Perceraian, Akhir yang Buruk atau Awal yang Baik?

- Advertisement - Pfrasa_F
Foto Kamerawan (Dok. Pribadi)

Penulis: Irham Aliyafi Siahaan 

Pernikahan yang indah adalah salah satu momen kehidupan yang diinginkan semua orang. Keluarga yang harmonis, keuangan yang baik, anak yang berperilaku baik, siapa yang tidak menginginkan semuanya? Akan Tetapi, tidak semua orang bisa beruntung untuk melangkah pada kehidupan itu. Banyak orang masih kurang beruntung dalam pernikahan mereka, dan memilih akhir dengan bercerai.

Perceraian adalah putusnya perkawinan yang dapat terjadi karena cerai talak atau berdasarkan gugatan cerai. Perceraian talak adalah permohonan seorang suami yang beragama Islam untuk menceraikan istrinya ke pengadilan untuk mengadakan sidang menyaksikan ikrak talak. Sedangkan cerai gugat adalah gugatan cerai yang diajukan oleh istri atau kuasa hukumnya ke pengadilan.

Di Indonesia, kasus perceraian tidak ada habisnya, bahkan meningkat pada tiga tahun terakhir. Dalam laporan tersebut, Badan Pusat Statistik mencatat jumlah perceraian di Indonesia pada 2021 mencapai 447.743, dengan rincian 110.400 talak dan 337.343 cerai gugat. Jumlah ini lebih tinggi dari dua tahun sebelumnya, yaitu 291.677 pada 2020 dan 493.002 pada 2019. Adapun 10 besar daerah dengan jumlah perceraian terbanyak di Indonesia pada 2021 yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Sulawesi Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Riau, Sumatera Selatan, dan Sumatera Barat.

Dalam 279.205 kasus perceraian pada tahun 2021, argumen dan perselisihan tetap menjadi penyebab utama perceraian. Ada yang melarikan diri dari kekerasan dalam rumah tangga, poligami, sementara kasus perceraian lainnya didorong oleh masalah keuangan.

Anak, salah satu hal yang paling dipertimbangkan ketika munculnya pemikiran perceraian. Banyak orang berpikir bahwa perceraian berkontribusi besar terhadap dampak buruk pada anak. Faktanya, perceraian tidak selalu buruk bagi anak dan tidak selalu menyebabkan anak berada dalam masalah. Sebab, terkadang keputusan orang tua untuk berpisah jauh lebih baik daripada mempertahankan rumah tangga yang penuh konflik.

Belum lagi, jika ada masalah, ayah dan ibu tidak segan-segan untuk meluapkan emosi mereka, bahkan di depan anak. Sebabnya, anak-anak mungkin lebih rentan terhadap masalah dan bahkan menjadi lebih tertekan. Memberikan anak pandangan bahwa perceraian adalah pilihan terbaik menjadi alternatif yang dapat dilakukan orang tua jika tidak ada pilihan lain. Dalam beberapa kasus, perceraian baik dan matang sebenarnya lebih disarankan daripada mempertahankan rumah tangga yang buruk, seperti dipenuhi dengan konflik dan kekerasan, untuk mengabaikan anak karena masalah yang dialami.

Tak selamanya juga perceraian itu mengganggu mental orang tua dan anak. Bersumber dari Halodoc ada berbagai “hal baik” lain yang bisa didapat dari perceraian, di antaranya:

Menghindari konflik

Dengan mengakhiri hubungan yang tidak sehat, anak  tidak harus “melihat” emosi dan rumah tangga yang panas sepanjang waktu, yang sebenarnya dapat memengaruhi kesehatan mentalnya.

Pendidikan terbaik 

Perceraian sebenarnya dapat memungkinkan orang tua untuk lebih fokus merawat anak-anak mereka dan memberi mereka pengasuhan terbaik.

Anak-anak belajar untuk berkompromi 

Mungkin menyakitkan bagi seorang anak untuk melihat orang tua mengakhiri pernikahan. Tetapi jika itu adalah pilihan terbaik, anak  akan dapat belajar bahwa kompromi dalam hidup mungkin diperlukan.

Orang tua berhak berbahagia 

Perceraian mempengaruhi orang tua dan juga anak-anak. Namun, dalam beberapa kasus, perpisahan adalah pilihan terbaik dan bisa membuat orang tua menemukan kebahagiaannya sendiri. Tentu saja, ketika orang tua bahagia, begitu pula pengasuhan, energi, dan emosi yang dibagikan kepada anak-anak mereka. 

Anak yang tumbuh dengan kasih sayang dan rasa bahagia tentu akan mengembangkan kesehatan mental yang lebih baik. Sebaliknya, mempertahankan hubungan rumah tangga yang beracun malah akan membuat suasana tidak nyaman dan semua orang menjadi tertekan, bahkan bermasalah.

 

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles