Kita dan Akhlak Salaf: Kisah yang Menginspirasi

- Advertisement - Pfrasa_F
  • Judul       : Kita dan Akhlak Salaf
  • Penulis   : Abdul Aziz Nashir Al-Jalil
  • Penerbit : AQWAM (Anggota SPI)
  • Kota        : Solo
  • Tahun     : 2013
  • ISBN       : 978-979-039-294-6

Peresensi: Arvina Wahyuni

Buku yang memiliki tebal 250 lembar ini banyak memberi kesan, pesan, dan motivasi bagi para pembaca terutama penulis karena akhlak yang baik dan sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan ajaran Rasullah Saw. Buku bernuansa klasik ini menceritakan orang-orang yang hidup setelah zaman Rasullah dengan akhlak yang mulia.

Baca Juga: Garis Waktu: Cinta dalam Dunia yang Berbeda

Ketika membaca buku ini pertama kali, berulang kali mengucapkan pujian kepada Allah dengan kisah-kisah yang sangat memukau. Contohnya kisah Abdullah bin Mubarak yang mempunyai amalan yang disembunyikan, karena baginya yang terpenting itu penilaian Allah, bukan makhluk.

Diceritakan bahwa Abdullah bin Mubarak mempunyai murid yang sudah lama absen. Selidik punya selidik, ternyata sang murid absen karena punya utang banyak. Abdullah bin Mubarak mendatangi si pemberi utang dan melunasinya. Sambil mewanti-wanti agar jangan memberitahu si murid siapa yang melunasi utangnya. Si murid pun kembali aktif belajar, tanpa tahu siapa yang telah melunasinya hingga Abdullah bin Mubarak meninggal dunia.

Beberapa orang di daerah Bashrah, termasuk gubernur, sepakat mengumpulkan uang untuk membantu saudara mereka, Abu Abdullah. Akan tetapi, ketika rombongan donatur datang ke rumahnya, Abu Abdullah kecewa. Ia banting pintu dan masuk ke rumah meninggalkan mereka. Baginya, harta dunia adalah bencana bagi mereka yang tidak bisa pergunakan dengan baik. Ia lalu berwudu dan berdoa, “Ya Allah wafatkanlah aku. Jangan engkau timpakan bencana pada diriku.” Tak berselang lama, ia pun wafat.

Potret kehidupan salafusshalih memang bertabur teladan dan decak kagum. Dua kisah di atas hanya secuil dari mutiara-mutiara kehidupan yang telah diperagakan oleh mereka. Ya, mereka yang manusia biasa seperti kita, tentu kita sebenarnya bisa meneladaninya.

Buku ini hadir selain menjadi pengetahuan yang inspiratif, juga dapat memacu semangat untuk meneladani segala kebaikan yang ada pada diri mereka. Keikhlasan, kejujuran, kezuhudan, kesabaran dalam berjihad, dan menghadapi musibah, penghargaan atas waktu dan ilmu, serta segenap teladan lainnya.

Semuanya disajikan dengan baik oleh penulis dari kitab Shifatush Shafwah dan Siyar A’lamin Nubala’. Kedua kitab tenar yang menjadi sumber itu menjadikan buku ini tak lagi sesederhana penampilannya.

Kekurangan buku ini yaitu cerita satu tokoh tidak dijadikan satu dalam satu topik dan ada beberapa tulisan yang sulit dipahami. Walau begitu buku ini sangat direkomendasikan untuk kamu yang sedang futur, insecure dengan orang lain, dan tidak bersyukur dengan yang diberi Allah. Penulis rasa buku ini cocok untuk membangkitkan semangat dan bersyukur. Hal yang paling penting melakukan sesuatu tidak untuk mengharap validasi dari orang lain.

Setelah membaca buku ini saya menemukan qoutes, “Pandai-pandai menyembunyikan kebaikanmu seperti engkau menyembunyikan aibmu sendiri, karena Allah tidak menilai dari seberapa baik engkau dikenal oleh manusia, tetapi sebanyak apa ibadah yang engkau lakukan ikhlas karena Allah.”

Kemudian, “Tidak perlu mencari validasi untuk dinilai baik oleh manusia, cukup jadikan Allah sebagai tujuan untuk akhiratmu.”

Baca Juga: Setiap Gedung Punya Cerita, Setiap Manusia Punya Trauma

Editor        : Syahda Khairunnisa 

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles