Kekuatan Net Working : Bersatu Perintah Islam

- Advertisement - Pfrasa_F

Oleh : Sri Wahyuni*

Dalam ilmu sosiologi manusia adalah makhluk zoon politicon. Artinya bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri dan selalu bergantung pada manusia lainnya. Hal ini juga berlaku dalam dunia kerja dan karir, terutama bagi seorang pebisnis. Dalam dunia kerja, jaringan dan relasi sangat dibutuhkan. Dewasa ini, banyak sekali sarjana yang menjadi sampah masyarakat karena disebabkan minimnya jaringan atau relasi mereka. Masalah ini disebabkan oleh beberapa faktor yang menjadi kelalaian mereka ketika masih di bangku kuliah. Banyak sekali mahasiswa yang apatis terhadap organisasi. Kuliah tidak dijadikan sebagai hak, tetapi kewajiban. Dan berorganisasi tidak dipandang sebagai wadah penyaluran ilmu dan bakat, tetapi dinilai sebagai penghambat proses perkuliahan. Faktanya, banyak sekali sarjana yang tidak siap pakai ditopang lagi dengan relasi yang sangat minim.

The Evolution Of Power

Perubahan yang menjadi kekuatan sebagai penunjang kesuksesan karir dikelompokkan menjadi empat periode. Pertama, kekuatan administrasi (1950-1960). Pada periode ini yang menjadi kekuatan dan penentu kesuksesan karir yang paling dominan adalah administrasi. Dengan administrasi yang baik seseorang akan lebih mudah meraih kesuksesan.

Kedua, kekuatan manajemen (1970-1980). Setelah kekuatan administrasi dalam menentukan kesuksesan karir bertahan selang sepuluh tahun, kemudian manajemen mengambil alih sebagai penentu kesuksesan karir. Kesuksesan seseorang tergantung bagaimana ia memanage atau mengatur serta menghandel dirinya mencapai sukses.

Ketiga, kekuatan kepemimpinan (1990-2000). Sama halnya dengan administrasi, kekuatan manajemen sebagai penentu kesuksesan karir hanya bertahan selang sepuluh tahun, kemudian beralih pada kekuatan kepemimpinan (leadership).

Keempat, kekuatan jaringan (2010-sekarang). Sejak tahun 2010 sampai sekarang ini kekuatan jaringan merupakan faktor penentu yang paling urgent dalam mencapai kesuksesan. Orang yang mempunyai jaringan dan relasi yang luas, akan lebih mudah meniti jenjang karirnya dengan cara bersatu untuk mencapai kemenangan.

Perubahan keempat inilah yang digambarkan dalam Al-Qur’anulkarim. Manusia dianjurkan untuk bersatu dalam hal apapun. Sungguh mulia agama Islam yang mengatur segala aspek kehidupan manusia. Bahkan sikap dalam bekerja pun diatur dalam agama yang paling sempurna, yaitu Islam. Perintah untuk bersatu ini dijelaskan dalam Alquran, “Atau apakah mereka mengatakan : “Kami adalah satu golongan yang bersatu yang pasti menang.” (Q.S Al-Qamar: 54)

Pengarahan Networking

Segala yang diperintahkan dalam Alquran pasti ada manfaatnya. Berikut manfaat atau pengarahan networking. Pertama, mencegah Kejahatan. Jaringan dibangun guna untuk bersatu. Dalam sebuah persatuan semua elemen di dalamnya wajib saling mengingatkan dan mencegah sebelum terjadi kejahatan karena orang yang curang itu akan terpinggirkan.

Kedua, Membaca Peringatan. Pepatah yang mengatakan “Perbedaan siapa kamu dan siapa yang kamu inginkan adalah apa yang kamu kerjakan” dapat dijadikan sebagai pengontrol sikap diri kita dalam bekerja. Peringatan yang terjadi pada orang-orang terdahulu hendaknya kita jadikan sebagai pedoman dan acuan untuk berhati-hati dan menjaga sikap baik kita dalam bekerja

Ketiga, Meng-Esakan Allah Swt. Jika seorang hamba sudah mengesakan penciptanya, otomatis dia akan menjauh dari kejahatan dan berupaya untuk memberdayakan jaringan sebagai wadah untuk saling mengingatkan.

Allah Swt Pemilik Langit Dan Bumi : Sarana Networking

Dengan hamparan bumi yang luas dan ditudungi langit yang begitu indah beserta isinya yang beraneka ragam dapat diberdayakan sebagai sarana networking. Selain sebagai sarana mencari ilmu, alam semesta juga merupakan sarana membangun jaringan untuk bersatu guna mencapai kesuksesan dan kemenangan. Alam semesta yang indah hendaknya dihiasi dengan persatuan yang indah pula, karena berhias itu tidak dilarang, ia bagian dari Islam yang indah sebagaimana bintang-bintang menghiasi langit. Seperti firman Allah Swt, “Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, yaitu bintang-bintang.” (QS. Ash–Shaaffaat: 6)

Kekuatan Saat Ini Ada Pada Networking

“Demi (rombongan) yang bershaf-shaf dengan sebenar-benarnya, dan demi (rombongan) yang melarang dengan sebenar-benarnya (dari perbuatan-perbuatan maksiat), dan demi (rombongan) yang membacakan pelajaran, Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Esa.” (Qs. Ash Shaaffaat : 1-4)

Ayat yang tertera di atas menjelaskan dan menganjurkan kita untuk bersatu dengan memperluas jaringan dan relasi dalam mencapai kesuksesan dan kemenangan. Dewasa ini, kekuatan yang sangat urgent ada pada networking. Memiliki ilmu yang banyak dan skill yang memadai tanpa networking maka tidak akan bisa tersalurkan. Karena networking merupakan wadah penyaluran ilmu dan skill.

Malaikat  juga mukmin sudah menyiapkan diri dalam satu barisan dalam pengabdian diri kepada Allah swt dan mereka bekerja dalam disiplin yang tinggi dan sesuai untuk segala waktu. Malaikat juga mukmin mencegah dan menggagalkan kejahatan dimanapun mereka menjumpainya. Pengabdian ini hanya bagi Allah Swt serta menyampaikan risalah-Nya kepada semua makhluk.

Alquran menggambarkan bentuk perintah kepada manusia untuk bersatu dalam melakukan apapun dengan mengibaratkan burung-burung yang terbang berombongan. Burung tidak akan terbang sendirian ketika ia mencari makan, dengan berombong-rombong akan lebih mudah mendapatkan makanan mereka. Sama halnya dengan manusia yang jika bersatu akan lebih mudah meraih  kesuksesan dan kemenangan.

Networking tidak bisa dibangun ketika kita membutuhkannya saja, seperti pepatah yang mengatakan “Gali lobang tutup lobang”. Tetapi networking dibangun jauh sebelum kita membutuhkannya. Orang-orang yang sukses di usia 40 tahun, adalah hasil dari ketekunan yang ia mulai di usia 18 tahun.

Di era globalisasi ini, banyak sekali yang bias kita gunakan dalam membangun networking. Di sinilah berperannya the power of social media, seperti facebook, twitter, blog, line, instagram, e-mail, dll.  Robert Kiyosaki, seorang pemikir dari Jepang mengatakan, “The richest people in the world look for and build NETWORK, everyone else looks for work”. Untuk mencapai kesuksesan dan kemenangan, hendaklah bersatu dengan membangun jaringan dan relasi sesuai yang dianjurkan oleh Islam. Dengan bersatu dapat terjauhkan dari kecurangan dan kejahatan.

*Penulis adalah mahasiswa UIN SU, Fakultas Dakwah dan Komunikasi jurusan Komunikasi Penyiaran Islam semester III.

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles