
Oleh : Sri Muliani*
Sering kita melihat seseorang melakukan sesuatu hal dengan senang, semangat, antusias, bahkan sampai tidak peduli dengan kaadaan sekitarnya. Mereka mengerjakan dengan fokus dan enjoy. Apa yang mempengaruhi mereka sehingga bisa semangat dan enjoy saat melakukan suatu pekerjaan? jawabannya adalah passion.
Kebanyakan orang mengartikan secara sempit makna dari passion hanya sebuah kesenangan atau kecintaan terhadap suatu hal tapi melupakan sisi makna. Memang cara yang sederhana untuk mengetahui apa passion yang kita miliki adalah melalui kegiatan yang sering kita lakukan atau hobi yang kita senangi. Hobi atau kesenangan itu pada dasarnya memberikan sinyal atau indikasi, apa sebenarnya passion yang dimiliki. Namun sayangnya selama ini hobi dilakukan hanya sebatas ‘untuk kesenangan saja’ tanpa ada kebutuhan untuk jadi lebih baik dan piawai dengan hobi yang dijalaninya.
Passion “enjoy do it” dan dilakukan untuk jadi lebih baik. Passion itu sudah ada dalam diri setiap orang dan bisa dilihat ketika masih kecil seperti bermain menyusun lego, senang melakukannya walaupun hanya sendiri atau ketika buka majalah ada rubrik yang lebih dahulu dibaca dari pada yang lain.
Agar hobi atau sesuatu hal yang senang kita lakukan itu bisa disebut dengan passion, maka hobi harus ditransformasikan menjadi sesuatu yang produktif dan dilakukan dengan piawai. Sebab tanpa karya yang produktif maka hobi “tetap akan menjadi hobi”. Jika suka fotografi atau menulis tidak ada artinya jika tidak melalui proses untuk jadi piawai dan menghasilkan suatu karya.
Passion adalah kombinasi antara kenikmatan, makna dan perasaan atau dalam bahasa inggrisnya combinaton pleasure, meaning dan emotion. Pleasure dalam hal ini adalah kenikmatan bagi panca indra. Meaning berhubungan dengan kepecayaan dan emotion dalam hal ini adalah perasaan kita dalam menjalaninya.
Hobi atau sesuatu hal yang disukai alias passion tidak berupa kenikmatan saja tapi perlu kombinasi makna dan perasaan. Dan setiap yang dilakukan itu tidak ada artinya jika tidak bermakna dan tak dapat diaplikasikan. Banyaknya kegiatan yang senang kita jalaninya atau banyaknya hobi yang kita sukai terkadang membuat kita ragu, apakah ini sekedar hobi atau passion?
Salah satu hal yang dilakukan itu bisa menjadi passion jika hal yang kamu lakukan itu memiliki arti dan dapat dibuktikan dengan produktfitas melalui proses untuk jadi piawai. Passion itu perlu jujur, berani dan peduli.
Namun jika seseorang merasa bosan dengan hal yang dilakukannya itu dan tidak menemukan passion–nya pada hal tersebut maka ia harus lebih banyak untuk mencoba hal-hal yang baru dan lebih banyak untuk mengexplor kemampuan diri. Jika tetap bertahan maka akan berdampak pada dirinya sendiri seperti semangatnya mulai menurun dan bisa juga berdampak pada tempat di mana dia berada. Orang lain hanya bisa memberikan alasan untuk berubah menjadi baik dan menyarankan untuk mencari tempat-tempat baru agar bisa menemukan passion-nya. Tapi pilihan untuk melakukannya kembali pada diri sendiri.
Passion bisa berawal dari hal yang disukai atau dari hal yang tidak disukai. Jika melakukannya secara terus menerus maka akan menjadi mahir dan bisa menjadi passion. Passion tidak bisa muncul dengan sendirinya tapi harus ditemukan melalui proses.
Passion adalah sebuah kendaraan untuk mencapai tujuan tapi tidak menjadi hal yang utama untuk sebuah kesuksesan karena ada unsur lain di dalamnya seperti percaya diri, kerja keras dan managemen waktu yang baik dan lain sebagainya.
Dengan passion jalan menuju tujuan akan semakin terbuka. Bila kita telah menemukan passion kita siapkanlah target dan segera evaluasi apa yang telah dilakukan selanjutnya bersiaplah untuk berubah dengan menjalani kehidupan dengan penuh semangat.

