
Sampah dalam pemikiran sederhana ialah barang bekas yang tidak layak pakai. Namun lain halnya jika mampu memanfaatkan sampah demi melindungi lingkungan. Membuang sampah disembarang tempat sudah tentu akan mengakibatkan sampah menjadi bertumpuk dan berdampak banjir. Faktor penyebabnya tidak lain adalah sampah yang berserakan sehingga menyumbat saluran air yang terbendung dan meluap. Sudah selayaknya kita sebagai manusia sadar akan arti keberadaan kita dalam menjaga lingkungan.
Barang yang sudah tidak layak pakai sebaiknya di pilih sesuai dengan jenisnya organik atau anorganik. Jenis organik adalah sampah yang mudah terurai dibandingkan sampah anorganik yang tidak mudah terurai dan membutuhkan waktu yang relatif lama dalam penguraiannya. Sampah organik seperti sisa makanan, sayuran dan kulit buah dapat mudah terurai dan dapat diperoses menjadi kompos. Sementara sampah anorganik seperti plastik, kemasan makanan, botol, dan kaleng minuman tidak mudah terurai dan menyatu dengan tanah dan bisa membuat dampak terhadap bumi sehingga menjadi rusak. Dalam penanganannya, sampah anorganik tentunya dapat diatasi dengan 4R yaitu Reduce (mengurangi), Reuse (Menggunakan kembali), Recycle (mendaur ulang) & Replace (mengganti).
Reduce (mengurangi) pemakaian sampah anogarnik sehari-hari mampu membantu mengurangi jumlah sampah yang sudah ada. Reuse (menggunakan kembali) kita dapat membeli produk isi ulang saja tanpa terus-menerus mengganti peralatan mandi seperti sabun cair ataupun sampo. Recycle (daur ulang) banyaknya jumlah sampah berjenis anorganik yang dapat didaur ulang menjadi hiasan rumah yang cantik untuk memperindah rumah. Dan yang terakhi ialah Replace (mengganti) dengan cara menggunakan sapu tangan sebagai pengganti tisu disebabkan sampah tisu tidak langsung terurai.
Banyaknya ditemui pengrajin bahan bekas sampah anorganik dapat dijadikan sebagai media pembelajaran yang kreatif dalam mengelola berbagai sampah berjenis apapun. Sampah botol yang bisa dijadikan hiasan rumah seperti membuat tirai atau bunga hiasan yang indah. Sampah kulit kerang dijadikan accesoris atau pernik vas buang dan banyak lagi kerajinan tangan dari bahan bekas yang dapat dikreasikan agar sampah tidak menggunung di lingkungan rumah kita.
Terakhir, menyadari akan kebersihan lingkungan sudah tentu akan membuat rasa nyaman tersendiri di dalam diri kita sampai ke anak cucu kita nantinya. Dengan membuat dua jenis tong sampah untuk jenis organik dan anorganik, gotong royong bersam seluruh warga disekitar tempat tinggal rumah. Demi memelihara bumi agar tetap terjaga dengan baik dan mengejarkan penanganannya dikarenakan mengajarkan lebih baik dari pada tidak sama sekali. Maka mari sayangi bumi dengan cara buang sampah pada tempatnya.
Penulis : Nurhalimah
Editor : Siti Arifahsyam

