Bermain Sambil Belajar, Motivasi Anak Usia Dini

- Advertisement - Pfrasa_F
Foto : www.pexels.com
Foto : www.pexels.combelajaranak

Memberikan kasih sayang kepada anak merupakan bukti rasa tanggung jawab orang tua terhadap buah hatinya. Akan tetapi, kasih sayang yang berlebihan akan berdampak negatif terhadap perkembangan anak baik dari segi sifat, sosial dan lainnya. Sifat manja yang terlalu berlebih dan seiring berjalannya waktu akan menimbulkan rasa malas terhadap perkembangan anak untuk menjadi mandiri. Sehingga mengakibatkan anak takut untuk mencoba hal-hal yang baru dan terus berlangsung hingga anak dewasa.

Sebagai orang tua, memiliki tanggung jawab untuk membantu mengatasi dan memecahkan permasalahan yang dialami oleh anak pada usia pra sekolah, terkhusus dalam hal belajar. Dalam dunia belajar, pada umumnya anak malas untuk melakukan aktivitasnya. Hanya sebagian saja anak yang mau melakukan aktivitas belajar dengan baik dan tekun. Belajar bukanlah satu aktivitas yang menyenangkan. Dikarenakan belajar tidak seindah bermain. Belajar tak secantik barbie, tidak seindah bermain mobil-mobilan, tidak semanis rasa gulali, coklat dan selembut es krim.

Bagi anak, belajar merupakan aktivitas yang menjenuhkan belajar seperti monster dalam buku dongeng, dan bukan sesuatu yang menyenangkan. Sebagaimana yang terjadi pada anak usia pra sekolah yang cenderung lebih memilih dunia bermain daripada belajar dan lebih suka menghabiskan waktu mereka untuk bermain bersama temannya. Bermain sebenarnya bukanlah aktivitas yang buruk untuk dilakukan anak. Umumnya usia mereka memanglah usia bermain dan tidak akan pernah rela meninggalkan dunia mereka.

Belajar pada usia pra sekolah tidak harus secara akademik, teratur dan sistematis. Akan tetapi, anak dapat melakukan belajar sambil bermain, bercanda bahkan bercerita. Nah, sebagai orang tua bijak dalam memilih tempat pendidikan anak untuk usia pra sekolah sangat diutamakan. Dengan melihat karakter sekolah dari sikap para guru dalam menyambut anak di sekolah sebagai seorang guru yang seharusnya menciptakan ruangan yang tidak kaku, kondusif dan bersahabat. Serta memotivasi belajar dan mempelajari hal-hal yang baru.

Dengan dorongan serta motivasi yang sangat dibutuhkan bagi mereka yang harus diberikan secara totalitas dan tidak hanya sebatas ucapan saja tetapi dapat berupa sentuhan kasih sayang yang mampu membangkitkan semangat belajar anak. Peran orang tua yang sangat penting untuk membantu dan membentuk semangat yang tinggi bagi keperibadian anak.

Orang tua dan guru dapat bekerja sama menciptakan suatu ruang belajar yang menenangkan dan menciptakan permainan yang dapat memberikan tambahan pengetahuan untuk anak, yang diharapkan dalam suatu permainan. Disebabkan bermain bagi anak bukanlah hanya suatu kesenangan belaka, namun juga pembelajaran yang harus didapatkannya dalam dunia pertumbuhan di usia dini.

Penulis           : Nurhalimah

Editor             : Siti Arifahsyam

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles