Sudah Benarkah Anda Berhijab?

- Advertisement - Pfrasa_F
Foto : Google
Foto : Google

Oleh : Juraidah Nasution*

Bicara soal hijab itu identik untuk wanita muslim seluruh dunia, hijab itu adalah salah satu alat yang menjadi identitas wanita muslim. Hijab pada saat dewasa ini memang banyak modelnya, dari model yang disarungkan ke kepala hingga yang meililit di kepala, banyak nya kreatifitas masyarakat terhadap hijab menjadikan identitas hijab Syar’i itu mulai tergelengser. Hijab Syar’i itu sendiri sudah jarang kita lihat di bumi Indonesia, banyak nya remaja yang menggunakan hijab yang bermodel di kepala yang tidak sesuai dengan Syariat Islam. Biar kelihatan gaul di mata manusia maka dari itu hijab Syar’i pun kurang disukai remaja hingga orang tua. Ada juga yang berpikiran bahwa menggunakan hijab Syar’i belum pantas, belum siap, nanti saat punya suami. Terlalu banyak alasan hingga hijab Syar’i kurang mendapat perhatian dari kaum wanita muslim sendiri. Kalau bicara soal belum siap, lalu siap nya kapan lagi? Menunggu apa? menunggu punya suami, itu alasan klasik yang sering dilontarkan oleh kaum Hawa. Kita sebagai kaum Hawa akan lebih dihormati oleh kaum Adam apabila kita menjaga aurat kita saat sebelum menikah, wanita akan lebih istimewa di hadapan lelaki apabila mereka menjaga tingkah laku, cara berpakaian. Karena pakaian yang kita pakai itu merupakan cerminan diri, sifat dan karakter kita. Tidak ada satu alasan pun yang bisa menunda kita dalam hijarah ke hijab Syar’i.

Dalam ayat Al-qur’an pun sudah dijelaskan mengenai kewajiban wanita berhijab, bagaimana hijab yang dianjurkan oleh Islam, tapi banyak orang pengguna trend hijab tidak mengetahui hal tersebut. Kurangnya pemahaman mereka pengguna trend hijab mengenai syarat dan ketentuan dalam berhijab. Hingga trend hijab sekarang tampak asal-asalan. Pemakai hijab sekarang pun sudah memberikan nama atas dirinya sebagai hijabers, hingga terlihat modis dan tampak tidak ketinggalan zaman. Seorang yang memakai hijab Syar’i juga bisa gaul, dalam hal ini gaul nya digaris bawahi, karena dalam kata gaul sebagai pengguna hijab Syar’i bukan mengubah hijab Syar’i menjadi hijab yang asal-asalan tapi gaul disini pintar dalam bergaul, pintar dalam berbahasa, pintar dalam segala hal positif, dan pintar dalam memposisikan dirinya dimana saja hingga banyak orang yang berpikiran bahwa yang menggunakan hijab Syar’i juga bisa memperlihatkan kreativitas dan kualitas dirinya. Tetap gaul dan tetap menjadi muslimah yang bertakwa kepada Allah. Adapun anjuran ayat Al-qur’an yang menyuruh para muslim untuk berhijab adalah QS. Al-Ahzab: 59 yang artinya “Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha penyayang.

Dilihat dari ayat tersebut sudah dijelaskan untuk perempuan dalam menutup auratnya, disitu dituliskan untuk mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka, itu berarti seorang wanita muslim harus memakai hijab yang bisa menutupi tubuhnya tanpa kelihatan bentuk lekuk tubuhnya. Adapun kriteria jilbab yang benar yang dilihat dari ayat Al-qur’an di atas adalah hendaklah menutup seluruh badan, kecuali wajah dan dua telapak, jilbab bukan merupakan perhiasan, tidak tipis, bahan tidak tembus pandang, tidak ketat sehingga menampakkan bentuk tubuh, tidak disemprot parfum, tidak menyerupai pakaian kaum pria atau pakaian wanita-wanita kafir dan bukan merupakan pakaian untuk mencari popularitas diri.

Tapi banyak nya kesalahan yang dilakukan oleh wanita muslim dapat berpakaian dan menggunakan hijab yang dilihat pada pada dewasa ini jilbab tidak menutupi dada, rok kurang panjang (agak gantung), pakaian ketat dan menampakkan bentuk tubuh, menggunakan riasan make up yang tebal, kesalahan lainnya dalam berhijab diantaranya adalah tidak memakai kaos kaki, mengenakan blus yang pendek, memakai rok dengan belahan tinggi serta mengenakan jilbab yang terbuat dari bahan yang tipis/jarang. Dan diusahakan memakai hijab Syar’i dan jilbab Syar’i berwarna gelap contoh warna hitam agar terhindar dari bahaya lelaki pengganggu. Percayalah orang yang menggunakan hijab Syar’i akan terbebas dari gangguan kaum lelaki, akan disegani oleh kaum wanita, dan akan menjadikan dia terlindungan dari perbuatan yang tidak menyenangkan. Orang akan lebih segan mengganggu pemakaian hijab Syar’i dari pada yang tidak menggunakan hijab Syar’i tersebut.

Perlu diketahui efek negatif dalam pemakai pakaian ketat. Selain terlihat dan terasa sesak, ternyata pakaian yang ketat juga tidak baik untuk kesehatan. Sebuah penelitian membuktikan bahwa pakaian yang ketat menyebabkan kulit kekurangan ruang untuk bernafas. Akibat yang ditimbulkan dari mengenakan pakaian ketat di mulai dari yang teringan seperti biduran, adanya bercak ringan di bagian tubuh tertentu sampai dengan penyakit yang cukup berbahaya, seperti kemandulan dan kanker. Untuk kesehatan saja tidak baik dalam menggukan pakaian ketat. Subahanallah, aturan Islam memang selalu membawa kebaikan, dan sudah jelas-jelas di mata kita bahwa pakaian yang tidak sesuai syari’at Islam itu akan ada dampak negatif terhadap diri kita sendiri.

Mulai dari sekarang pakailah hijab yang seusai syariat Islam dan jangan mengubah hal yang sudah ditetapkan oleh Al-qur’an. Perlu diketahui bahwa hijab itu di ulur ke seluruh tubuh bukan di lilit di kepala, hijab itu menutup dada bukan memperlihatkan dada, hijab itu tidak bercorak, dan hijab itu bukan untuk pamer melainkan melindungi diri. Dan ingatlah bahwa hijab itu sebagai identitas kita sebagai muslim bukan hanya untuk gaya-gaya semata saja.

 

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles