SISTEM SKS MENCETAK ILMUWAN ASAL CAPLOK

- Advertisement - Pfrasa_F

Foto SKS

Oleh : M. Zuchri Nasuha Lubis*

 SKS merupakan salah satu singkatan yang tak asing lagi di telinga mahasiswa. SKS adalah singkatan dari “Satuan Kredit Semester”. Dengan sistem ini, mahasiswa dimungkinkan untuk memilih sendiri mata kuliah yang akan ia ambil dalam satu semester. SKS digunakan sebagai ukuran besarnya beban studi mahasiswa, besarnya pengakuan atas keberhasilan usaha belajar mahasiswa, besarnya usaha belajar yang diperlukan mahasiswa untuk menyelesaikan suatu program, serta besarnya usaha penyelenggaraan pendidikan bagi tenaga pengajar.

SEBUAH SISTEM PENUH SYARAT

Seorang mahasiswa dapat dinyatakan lulus apabila telah menyelesaikan jumlah SKS tertentu. Misalnya, program Strata 1 (S1) mensyaratkan mahasiswanya untuk menyelesaikan 144 sampai 160 SKS, sedangkan program D3 mensyaratkan 110 sampai 120 SKS. Nilai SKS tersebut biasanya belum termasuk untuk kegiatan belajar lainnya, seperti praktikum, seminar, kerja lapangan, penelitian, ataupun penulisan skripsi. Dalam tiap-tiap mata kuliah yang termasuk teori maupun praktikum, masing-masingnya memiliki tugas mandiri, ujian tengah semester, dan ujian akhir semester.

ILMU MENGAMBANG

Sudah menjadi rahasia umum bahwa ilmu yang diperoleh tanpa pendalaman, hanya menghasilkan sumber daya manusia yang asal bersuara, minim analisis, dan cenderung mengkritisi tanpa referensi yang jelas. Demikian halnya sumber daya manusia yang dihasilkan oleh sistem SKS.

Durasi perkuliahan yang terbilang singkat terkadang membuat pengajar (dosen) hanya menyampaikan topik-topik inti perkuliahannya saja, sedangkan mahasiswa yang bersangkutan diharuskan mendalami topik tersebut di luar perkuliahan. Di satu sisi, seorang mahasiswa yang merasa penasaran dengan secuil ilmu yang ia peroleh, ia akan berusaha memenuhi dahaga ilmunya secara tuntas. Di sisi lain, tak jarang mahasiswa menganggap remeh dengan ilmu yang ia peroleh tanpa ada keinginan untuk mendalaminya. Disinilah mulai terlihat turut andil sistem SKS dalam mencetak sumber daya manusia dengan ilmu mengambang.

TUGAS MENUMPUK, CAPLOK SAJA

Satu lagi kelemahan yang diperlihatkan sistem SKS ini yaitu menumpuknya tugas yang bukan lagi menjadi hal aneh bagi mahasiswa. Dengan sistem SKS, umumnya terdapat beberapa mata kuliah dalam satu minggu perkuliahan. Sesekali akan ditemui seorang mahasiswa yang mendapatkan dua buah tugas terstruktur dalam satu minggu. Tugas terstruktur yang dimaksud sebut saja makalah.

Bayangkan bagaimana rasanya menyelesaikan dua buah makalah dalam satu minggu. Makalah yang dibuatpun bukannya tanpa syarat. Umumnya, untuk menyelesaikan satu buah makalah harus dicantumkan minimal lima buah buku sebagai referensi. Tentunya referensi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Jika dihitung-hitung, satu makalah dengan syarat mencantumkan minimal lima buah buku sebagai referensi. Dalam menyelesaikan dua buah makalah sebagai tugas terstruktur, seorang mahasiswa harus membaca 10 buah buku dalam satu minggu. Masih untung jika buku yang dimaksud masih dalam satu pembahasan, Bagaimana jika tugas yang diberikan merupakan tugas dari dua mata kuliah yang berbeda?, Maka tak jarang ditemui mahasiswa yang mengalih artikan SKS menjadi “Sistem Kebut Semalam” akibat tugas yang menumpuk. Akhirnya, mahasiswa yang bersangkutan lebih memilih copy paste tugasnya dari internet. Alhasil, bukannya tugas terstruktur dengan referensi yang dapat dipertanggungjawabkan yang didapat, sistem SKS malah mencetak ilmuwan asal caplok.

HANYALAH SEBUAH SISTEM

Plus dan minus pasti ada. Pada dasarnya, semua kembali kepada individunya. Sejauh mana mahasiswa mengartikan sistem SKS dan bagaimana cara menjalaninya. SKS hanyalah sebuah sistem. Sistem yang dibentuk dengan harapan dapat menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan bertanggungjawab.

 

*Penulis adalah Sekretaris Umum LPM Dinamika IAIN SU Periode 2014-2015

Editor: Chusni Syukriani

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles