Renungan Lima Perkara

- Advertisement - Pfrasa_F
Foto: www.google.com
Foto: www.google.com

Penulis            : Dzulanda Shari Batubara

Dalam ajaran Islam, segala urusan kehidupan di dunia ini memiliki aturan, tak ada satupun yang lepas dari pengaturan Islam seperti halnya dalam pemanfaatan waktu. “Manfaatkanlah yang lima waktu sebelum datang lima perkara yang lain: Mudamu sebelum tuamu, sehatmu sebelum tuamu, kayamu sebelum miskinmu, waktu senggangmu sebelum kesibukanmu dan hidupmu sebelum matimu”. (HR. Baihaki)

Sungguh, banyak sekali diantara kita yang termasuk dalam kategori orang-orang yang menyia-nyiakan waktu dan umurnya. Hal ini tentu saja menjadi sebuah polemik bagi kita selaku umat muslim. Pasalnya Allah Swt. di dalam kalam-Nya  bersumpah dibeberapa ayat dengan nama waktu, diantaranya dalam firman-Nya sebagai berikut:

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman, mengerjakan amal shalih, serta nasihat-menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran”. (QS. Al-‘Ashr: 1-3)

“Demi malam apabila menutupi (cahaya siang), dan siang apabila terang benderang”.
(QS. Al-Lail: 1-2)

“Demi waktu matahari sepenggalahan naik, dan demi malam apabila telah sunyi (gelap)”.  (QS. Adh-Dhuha : 1-2)

Dalil tersebut jelas menunjukkan atas kemuliaan serta keagungan Allah Swt. dalam hal ini adalah waktu. Umat  muslim harus tahu dan sadar bahwa setiap waktu yang dimilikinya di dunia pasti akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah Swt. kelak di hari akhir. Dan setiap yang dilakukannya tidak akan ada satupun yang luput dari pengawasan-Nya. Rasulullah Saw. juga telah menjelaskan sabdanya yang berarti:

“Dua hal yang banyak orang tertipu di dalamnya, yaitu kesehatan dan waktu luang”. (HR. Bukhari, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

Memang pada kenyataannya, kebanyakan dari kita cenderung lalai di kala sehat dan memiliki waktu luang. Kerap kali rasa malas dan acuh tak acuh untuk melakukan ibadah menghampiri diri kita. Dan ketika sakit menimpa, rasa penyesalan pun datang dan kemudian baru berpikir bahwa waktu itu amatlah berharga. Jika demikian, maka kerugian dan sebuah penyesalan yang tak dapat dihindari yang akan kita rasakan pada akhirnya kelak.

Rasulullah Saw. mengajarkan kepada kita mulai dini untuk benar-benar mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin agar dapat menggapai surga-Nya Allah Swt. Hal itu karena surga yang didamba-dambakan umat muslim sangatlah mahal dan tidak mudah untuk diraih, tidak bisa hanya dengan bersantai ria dan bermalas-malasan. Tidak bisa pula diraih oleh orang-orang yang gemar menyia-nyiakan waktu dan umur yang diberikan Allah kepadanya. Rasulullah Saw. pribadi yang tidak pernah menyia-nyiakan waktunya dan begitu bersemangat serta bersungguh-sungguh dalam menjaga waktu dan memanfaatkannya untuk beribadah kepada Allah Swt.

Tak cukup untuk diri sendiri, Rasulullah Saw. juga mengajarkan hal tersebut kepada para keluarganya. Aisyah ra. pernah bercerita bahwa: “Dahulu Rasulullah Saw. tatkala memasuki sepuluh hari (yaitu sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan), beliau menghidupkan malamnya (dengan beribadah), membangunkan keluarganya, bersungguh-sungguh di dalamnya, dan beliau mengencangkan ikat pinggangnya”. (HR. Muttafaqun ‘alaihi)

Setiap waktu yang ada, pasti akan dimanfaatkan untuk kebaikan dan bernilai ibadah. Kewajiban dalam menafkahi keluarga pun tetap dilakukan tanpa harus melalaikan kewajiban terhadap Allah. Di dalam sebuah hadis lain yang diriwayatkan oleh sahabat Ibnu Mas’ud ra. Rasulullah Saw. juga bersabda yang artinya:

“Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam di hari kiamat dari sisi Rabb-nya, hingga dia ditanya tentang lima perkara (yaitu): tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa ia gunakan, tentang hartanya dari mana ia dapatkan dan dalam hal apa (hartanya tersebut) ia belanjakan, serta apa saja yang telah ia perbuat dari ilmu yang dimilikinya”. (HR. Tirmidzi dan Thabrani)

Ayat Alquran sudah menjelaskan pentingnya waktu, hadis Rasulullah juga demikian, teladan demi teladan sudah kita ketahui mengenai pemanfaatan waktu, lantas bagaimana dengan waktu kita? Sudahkah bermanfaat?

Editor             : Nurul Farhana Marpaung

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles