Manfaat Sikap Memaafkan

- Advertisement - Pfrasa_F
Foto : Google
Foto : Google

Oleh : Aulia Ulfa Saragih*

Sikap memaafkan adalah sikap yang harus dimiliki setiap orang. Kita harus saling memaafkan antara satu dengan yang lainnya. Dengan  memaafkan, kita akan merasakan banyak kenikmatan atau manfaat dari memaaafkan. Daripada memiliki sifat dendam yang tidak memberikan manfaat malah memberikan banyak kerugian, baik pada diri sendiri maupun orang lain. Serta dibenci Allah Swt. Sikap memaafkan merupakan salah satu sifat mulia yang dianjurkan dalam Alquran Surah Al-A’raf ayat 199:

“Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh”.

Dalam ayat lain Allah berfirman: “…Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (Q.S. An-nur : 22)

Orang yang tidak mengikuti ajaran mulia Alquran akan merasa sulit  untuk memaafkan orang lain. Sebab, mereka mudah marah terhadap kesalahan apa pun yang diperbuat. Padahal, Allah telah menganjurkan pada orang beriman bahwa, memaafkan lebih baik. Sikap memaafkan orang-orang yang beriman adalah tulus. Karena mereka tahu bahwa manusia diuji dalam dunia ini, dan belajar dari kesalahan, mereka berlapang dada dan bersifat pengasih. Lebih dari itu, orang-orang beriman juga mampu memaafkan walau sebenarnya mereka benar dan orang lain salah. Ketika memaafkan, mereka tidak membedakan antara kesalahan besar dan kecil. Memaafkan adalah salah satu perilaku yang membuat orang tetap sehat, dan sebuah sikap mulia yang seharusnya diamalkan  oleh setiap orang.

Memaafkan orang lain memang terasa berat, namun membahagiakan. Memaafkan adalah salah satu bagian dari akhlak terpuji, yang menghilangkan segala dampak yang merusak dari letupan amarah, dan membantu orang tersebut menikmati hidup yang sehat, baik secara lahir maupun batin. Namun, tujuan yang sebenarnya dari memaafkan itu ialah untuk mendapatkan rida Allah.

Memaafkan dapat Mengurangi Stres

Para peneliti di Hope College di Michigan telah menemukan bahwa ketika secara mental kita replay memori menyakitkan atau “memelihara” dendam terhadap orang lain, tubuh bereaksi dengan memunculkan stres. Otot dahi dan alis menjadi tegang, mudah berkeringat, denyut jantung dan tekanan darah meningkat, dan langkah-langkah lain yang menunjukkan bahwa sistem saraf sedang waspada tinggi.

Memaafkan akan Menjaga Kesehatan Jantung

Kesediaan untuk memaafkan dapat menurunkan risiko penyakit jantung, memberi maaf kepada orang lain dikaitkan dengan penurunan tekanan darah, detak jantung yang lebih rendah, dan mengurangi beban kerja untuk otot jantung.

Memaafkan dapat Mengurangi Rasa Sakit

Rasa sakit dan  penyakit akan menjadikan seseorang marah, frustrasi, atau rasa bersalah pada orang yang dicintai, dan kadang kesedihan mendalam. Kemampuan untuk memaafkan diri sendiri, merelakan rasa sakit atau penyakit dapat membantu mempercepat penyembuhan.

Sebuah studi kecil pada orang-orang dengan nyeri punggung kronis menemukan bahwa mereka yang berlatih meditasi dan berfokus pada mengkonversi amarah menjadi kasih sayang, merasakan rasa sakit dan kecemasan yang lebih rendah daripada mereka yang menerima perawatan normal tanpa meditasi.

 

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles