
- Judul : Hidup Apa Adanya
- Penulis : Kim Suhyun
- Penerjemah : Presilia Prihastuti
- Penerbit : TransMedia Pustaka
- Tahun : 2020
- Genre : Self Improvement
- Jumlah Halaman : 296 halaman
- ISBN : 978-623-7100-29-4
Peresensi: Alya Azra Mutia Nasution
“Di dunia ini ada banyak orang yang mengejar keuntungan dan mempermainkan kekhawatiran kita. Jika tidak memiliki ketetapan dalam diri akan mudah tergoda. Jadi, buanglah jauh-jauh rasa khawatir yang selalu mengejar dirimu. Tidak perlu takut bahwa kehidupan yang kamu jalani dengan sungguh-sungguh ini tidak terlihat di mata orang lain. Tidak perlu takut tertinggal jauh dari orang-orang di lingkuganmu” -Kim Suhyun, halaman 138.
Buku ini merupakan terjemahan dari buku berbahasa Inggris. Buku yang merupakan karya keempatnya Kim Suhyun ini sempat menjadi best seller dengan peringkat satu di Korea Selatan. Selain itu, buku ini juga telah diterbitkan di Jepang, Taiwan, Tiongkok, Vietnam, Thailand, dan Indonesia.
Buku ini berisi motivasi dan hiburan untuk orang-orang yang masih bingung mencari versi terbaik dirinya. Buku ini mengajarkan kita untuk tidak merasa iri hati, tidak membenci orang lain, dan mencintai diri sendiri.
Baca Juga: The Visit 2015, Petualangan Horor yang Menegangkan di Balik Pintu Terlarang
Buku ini mengajak kita untuk mencintai diri sendiri tanpa mengharap validasi dan mudah terpengaruh orang lain. Buku ini juga membahas perihal insecure yang belakangan menjadi perbincangan hangat di kalangan anak muda. Kalau dilihat lagi, sebenarnya insecure kerap terjadi akibat intensitas penggunaan media sosial yang berlebih dan membuat kita sering membandingkan diri dengan orang lain. Pada bagian berikutnya, buku ini membahas tentang bagaimana caranya bersosialisasi lebih baik di masyarakat. Kemudian, buku ini juga membahas bagaimana cara kita menghadapi dunia dan menjalani hidup yang lebih baik.
Hidup Apa Adanya juga mengajarkan pembaca tentang banyaknya hal baru di luar sana yang belum diketahui dengan banyaknya pendapat ahli, baik itu dokter ataupun profesor. Buku ini juga disajikan dengan warna soft yang membuatnya terlihat elegan dan dibersamai dengan hiasan serta ilustrasi dalam buku yang sangat lucu dan menarik hingga membuat perasaan lebih menyenangkan saat membaca. Hampir setiap kalimat dalam beberapa bagian di buku ini mengandung unsur dorongan motivasi untuk pembaca.
Buku ini sangat cocok untuk kalangan remaja hingga dewasa sekalipun. Isinya mengajarkan untuk mencintai diri sendiri dan tetap pada pendirian sendiri, bukan mengikuti pendapat orang lain. Gaya penulisan pun patut diapresiasi, bahasanya mudah dipahami, tidak bertele-tele dan to the point. Buku ini telah membuat banyak pembacanya termotivasi untuk hidup lebih baik dengan apa adanya.
Kekurangan dari buku ini ialah ditemukannya beberapa istilah yang cukup sulit untuk diterjemahkan, yang mungkin sebelumnya juga tidak pernah terdengar. Hal ini membuat pembaca kebingungan memahami makna dari istilah tersebut akibat cukup sulit untuk dimengerti.
Beberapa kali, mungkin kita kesulitan menerima diri sendiri dengan sepenuhnya, hanya karena kita pernah gagal dan merasa terlalu banyak kekurangan. Menjalani hidup apa adanya bukan berarti menjalani hidup sesuka hati dengan membenarkan segala kesalahan.
Lewat buku ini, mari menerima diri sendiri lalu mulai cintai dirimu. Seperti inilah hidup, dunia yang kita lewati ini. Kita harus memiliki pandangan atau standar kebahagiaan kita sendiri agar tidak tersesat dalam pandangan atau standar yang dibuat oleh masyarakat.
Dari buku ini juga kita belajar bahwa penyakit mental kerap ada atas persepsi kita memandang sesuatu dalam hidup. Kita bisa memilih untuk memikirkan hal-hal baik agar terjadi atau sebaliknya, daripada memikirkan hal-hal yang kita takutkan dan tidak kita inginkan akan terjadi. Satu hal lagi yang didapatkan dari buku ini ialah kalimat, “Yang terpenting dalam hidup itu menemukan hal-hal yang tidak perlu dinilai dengan angka.”
Baca Juga: Mengulik Makna Lagu Diri – Tulus
Editor: Rika Wulandari

