Lindungi Paus Untuk Masa Depan

- Advertisement - Pfrasa_F

Oleh    : Dhanu Nugroho Susanto*

Paus merupakan hewan mamalia yang hidup di laut. Hewan yang bernapas menggunakan paru-paru ini mempunyai beragam jenis bentuk, serta memiliki ukuran tubuh yang sangat besar. Kebiasaannya yang nomaden, membuat manusia tidak bisa menentukan secara pasti dimana keberadaan paus. Meningkatnya perburuan liar membuat populasi paus semakin menurun, perlu kesadaran untuk melindungi populasi paus agar tidak punah. Menurut peneliti Indonesia, satu per tiga paus yang ada di dunia berada di kelautan Indonesia, dengan bebagai jenis dan bentuk paus.

Dengan populasi paus yang semakin menurun, mengingat paus adalah hewan dengan gizi tinggi, serta menjadi sumber protein yang kemudian diburu secara illegal dengan cara yang kejam, maka perlu adanya penanganan dan perlindungan lebih dari pemerintah.

Seperti halnya di bagian timur Indonesia seperti NTT (Nusa Tenggara Timur), Ambon, Maluku dan Papua, memburu paus merupakan tradisi masyarakat pesisir pantai sebagai makanan pokok masyarakatnya. Pemerintah harus tanggap mengenai hal tersebut, dengan mengontrol aktivitas masyarakat pesisir pantai untuk tidak memburu paus seenaknya.

Negara Jepang merupakan negara yang identik dengan perburuan ikan paus. Memburu ikan paus merupakan budaya masyarakat Jepang sejak dulu, mereka mengonsumsi ikan paus sebagai sumber protein. Bahkan akhir-akhir ini, masyarakat Jepang juga mendukung perburuan ikan paus. Mereka memburu ikan paus dengan alasan penelitian ilmiah, walaupun akhirnya dijual di toko maupun restoran di Jepang. Masalah ini mendapat kecaman dari pemerhati mamalia. Sebab jika hal tersebut terus dilakukan, maka populasi paus akan menurun.

Sama halnya dengan budaya masyarakat di kepulauan Nusa Tenggara Timur. Memburu paus merupakan mata pencarian masyarakat daerah tersebut. Mereka memburu ikan paus menggunakan tombak yang terbuat dari bambu. Hal ini membutuhkan nyali yang besar untuk melakukannya. Tetapi masyarakat tidak membunuh ikan paus jenis paus biru, karena dipercaya paus biru merupakan penyelamat dari leluhurnya.

Setelah mendapatkan ikan paus, dagingnya dibagi-bagikan kepada masyarakat sekitar untuk makanan sehari-hari. Pengawas kelautan NTT sudah mengetahui kegiatan masyarakat ini, mereka berburu untuk kebutuhan masyarakatnya, selain itu mereka tidak berlebihan dalam memburu paus. Selain diburu, ikan paus juga sering terdampat di tepi pantai, salah satunya di pesisir pantai Kupang NTT. Ada yang berpendapat bahwa paus tersebut terseret ombak laut, dan ada juga yang mengaitkan dengan mitos-mitos nenek moyang terdahulu.

Dalam mengatasi masalah ini, pemerintah diharapkan lebih proaktif dalam melindungi populasi ikan paus, dan lebih intens mengontrol masyarakat yang berburu di laut. Masyarakat juga seharusnya lebih sadar dan peduli untuk tidak terus menerus memburu paus. Kita tentunya ingin jika anak cucu kita nantinya juga dapat melihat bagaimana bentuk serta jenis-jenis ikan paus sebenarnya. Perlu tindakan konkret untuk terus melindungi populasi paus. Mari sama-sama kita jaga populasi ikan paus untuk masa depan anak cucu kita.

Editor             : Nurtiandriyani Simamora

 

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles