
Detik-detik dimana pelaksanaan UAS (Ujian Akhir Semester) akan dihadapi oleh segenap mahasiswa UIN SU, sebagaimana yang telah diketahui bahwa pelaksanaanya apabila sudah terpenuhinya masa perkuliahan selama satu semester. Waktu dan tanggal sudah ditetapkan oleh pihak birokrat yaitu pada awal 2017 mendatang pada tanggal 04 Januari 2017.
Lazimnya seorang mahasiswa, sebagian dari mereka terkadang merasa cemas, stres, dan bahkan sampai mengigau saat tidur, sebab terlalu memikirkan UAS yang akan dihadapi. Seperti yang diutarakan oleh salah satu dosen Psikologi Belajar FITK (Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan). “Memang terkadang sebagian mahasiswa itu ketika mau menghadapi UAS (Ujian Akhir Semester) mereka terlalu takut sehingga menyebabkan stres, cemas, dan takut yang berlebihan sehingga ketika mereka tidur mereka sampai mengigau memikirkan UAS tersebut, dan saya pikir mahasiswa semestinya tidak harus seperti itu,” ungkap Dr. Aulia Marzuki. S.Pd.I, M.Ps.I.
Kemudian dia melanjutkan bahwa mahasiswa itu sebenarnya kenapa harus takut untuk menghadapi UAS. Kalau misalkan mahasiswa tersebut mengikuti prosedur yang sudah ada, dan belajar dengan baik pasti nilai yang didapat akan bagus. “Segala sesuatu itu tidak mesti harus ditakuti tapi harus dijalani dan ikuti prosedur yang sudah ada,” tambahnya.
Selanjutnya Aulia Marzuki mengatakan bahwa dalam menghadapi UAS, Islam juga telah mengajarkan beberapa hal dan tips, antara lain:
- Berusaha, yakni dalam Islam menghadapi ujian kita itu dituntut untuk berusaha bukan untuk memastikan, sebab ketika kita memastikan maka kita akan merasakan kecemasan dan ketakutan yang berlebihan. Jadi, saran saya jangan takut tapi cobalah untuk berusaha dengan cara membuat coret-coretan kecil disetiap materi yang telah diajarkan oleh dosen, dan buatlah kesimpulan pribadi dari setiap materi makalah yang telah dipresentase Dan itu menurut saya efektif untuk dilaksanakan.
- Belajar, yakni belajar dengan sungguh-sungguh ketika dosen menjelaskan materi dan mendengarkannya dengan baik serta cobalah untuk memahaminya. Dan jangan ketika mau menghadapi ujian mahasiswa baru membaca semua makalah yang dipresentasekan dan belajar materi yang diberikan dosen kepadanya, sehingga menyebabkan mahasiswa tersebut menjadi stres, sebab tidak adanya kesimpulan dan coret-coretan yang dibuatnya disetiap penjelasan dosen dan makalah.
- Jaga kesehatan, yakni ketika mahasiswa ingin menghadapi ujian, hal yang paling diperhatikan itu adalah kesehatan, sebab bagaimana pun kita belajar dengan baik tanpa memperhatikan kesehatan itu sama saja. Contohnya katika waktunya makan terkadang mahasiswa menunda hal tersebut, begitu juga ketika waktunya tidur malah digunakan untuk waktu belajar, sehingga menyebabkan kesehatan menjadi tidak baik dan akibatnya terkadang jawaban-jawaban yang diberikan mahasiswa tersebut menjadi abstrak dan imajinasi dan susah untuk dipahami.
- Berdoa, yakni apapun kegiatan yang kita lakukan tidak akan terlepas yang namanya usaha dan doa, sebab bagaimanapun usaha yang kita lakukan tanpa diiringi doa akan sia-sia.
Reporter : Fitriana
Editor : Nurul Farhana Marpaung

