
Oleh : Ibrahim
Berbicara tentang sosok yang setiap orang pasti memilikinya, walau terkadang mereka sering tak memperdulikannya. Seorang wanita tangguh yang rela mengorbankan nyawanya demi melahirkan seseorang yang dia harap kelak akan membawa berkah di hidup dan matinya. Seorang yang tidak lain adalah Ibu.
Ketika ibu jadi bahan suatu pembicaraan, pastilah tiada habis-habisnya. Saat terpandang sekilas olehku raut wajahnya, sontak mataku berkaca-kaca. Terbayang dalam benakku ingin membahagiakannya kelak di dunia dan akhirat. Disetiap doaku selalu menyebut namanya memohon agar ia selalu sehat dan tabah menghadapi segala cobaan. Aku tahu bahwa ibu yang paling utama mendoakanku di tiap sujudnya, di tiap langkah kakinya.
Pandangan setiap orang berbeda-beda tentang penilaian makna dari wanita tangguh. Aku berpendapat bahwa wanita tangguh yang ada di dunia adalah Ibu. Ya, bagiku dialah seorang wanita hebat nan tangguh yang pernah ku miliki. Walaupun aku sering membantah ucapannya, tapi aku selalu menyesalinya dalam setiap doaku. Kesal kepadanya itu pasti, karena setiap manusia pastilah memiliki emosi yang berbeda-beda. Namun di balik itu semua, pastilah kita selalu berupaya untuk menahan kesal itu dengan wajah tersenyum dalam doa.
Segala jasa yang ia korbankan demi anaknya, segala daya dan upanya yang ia berikan. Itu semua semata-mata hanya ingin membahagiakan anaknya. Kita sebagai anaknya tentu ingin membalas jasa-jasanya. Tapi tahukah kita, bahwa saja orang tua terutama ibu, jasanya tidak akan bisa kita balas dengan apapun. Dialah seorang yang paling utama yang harus kita hormati. Seperti seorang sahabat Rasulullah saw pernah berkata kepada Rasul saw. “Siapa orang pertama yang harus kita hormati ?”. Kemudian Rasul saw menjawab “Dia adalah Ibumu, Ibumu, Ibumu, kemudian Ayah mu.
Sudah Jelas, bahwa Ibulah orang yang paling utama yang harus kita hormati. Walau kita membantah perintahnya dengan ucapan “Ah” saja, Allah sangat murka kepada kita. Pelajaran yang patut kita ingat selalu bahwa, wanita tagguh yang harus kita patuhi, hormati, sayangi, adalah Ibu.

