Operasi Pesta Copet: Copet Juga Butuh Panggung

- Advertisement - Pfrasa_F
(Foto: Dok. Internet https://www.youtube.com)

Judul: Operasi Pesta Copet

Sutradara: Edy Khemod

Genre: Komedi, kriminal, musikal, drama

Tahun Rilis: 2026

Durasi: 1 jam 53 menit

Pemeran Utama: Iqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, Zulfa Maharani, dan Kawai Labiba

Peresensi: Muhammad Daffa

Ada yang datang ke konser untuk menikmati musik, ada pula yang datang membawa rencana berbeda. Empat anak muda melihat kerumunan sebagai kesempatan. Premis inilah yang ditawarkan Operasi Pesta Copet, film debut penyutradaraan Edy Khemod yang tayang di bioskop Indonesia sejak 27 Agustus 2026. Film produksi Imajinari ini memadukan komedi kriminal dengan latar festival musik pesta pora.

Cerita berpusat pada Ijal (Iqbaal Ramadhan), pemuda yang kehilangan pekerjaan dan berada dalam tekanan ekonomi. Bersama Adut (Kristo Immanuel), Melodi (Kawai Labiba), dan Tia (Zulfa Maharani), Ijal menyusun rencana mencopet telepon seluler di tengah kerumunan festival. Silet (Fauzan Lubis) turut memberi warna pada dinamika kelompok.

Baca Juga: Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini: Ketika Keluarga Menyimpan Luka

Dari premisnya, film ini cukup berani. Pencopetan yang selama ini menjadi gangguan di tengah keramaian justru dijadikan pusat cerita. Film ini mengajak penonton melihat alasan di balik keputusan mereka. Mereka memang melakukan kesalahan, tetapi pilihan itu lahir dari keadaan hidup yang tidak sederhana.

Di sinilah film terasa dekat dengan kehidupan anak muda. Tekanan ekonomi menjadi persoalan yang tidak selalu selesai hanya dengan kerja keras. Ijal bukan digambarkan sebagai penjahat yang sejak awal ingin berbuat jahat. Ia adalah anak muda dengan mimpi yang terdesak keadaan. Pendekatan tersebut membuat penonton tidak serta-merta menghakimi.

Kekuatan lain film ini ada pada suasana konser. Edy Khemod tidak menjadikan pesta pora sekadar latar. Kerumunan, panggung, cahaya, dan hiruk-pikuk penonton menjadi bagian penting dari cerita. Pengambilan gambar langsung di tengah sekitar 30 ribu penonton pesta pora 2025 membuat suasananya terasa hidup.

Dari sisi pemain, chemistry antarkarakter menjadi modal penting. Kristo Immanuel sebagai Adut tampil sebagai penyeimbang drama Ijal dengan kelucuan yang natural. Kawai Labiba cukup memberi warna sebagai Melodi. Fauzan Lubis lewat Silet juga cukup mencuri perhatian dengan karakternya yang berisik dan impulsif. Iqbaal tampil natural sebagai Ijal. Namun, karakter Ijal sesekali terasa terlalu dekat dengan persona Iqbaal.

Sayangnya, film ini belum sepenuhnya mampu menjaga kekuatannya sampai akhir. Paruh awal cukup berhasil membangun rasa penasaran. Rencana pencopetan terasa terstruktur. Masalah muncul ketika cerita mendekati penyelesaian. Konflik yang sebelumnya dibangun menarik terasa diselesaikan terlalu cepat. Untuk film dengan elemen heist, penyelesaian yang lebih kuat tentu lebih diharapkan.

Meski begitu, kekurangan tersebut tidak lantas membuat Operasi Pesta Copet gagal. Keberaniannya mengangkat cerita yang dekat dengan realitas menjadi nilai tersendiri. Film ini tidak berusaha menjadikan pencopetan sebagai sesuatu yang keren, tetapi menggunakannya sebagai pintu masuk untuk membicarakan tekanan hidup, persahabatan, dan pilihan manusia ketika jalan keluar terasa makin sempit.

Pada akhirnya, Operasi Pesta Copet menarik karena mampu bermain di antara komedi dan persoalan sosial. Film ini lucu tanpa melupakan keresahan para tokohnya dan kuat secara visual. Hanya saja, ketika musik mulai mereda dan cerita memasuki garis finis, film ini belum mampu memberi hentakan yang sepadan dengan riuh yang dibangunnya sejak awal.

Bagi penonton yang mencari premis tidak biasa dan kisah persahabatan dalam komedi kriminal, film ini layak diberi kesempatan. Di balik aksi copet dan riuh pesta pora, ada pertanyaan yang lebih sunyi: ketika hidup mendesak, seberapa jauh seseorang akan berjalan untuk bertahan?

Baca Juga: Ahlan Singapore: Di Persimpangan Mimpi dan Cinta

Editor: Naqiyya Alayya Arham Rambe 

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles