Oleh: Munawarah
Kita mengetahui bahwa hampir semua televisi berlomba-lomba untuk memperlihatkan adegan-adegan yang romantis, kekerasan, perampokan, dan pelecehan seksual. Seharusnya adegan tersebut tidak layak untuk di tayangkan, karena akan besar efeknya terhadap perkembangan remaja, contohnya acara-acara musik mulai dari host hingga penyanyinya hampir semua memakai rok mini. Begitu pula dengan sinetron-sinetron, selain itu film kartun anak-anak juga banyak yang terkait dengan hubungan percintaan, seperti film Popaye dan Crayon Sinchan adalah beberapa contoh diantaranya.
Kemudian banyak pula video klip yang memuat seks di dalamnya. Video klip tersebut terdapat pernari wanita yang bergoyang sensual, belum lagi syairnya yang vulgar. Kemudian banyak pula tayangan yang melakukan adegan kekerasan dari media televisi, sehingga para remaja berpikir bahwa kekerasan adalah jalan keluar untuk menyelesaikan masalah. Iklan-iklan yang selalu ditayangkan pun semuanya menjual hal-hal yang belum layak untuk dilihat oleh remaja, iklan tersebut sering kali ditayangkan pada jam keluarga dan tentu saja remaja ikut menontonnya, begitu pula dengan artis-artis yang sering tampil di televisi tidak ada yang mencerminkan hal-hal yang baik, tetapi hanya merusak moral anak bangsa terutama remaja.
Tidak heran lagi jika pada saat sekarang ini banyak sekali remaja perempuan yang keluar dengan memakai rok mini, dan baju yang tidak sesuai dipakai oleh remaja Indonesia khususnya remaja Islam. Semua terjadi karena banyaknya contoh dalam tayangan televisi yang sudah ditonton. Pergaulan bebas pun di saat sekarang ini sangat merajalela pada kalangan anak remaja yang masih di bawah umur, maka banyak pula remaja yang menikah di bawah umur akibat melakukan perbuatan yang belum sepantasnya dilakukan.
Televisi adalah salah satu media untuk belajar, akan tetapi televisi sekarang banyak yang menayangkan hal-hal yang tidak baik, yang mengakibatkan remaja meniru adegan-adegan yang terdapat di dalamnya. Hal ini disebabkan karena masing-masing stasiun televisi berlomba-lomba untuk menaikan rating stasiun televisi mereka, tanpa memperdulikan efek yang ditimbul. Jika acara yang tidak mendidik terus-menurus ditayangkan, maka akan semakin rusak pola pikir anak-anak muda yang merupakan generasi penerus bangsa.
Dewasa ini, hal-hal negatiflah yang paling sering ditayangkan di televisi, dan jarang sekali menayangkan hal-hal positif. Jika terlalu sering mengikuti hal-hal yang ditayangkan di televise, maka tugas perkembangan remaja akan terhambat karena akal berkembang sesuai umur. Seharusnya tugas remaja pada saat sekarang ini adalah mencapai kematangan dalam beriman dan bertakwa kepada Tuhan, seperti belajar mengaji, membaca al-Qur’an dan sebagainya. Serta harus melatih kemandirian prilaku yang ekonomis, berbicara dengan sopan santun, membedakan yang mana baik dan buruk, dengan terlaksananya tugas remaja tersebut maka remaja tidak akan terlalu banyak mengikuti apa saja yang ada di televisi.
Editor: Rahmi Irada Lubis
Foto: Google


