Americano Lima Shot, Seporsi Kemenangan dan Kekalahan /6/

- Advertisement - Pfrasa_F
(Foto: Dok. Internet https://www.halodoc.com/)

Penulis: Nazwa Nabilah Lubis

“Assalamu’alaikum, Bu. Alhamdulillah, revisi skripsi Bagas diterima. Kata dosennya hanya sedikit lagi bagian yang akan direvisi,” ucap Bagas penuh semangat.

“Alhamdulillah, Nak. Akhirnya penantian panjang itu datang juga, ya. Tetap jaga kesehatan, revisi yang sedikit itu hantam saja. Bismillah, setelah itu kamu lulus,” ucap Ibu menimpali dengan semangat pula.

“Iya, Bu. Bismillah.”

Baca Juga: Americano Lima Shot, Seporsi Kemenangan dan Kekalahan /5/

Malam itu, Bagas tidur jam 10 malam. Rekor baru. Ia tidak pergi ke coffeeshop langganannya hari ini karena ia ingin mengejar salat tahajud. Keesokannya, barulah Bagas mampir kembali ke coffeeshop langganannya, dengan wajah berseri tentunya. Wajah kusam penuh beban? Apa itu? Hari ini panggil ia Bagas dengan wajah berseri.

“Nah, ini dia orang yang revisiannya diterima! Pantas aja tuh muka bening banget, gak biasanya,” ucap Rifqi menggoda.

“Aduh, jangan keras-keras, Bang, suaranya. Malu.”

“Harus bangga dong! Ini saksi hidup. Dulu tiap malam nangis di kursi pojok, sekarang sudah ACC!”

“Ya, ya, ya. Udah, Bang, butterscotch dua.”

“Dua? Wah, karena sudah ACC pesannya dua, ya, sekarang. Naik level dikit, haha. Aman tuh lambung?”

“Untuk Abang satu, masa untuk saya dua-duanya. Nanti bisa-bisa saya pulang dari sini, gak jadi sidang.”

“Jadi traktir, nih? Padahal saya bercanda doang, loh.”

“Jadi, Bang. Tapi kalau Abang gak mau, ya udah, pesan satu aja.”

“Emang ada orang yang nolak ditraktir?”

Akhirnya Rifqi menyiapkan pesanan pelanggannya itu. Butterscotch dua. Siapa sangka ditraktir, mungkin itu ganjaran karena sudah menemani pelanggannya itu kali, ya?

Butterscotch datang. Wangi, dan manis. Karena pesannya dua, Rifqi akhirnya duduk bareng dengan Bagas.

“Jadi, kapan sidang, Bang?”

“Belum tahu sih, belum ada kabar dari dosennya. Tapi revisiannya tinggal memperbaiki sedikit bagian.”

“Gampang itu mah, tinggal copy-paste aja. Semangat Abang selama di sini, haha. Kalau stuck, tinggal pesan kopi. Atau kalau udah pesan kopi tapi tetap stuck, kayaknya Abang perlu ganti menu.”

“Kenapa mau buat menu baru lagi?” ucap Bagas.

“Hmm, mungkin?”

Mereka berdua mengobrol hingga malam dengan berbagai pembahasan yang sangat panjang. Hidup itu memang terkadang seperti Wi-Fi, ya. Kadang kencang, kadang muter doang. Bagas juga tidak menyangka hari-harinya yang stuck dengan revisian kemarin, kini hampir sampai di tahap akhir.

“Memang masalah itu pasti selesai, ya, kalau dikerjakan, bukan cuma ngeluh doang. Ngeluh terus sih gak akan menyelesaikan masalah,” ucap Bagas dalam hati.

Malam itu sudah menunjukkan pukul 01.10 WIB. Bagas bergegas untuk pulang.

“Oke, Bang. Makasih ya kopinya hari ini, butterscotch-nya selalu mantap,” ucap Bagas.

“Balik, Bang?” tanya Rifqi.

“Iya nih, udah jam berapa juga.”

“Wah, mantap-mantap. Gak jadi anak malam lagi, ya, haha,” ucap Rifqi menggoda.

“Lain kali pulang lebih larut lagi. Malam ini gak jadi anak malam dulu, haha.”

“Oke, siap, Bang. Nanti kalau udah dapat kabar jadwal sidang, kabari, ya.”

“Aman.”

Malam itu Bagas pulang agak cepat dari biasanya. Ia ingin mempersiapkan dirinya untuk revisi yang tinggal sedikit lagi itu. Bagas ingin tubuhnya tetap bugar dan tidak gampang lelah agar siap menerima revisinya itu.

Keesokan harinya, dosennya mengirimkan bagian yang harus Bagas revisi. Dengan hati yang siap, Bagas menerima revisi itu dan langsung mengerjakan revisinya.

Kali ini, ia tidak pergi ke coffeeshop langganannya. Ia mengerjakan bagian yang sedikit itu hanya di kamarnya, ditemani tempat tidur dan kipas kesayangannya. Ia mengerjakan revisinya hingga selesai.

Setelah selesai mengerjakan revisinya itu, kemudian skripsinya ia kirimkan lagi ke dosen pembimbingnya untuk diperiksa kembali.

Setelah dikirim, akhirnya ia menerima balasan, “Oke, Bagas. Kamu sudah siap lanjut ke tahap selanjutnya, ya. Silakan datang sidang minggu depan,” begitu balasannya.

Bersambung …

Baca Juga: Americano Lima Shot, Seporsi Kemenangan dan Kekalahan /4/

Editor: Tengku Wafa’ Alifah

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles