Kita Bisa Menjadi Seperti Apa Yang Kita Cita-Citakan

- Advertisement - Pfrasa_F

sukses-atau-gagal

Oleh   : Ahmad Faizul Anwar*

Banyak orang takut membuat cita-cita, ia terbelenggu dengan kondisi dirinya, lingkungan, orang-orang terdekatnya serta pengalaman hidupnya. Akhirnya ia hidup mengalir begitu saja tanpa cita-cita.

Cita-cita merupakan kumpulan keinginan-keinginan yang disusun sedemikian rupa, sehingga menjadi sebuah drama dalam diri kita di masa mendatang, sebuah mimpi masa depan. Mungkin itu sebabnya orang Barat menyebutnya sebagai dream (mimpi).

Makin jelas sebuah mimpi, maka semakin mudah pula membayangkan bagaimana cara untuk meraihnya, dan semakin mudah pula mimpi itu menjadi kenyataan. Bahkan, kita bisa menggambarkan bagaimana tahap-tahap mencapai impian tersebut. Setiap tahap disusun dan direncanakan, kapan tahap pertama akan dicapai dan kapan tahap-tahap berikutnya akan terlaksana hingga akhirnya impian itu menjadi kenyataan.

Mimpi yang tervisualisasi dengan jelas, dalam dunia profesional disebut sebagai Vision, dan bagaimana cara meraihnya sering disebut sebagai mission, serta kepastian tahapan-tahapan yang akan dilakukan sering disebut sebagai Strategic Planning.

Cita-cita atau mimpi yang diyakini sepenuh hati bisa melahirkan berbagai potensi kekuatan dari dalam diri. Pola pikir, sikap, keberanian, komitmen, perencanaan, tindakan yang konsisten, kesabaran, keteguhan, merupakan potensi yang mendukung kita untuk meraih cita-cita. Semua potensi itu tidak akan keluar jika kita tidak punya cita-cita.

Cita-cita juga menumbuhkan harapan dan doa. Doa merupakan potensi yang luar biasa untuk meraih cita-cita. Dalam Alquran disebutkan, “Mintalah kepada-Ku (Allah) niscaya Kuperkenan”.

Orang-orang Sukses Punya Cita-cita yang Jelas

Setiap manusia punya keinginan. Keinginan itulah yang menjadi motif dari setiap tindakan. Keinginan bisa jangka pendek namun bisa juga dalam jangka panjang. Keinginan-keinginan jangka pendek melahirkan tindakan-tindakan spontan, sedangkan keinginan-keinginan jangka panjang melahirkan tindakan-tindakan terencana. Keinginan-keinginan jangka panjang itulah yang disebut dengan cita-cita.

Orang-orang sukses mempunyai cita-cita yang jelas. Aktifitas hidupnya terencana, ingin menjadi apa lima tahun mendatang, kemudian apa yang harus dilakukan minggu depan bulan depan, dan  tahun depan. Terlepas dari berhasil atau tidak, berbagai kegiatan dan aktifitas sudah terprogram untuk menuju tujuan tertentu yang mereka sebut sebagai cita-cita.

Sebaliknya, banyak orang cita-citanya kabur atau bahkan tidak punya cita-cita sama sekali. Bagi mereka hidup ini mengalir begitu saja, tidak tahu harus melakukan apa tahun depan, atau bulan depan. Bahkan yang lebih parah minggu depan pun tidak tahu apa yang akan dilakukan. Hal ini menjadi paradigma sebagian besar dari kita.

Kita Bisa Menjadi Seperti Apa yang Kita Cita-citakan

Rhonda Byrne, penulis buku The Secret, Michael J. Losier, penulis buku The law Of Atraction, mengatakan bahwa apa yang kita inginkan, kemudian kita bayangkan dalam benak kita dengan segenap perhatian dan energi, maka hal tersebut akan menjadi kenyataan dalam hidup kita. Andre Wongso, motivator terkenal Indonesia, mengatakan “Anda bisa menjadi seperti apa yang Anda inginkan”. Muhammad Rasulullah menyampaikan bahwa Tuhan berfirman, “Aku mengikuti sangkaan hamba-Ku, jika sangkaanya baik maka baiklah baginya, jika sangkaanya buruk maka buruklah baginya”. Kalau kita berprasangka bahwa Tuhan akan menjadikan kita orang yang berhasil, maka Tuhan akan menjadikan  kita berhasil.

Ketika kita menginginkan sesuatu dengan keinginan yang kuat dan disertai  dengan keyakinan, maka otak kita akan berusaha mencari solusi-solusi kreatif bagaimana cara memperolehnya. Demikian pula jika kita mengimpikan sesuatu, maka otak kita akan berusaha mencari solusi-solusi bagaimana cara mencapainya. Di bawah ini adalah sebuah ilustrasi yang berkaitan dengan keinginan kuat dan memunculkan solusi-solusi kreatif.

Sepasang suami istri pulang dari perjalanan jauh dan mereka haus, sesampainya di rumah, sang suami langsung membuka kulkas, dan membayangkan betapa nikmat dia minum pepsi dingin dari dalam kulkas. Kemudian mencari pembuka botol, ternyata tidak ditemukan. Dicarilah cara lain, dicungkilnya tutup botol tersebut dengan sudut pinggiran tembok dapur, ternyata malah temboknya yang cuil dan botol tidak berhasil terbuka. Dicobanya lagi dengan ujung pisau, tidak berhasil juga, sang suami tidak berputus asa lalu mencari gunting   untuk melubanginya. Namun gunting pun tidak ditemukan, paku pun boleh. Ia berupaya semaksimal mungkin untuk membuka botol tersebut dan akhirnya dengan batu dan paku dia bisa menikmati pepsi seperti yang  ia cita-citakan.

Istrinya juga penggemar pepsi, namun melihat perjuangan suaminya ia mengatakan, “Ah,  bukan pepsi juga nggak apa-apa, air juga cukup nikmat untuk menghalau dahaga”. Istrinya ini punya pilihan lain baginya air sudah cukup, tidak harus berjuang demikian berat untuk membuka botol.

Dalam bercita-cita, kita diberi banyak pilihan, bebas memilih, benar-benar bebas memilih. Boleh menjadi kaya, menjadi ilmuwan, menjadi terkenal, bermanfaat untuk orang banyak, atau ingin menjadi orang biasa saja. Cita-cita adalah sebuah pilihan hidup, kita hanya merancangnya kemudian percayakan kepada Allah,  maka Allahlah yang akan menunjukkan jalannya. Masalahnya,sekarang banyak orang tidak punya cita-cita. Jika tidak punya cita-cita, hidup kita tidak ada yang berubah, kecuali menjadi tua, sakit dan mati tak berarti. Tanpa pernah ada yang mencatat keberadaan kita di dunia.

Buatlah Cita-cita, Percayakan pada Allah

Beranilah bercita-cita, buatlah cita-cita dan kemudian serahkan kepada Allah. Yakinlah kepada-Nya, karena Allah telah berfirman “…Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, dan siapa yang mengikuti perintahnya niscaya selalu dibukakan jalan keluar”. Dalam ayat yang lain disebutkan, “Barang siapa yang berserah diri kepada Allah, maka Allah akan mencukupi kebutuhannya”.

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles