HIV/AIDS Ada Obatnya

- Advertisement - Pfrasa_F

Oleh    : Dhanu Nugroho Susanto*

Hari HIV/AIDS sedunia diperingati setiap tanggal 1 Desember. Penyakit ini menular akibat seks bebas, luka, serta jarum suntik yang mengandung virus ganas dan mematikan. Hingga kini penyakit HIV/AIDS belum ditemukan obat untuk penyembuhannya, sehingga HIV/AIDS sangat mengancam kehidupan di dunia.

HIV/AIDS menurut penulis sendiri adalah penyakit yang diturunkan Allah, sebagai bentuk kemurkaan Allah kepada manusia yang tidak mau mengikuti perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Yang kita temui saat ini, kebanyakan manusia akan bersikap su’udzon apabila bertemu dengan ODHA (sebutan untuk orang yang terjangkit HIV/AIDS), dan beranggapan bahwa ODHA adalah orang yang tidak benar, suka gonta-ganti pasangan dan lain sebagainya.

Akan tetapi, jika merujuk kepada pemberitaan di berbagai media menunjukkan bahwa, korban-korban yang terjangkit virus HIV/AIDS bukan hanya orang dengan tingkah laku mereka yang tidak benar, orang yang taat beragama juga menjadi korban virus ini, bahkan anak-anak yang tidak berdosa juga menjadi imbasnya. Dari hasil data yang ada, lebih dari 500.000 anak-anak meninggal akibat virus tersebut.

Beberapa negara di dunia mengklaim pernikahan sesama jenis tidak lagi dianggap tabu, bahkan negara memperkuat pernikahan tersebut dengan peraturan undang-undang yang mengesahkan pernikahan sesama jenis. Lain halnya di Indonesia, pernikahan sesama jenis tidak diperbolehkan dan tidak sesuai dengan hukum di Indonesia. Tetapi, perilaku seks bebas yang tidak terikat hukum semakin marak terjadi di kalangan masyarakat, baik itu hubungan lawan jenis maupun sesama jenis. Hal ini tercermin dari masa Nabi Lut a.s. yang dijelaskan dalam firman Allah QS. al-A’raf ayat: 80-84.

“Dan (Kami juga telah mengutus) Lut (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelummu?” Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas. Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: “Usirlah mereka (Lut dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura menyucikan diri.”Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan). Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu”.

Dalam ayat di atas dijelaskan bahwa kaum Lut sangat bergelimpangan kemungkaran dan kejahatan, mereka lebih suka melakukan hal keji seperti laki-laki kawin dengan laki-laki dan mereka tidak suka kawin dengan perempuan. Sehingga Allah melaknat kaum tersebut dengan menghancurkan negeri mereka.

Allah telah melarang manusia melakukan perbuatan zina dan mengharamkan manusia untuk melakukan perbuatan yang mendekati zina. Tapi nyatanya, perbuatan zina malah banyak dilakukan, bahkan rutin setiap hari. Zina bahkan dipromosikan lewat media, tujuannya agar zina meluas dan merakyat. Nyaris program televisi tidak pernah berhenti mengajak manusia mendekati zina, setiap hari berita perzinaan ditayangkan, bukan merasa jijik, tapi malah bangga, dan menyaksikannya sambil tertawa-tawa.

Menilik perihal HIV/AIDS yang belum ada obatnya, hal ini bertentangan dengan hadis yang menegaskan bahwa Allah tidak menurunkan suatu penyakit melainkan Allah juga menciptakan obatnya. Hal ini merupakan jaminan dari Allah Swt. sebagaimana sebuah hadits menyebutkan:

Dari hadits Ziyad bin ‘Ilaqah bin Usamah bin Syuraik berkata, “Aku bersama Nabi Saw, ketika itu seorang Arab datang bertanya, “Ya Rasulullah, apakah kami diperintahkan untuk berobat?”, Nabi Saw. menjawab, “Ya, berobatlah wahai hamba-hamba Allah, sesungguhnya Allah tidak menurunkan penyakit kecuali menurunkan juga obatnya, kecuali satu penyakit.” “Penyakit apa itu?”, Nabi Saw menjawab, “Penyakit tua.” (HR Bukhari, Abu Daud,An-Nasa’i, Tirmizy, Ibnu Hazm dengan sanad yang shahih).

Dalam hal ini manusia tidak boleh sombong untuk tidak meyakini bahwa Allah menurunkan penyakit sebagai peringatan dan azab untuk manusia di dunia, ini diakibatkan kedegilan manusia itu sendiri. Jika kita menginginkan HIV/AIDS dapat disembuhkan dan menemukan obatnya, maka dekatkanlah diri kepada Allah, karena Allah telah menjamin bahwa tidak ada penyakit yang tidak ada obatnya. Jika mau obat, segeralah bertobat.

*Penulis adalah Mahasiwa UIN SU Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan jurusan Pendidikan Matematika semester V.

Editor             : Nurtiandriyani Simamora

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles