah mulai bingung memikirkan hendak makan apa. Saat di akhir, mereka pun sudah berpasrah diri kepada Tuhan untuk sekedar rezeki makan.
Ini adalah sirkulasi yang tidak baik. Seharusnya, anak kos jangan berfoya-foya di awal bulan. Hidup hemat menjadi solusinya. Nah, ada beberapa tip bagi anak kos untuk menjaga keuangan tetap ada sampai akhir bulan, berikut tipnya.
- Hitung pengeluaran
Sebelum menerima uang, buatlah rancangan biaya untuk keperluan bulanan. Misal, dalam satu hari perlu apa saja, lalu dijumlahkan dengan hari-hari berikutnya. Hasil tersebut, harus disisihkan dari awal bulan untuk dipakai pada keperluan sehari-hari.
- Menabung di awal bulan
Saat menerima uang, jangan langsung pakai begitu saja. Setelah menyisihkan uang untuk harian, uang lebihnya ditabung sebagian untuk keperluan yang tidak terduga. Nah, selain itu juga uang lebihnya bisa dibelikan untuk barang-barang yang diinginkan nantinya.
- Memikirkan prioritas
Ingat, sebagai anak kos yang bertujuan untuk menuntut ilmu bahwa yang diperlukan adalah ilmunya. Hidup mewah memang menjadi impian, tapi kita harus introspeksi diri bahwa tujuan kita merantau di kota orang untuk menjadi sukses di masa depan, bukan untuk mementingkan gengsi, dan harus membeli barang ini dan itu.
Pilihlah hal-hal yang memang diperlukan, bukan hal yang diinginkan. Penuhi kebutuhan yang wajib terlebih dahulu, jika di akhir bulan uangnya berlebih, barulah bisa membeli hal-hal yang diinginkan tersebut. Namun, lebih disarankan uang lebih tersebut ditabung untuk kebutuhan bulan berikutnya.
- Membawa bekal
Jika berkegiatan sampai siang, pilihlah untuk membawa bekal sendiri. Membeli makanan siap saji di luar tentu lebih mahal daripada makanan yang dimasak sendiri. Ini bisa menjadi solusi untuk menghemat keuangan hingga akhir bulan.
- Membawa tumbler ke manapun
Daripada membeli air mineral kemasan, lebih baik membawa minuman sendiri dari kos melalui tumbler. Lebih hemat bagi anak kos untuk membawa minum sendiri daripada minum di luar. Selain menghemat uang, hal ini bisa melancarkan kesehatan, lo.
- Memanfaatkan fasilitas gratis
Sebagai anak kos, haruslah pintar-pintar untuk mengendalikan keuangan, salah satunya memakai fasilitas umum, seperti jaringan internet gratis di kantor, universitas, atau sekolah. Daripada membeli paket internet yang banyak, lebih baik gunakan internet gratis tersebut.
Nah, itu dia tip untuk menghemat keuangan bagi kamu si “Anak kos”. Ayo, gunakan uang untuk hal yang lebih bermanfaat. Jangan lupa pula untuk bersedekah agar rezeki senantiasa lancar.
Baca Juga: Kebaya Crop Top: Budaya Memudar, Modernitas Mengakar
Editor : Annisa

