Yuk, Kenali Lebih Lanjut Peran Teknologi Di Era SDGs Tahun 2030

- Advertisement - Pfrasa_F
(Desainer: Ad’dhan Dhita)

Penulis: Rodiatul Adawiyah Harahap dan Ad’dhan Dhita

Menurut dari beberapa sumber, berkelanjutan Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan merupakan rencana pembangunan global yang memiliki 17 tujuan dan 169 target yang saling bergantung, inklusif, terintegrasi, universal, atau “tidak ada yang tertingal.” Target tersebut memiliki jangka waktu pencapaian hingga tahun 2030. Berikut peringkat Indonesia menurut beberapa sumber, yaitu:

Baca Juga: Kenal Budaya dengan CERIA

  • Indonesia kini berada di peringkat 64 dari 120 negara di dunia untuk kualitas pendidikan, menurut hasil studi UNESCO.
  • Sementara itu, Indonesia menduduki peringkat 130 dari 199 negara pada tahun 2022 berdasarkan Indeks Pembangunan Pendidikan Indonesia.
  • Jika dibandingkan dengan pendidikan negara-negara ASEAN lainnya, Indonesia berada di peringkat 10 dari 11 negara ASEAN.
  • Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, hanya 0,001%. Artinya, dari 1.000 orang Indonesia, hanya 1 orang yang rajin membaca.
  • Berdasarkan PISA 2022, Indonesia berada pada peringkat 10 terbawah dalam kategori literasi membaca. Disimpulkan, Indonesia kini menempati peringkat 70 dari 80 negara dengan skor literasi membaca sebesar 359 poin.

Istilah “EdTech”, atau teknologi pendidikan merupakan teknologi yang mencakup semua hal yang memfasilitasi pendekatan pembelajaran inovatif, memperluas akses terhadap pendidikan, dan membantu pencapaian SDGs terkait pendidikan, khususnya tujuan ke-4, yang sangat menekankan pada pendidikan berkualitas tinggi untuk semua.

Teknologi juga merupakan proses yang rumit dan saling berhubungan yang didahului dengan prosedur analisis dan terkendali melalui koordinasi metodis. Teknologi bukanlah suatu nilai atau substansi. Namun sebaliknya, ini adalah sarana untuk ikut andil fungsi teknologi dalam membantu pendidik dan pelajar untuk meningkatkan standar pengajaran dan menjadikan pembelajaran lebih menarik. Teknik Guru yang menggunakan TIK atau Teknologi Informasi Komunikasi untuk pengajaran dengan perangkat keras dan perangkat lunak komputer merupakan bagian dari sistem pembelajaran yang ditawarkan

Beralih pada pendidikan, secara sederhana bahwa pendidikan diartikan oleh Sandrasyifa Ully dan Nugraheni sebagai proses pembelajaran yang membantu dalam memahami, menghargai, dan mendorong berpikir kritis pada orang lain. Pengalaman apa pun dianggap cukup formatif untuk mengubah pikiran, emosi, atau perilaku seseorang memenuhi syarat sebagai pengalaman pendidikan untuk merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, guru dapat menggunakan komputer, proyektor LCD, PowerPoint, film pembelajaran, dan internet. TIK dapat dimanfaatkan sebagai media dan sumber pembelajaran.

TIK dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran untuk salah satu dari tujuan utama, yaitu TIK adalah alat yang digunakan pendidik dan siswa untuk meningkatkan pembelajaran. Misalnya, mengembangkan bagan elemen, database, program adminitrasi kemahasiswaan, dosen, informasi kepegawaian, pencatatan keuangan, dan lain-lain. Karena itu, seiring perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknolgi (Iptek), diharapkan para pendidik akan mampu mengintegrasikan berbagai alat teknologi ke dalam kelas. Teknologi digital memiliki empat manfaat, berikut bagi pendidikan global:

  • Menjadi lebih mahir dalam belajar.
  • Mempermudah akses pembelajaran.
  • Informasinya lebih menarik.
  • Siswa lebih tertarik untuk terlibat dalam proses pembelajaran.

Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan media berbasis teknologi digital dapat memberikan dampak positif terhadap motivasi dan prestasi siswa. Jika siswa menerima pelatihan yang diperlukan, mereka mungkin lebih cenderung bereksperimen dengan pendekatan baru. Menurut Binhomran dan Altalhab, berikut ini peran SDGs:

  • Aksesibilitas Pendidikan Masyarakat.
  • Peningkatan Kualitas Pembelajaran.
  • Pelatihan Guru
  • Administrasi Pendidikan.

Oleh karena itu, teknologi informasi berperan penting dalam membantu pencapaian SDGs di bidang pendidikan, termasuk meningkatkan aksesibilitas, meningkatkan standar pengajaran, meningkatkan kualitas guru, dan memperlancar proses administrasi di bidang pendidikan mengutip pendapat Fauzi berseta rekannya.

Literasi digital menumbuhkan kreativitas dan minat yang tinggi sehingga berdampak pada tumbuh kembang anak yang sangat penting dalam perolehan pengetahuan. Literasi digital sendiri dapat dimasukkan sebagai media pembelajaran, maka kemajuan teknologi sangat membantu dalam upaya peningkatan literasi budaya.

Literasi digital dan integrasi teknologi dalam pendidikan merupakan langkah penting untuk menciptakan generasi yang kompeten, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks. Jadi, tunggu apalagi siap untuk mengahadapi SDGs?

Baca Juga: Loloh, Obat Tradisional yang Dapat Mencegah Penyakit Jantung

Editor        : Annisa 

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles