
Judul: Cheers to Youth
Pencipta: Woozi, Bumzu
Penyanyi: Seventeen Vocal Team (Woozi, Jeonghan, Joshua, Seungkwan, dan Dokyeom)
Genre: Pop (K-Pop)
Tahun Rilis: 2024
Durasi: 4 menit
Peresensi: Nazhifah Ramadhani
Lagu Cheers to Youth yang dirilis oleh boy group bernama Seventeen, dinyanyikan oleh vocal unit yang beranggotakan lima orang. Lagu ini terinspirasi saat salah satu member Seventeen mengatakan, “Maaf, ini pertama kalinya aku hidup.” Woozi yang mendengar itu terlintas ide untuk menjadikannya sebuah lagu. Arti dari judul lagu ini adalah “merayakan masa muda”. Lagu ini menceritakan tentang kelima manusia dengan masalah sosial dan kekurangan masing-masing.
Ketakutan untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain, kesepian dan hanya ditemani telepon genggam, siswa yang terus-terusan belajar dan tidak memiliki teman, mendapatkan tekanan pekerjaan dan tuntutan hidup, serta memiliki kekurangan di dalam diri. Kemudian mereka berlima dipertemukan di dalam satu ruangan dan saling menceritakan masalah masing-masing. Mereka dipertemukan untuk saling melengkapi satu sama lain, melupakan kekurangan, dan menyadarkan bahwa di dunia ini mereka tidak sendiri.
Baca Juga: Iqro’: Lagu Penuh Makna yang Berhasil Menyentuh Relung Jiwa
Dalam lirik:
(Bagaimanapun ini pertama kalinya kamu menjalani kehidupan)
Melakukan kesalahan adalah hal yang wajar. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang sempurna. Jadikanlah kesalahan itu sebagai pelajaran dalam hidup. Perbaiki agar menjadi lebih baik lagi dan tidak melakukan kesalahan yang sama.
(Aku ingin sendirian, tetapi juga tidak ingin sendirian)
Sebagian dari kita memiliki kecemasan untuk berinteraksi dengan orang lain. Takut akan reaksi dan respons seseorang terhadap kita. Mereka akan memilih untuk menyendiri, tetapi sebenarnya mereka merasa kesepian. Mereka juga tidak mau sendirian, tetapi kecemasan selalu ada di pikiran mereka.
(Aku bahkan tidak memahami diriku sendiri)
Jarang sekali kita mau mendengarkan dan mengikuti kemauan diri sendiri. Membiarkan semua berjalan begitu saja tanpa mau mengikuti apa yang diri sendiri inginkan. Bahkan untuk tujuan yang kita inginkan tidak tahu.
(Di manakah kebahagiaanku berada?)
(Tidak ada siapa pun yang bisa menjawabnya)
Kita pasti pernah bertanya, apa sih tujuan kita? Untuk apa aku melakukan hal ini? Di manakah kebahagiaan itu berada? Pertanyaan ini tidak ada yang bisa menjawabnya karena itu datang dari diri sendiri. Hanya diri kita sendirilah yang tahu apa jawabannya. Melakukan hal yang sebenarnya kita juga tidak tahu, “Apakah aku bahagia melakukan ini?”, tetapi karena adanya tuntutan yang membuat kita harus melakukannya.
(Aku akan tertidur lagi sambil menunggu hari esok)
(Saya harap alarm keras yang akan berbunyi besok pagi tidak seburuk alarm kemarin)
Saat terbangun di pagi hari, kita berharap hari ini lebih baik dari kemarin. Berharap tidak melakukan dan mengulangi kesalahan di hari kemarin.
Lagu ini menyadarkan kita bahwa di dunia ini kita tidak sendiri. Setiap manusia memiliki kekurangan dan masalah hidupnya masing-masing. Jalani kehidupan ini dengan semampu kita. Kegagalan dan kesalahan hari ini adalah proses menuju dewasa. Jangan bandingkan diri kita dengan orang lain, karena setiap manusia memiliki proses dan tujuan hidup masing-masing. Nikmatilah masa muda yang ada, dan yang paling penting, kita harus tahu apa tujuan kita hidup.
Lagu ini sangat cocok didengarkan, khususnya untuk anak muda. Melalui liriknya, lagu ini memberikan semangat sekaligus menyadarkan kita tentang bagaimana seharusnya bersikap dalam menjalani kehidupan. Tema yang diangkat juga sangat relate dengan masalah hidup yang dialami kebanyakan orang. Selain itu, pesan yang disampaikan mampu membangkitkan kembali semangat dalam menjalani kehidupan.
Baca Juga: Raksasa: Seni Menerima Keadaan Diri dengan Percaya Diri
Editor: Dinda

