Semua akan Datang, Tepat pada Waktunya

- Advertisement - Pfrasa_F
(Foto: Dok. Internet pinterest.com)

Penulis: Delima Azzahra

Di malam yang sunyi, seorang anak perempuan bertengkar dengan pikirannya sendiri. Dia merasa bahwa dirinya tidak berguna. Banyak hal yang sudah dia korbankan, tetapi tidak ada hasil yang didapatkannya. Banyak harapan yang harus digapai, tetapi ada saja duri-duri yang menghalanginya.

Baca Juga: Mimpi Anak Terakhir

“Kenapa aku selalu gagal? Apa aku berhenti saja? Kenapa, sih, aku tidak bisa membuat diriku ini berguna? Kenapa, sih, nyari kerja sekarang susah banget?” ucap Sira dengan perasaan putus asa dan air matanya mulai mengalir deras.

Karena kelelahan, akhirnya Sira memilih untuk beristirahat dan melanjutkan kehidupannya esok hari. Dia berharap besok menjadi hari keberuntungan baginya.

Kring … kring … kring …

Suara alarm yang berisik mengganggu tidur nyenyak sang pemilik.

“Hoam … sudah pagi, ya. Cepat sekali rasanya. Pokoknya hari ini aku harus dapat pekerjaan, aku nggak boleh nyerah, aku nggak boleh nyusahin ibu lagi,” ucap Sira dengan semangat yang langsung bersiap-siap untuk melanjutkan perjuangannya hari ini.

“Bu, Sira pamit, ya. Doain Sira supaya hari ini Sira dapat pekerjaan,” ucap Sira kepada ibunya.

“Iya, Sira. Hati-hati, ya, nak. Semoga hari ini kamu bisa dapat kerjaan, ya. Ibu selalu mendoakanmu, ingatlah, nak, mungkin hari-hari sebelumnya belum rezeki kamu untuk mendapatkan pekerjaan. Namun, yakinlah, nak, ketika kamu mendapatkan pekerjaan, berarti itulah yang terbaik untuk kamu. Setiap yang baik akan datang tepat pada waktunya,” nasihat ibu kepada Sira.

Ucapan sang ibu seakan membuat Sira tersihir, dia merasa semakin optimis dan yakin setiap apa yang akan dia dapatkan hari ini adalah takdir yang menentukan. Dengan hati yang lebih ikhlas, dia melangkahkan kakinya untuk mencari pekerjaan hari ini.

Matahari sudah mulai terik dan menunjukkan kegarangannya, tetapi Sira belum juga menemukan setitik harapan untuk mendapatkan pekerjaan. Cacing-cacing di dalam perut Sira sudah mulai meninju-ninju seakan mendemo si pemilik agar diberi asupan. Akhirnya Sira memilih untuk singgah ke rumah makan di pinggir jalan.

“Aduh, sudah tengah hari ini, tapi belum juga dapat kerja. Udah nyari ke mana-mana tapi tetap ditolak. Di mana lagi harus aku cari? Panas banget lagi, perutku juga udah lapar. Lebih baik aku makan saja, setelah itu aku akan lanjut nyari kerjaan lagi,” ucap Sira sambil sedikit mengeluh.

Saat sedang asyik menikmati makan siang, tiba-tiba seorang perempuan menghampiri Sira yang terlihat umurnya sebaya dengannya.

“Kamu Sira, ya? Kamu inget aku nggak? Aku Karin, teman kamu waktu sekolah,” ucap Karin dengan semangat.

“Ya ampun, Karin. Gimana kabar kamu sekarang? Kelihatan makin cantik saja, ya,” sapa balik Sira kepada Karin.

“Syukurlah aku baik. Bisa aja kamu. Kamu juga kelihatannya makin cantik, kok. Oh, iya, kamu lagi ngapain? Kok bisa di sini?” tanya Karin.

“Aku sebenarnya lagi cari kerjaan, Rin. Susah banget, nggak dapat-dapat dari kemarin, padahal aku udah datangin banyak perusahaan tapi belum ada yang nerima aku. Rasanya ingin nyerah aja, Rin” curhat Sira kepada Karin.

“Jangan nyerah, dong, Sira. Kamu harus tetap semangat. Kebetulan banget, nih, di tempat aku kerja lagi butuh pegawai tambahan. Kamu mau, nggak? Lumayan juga, loh, gajinya,” tawar Karin kepada Sira.

“Wah, mau, Rin. Akhirnya aku bisa nemuin kerjaan. Terima kasih, ya, Karin. Kamu bagaikan malaikat yang datang dihidupku” ucap Sira kepada Karin dengan rasa lega dan penuh dengan terima kasih.

“Kamu bisa aja, Sira. Iya, sama-sama. Kalau begitu kamu besok ikut aku ke kantor, ya, untuk mulai bekerja,” kata Karin kepada Sira dengan senyum yang manis.

Dari kejadian ini, Sira dapat belajar bahwa segala sesuatu akan datang tepat pada waktunya. Mungkin Tuhan ingin melihat sampai mana perjuangan Sira untuk mencapai keinginannya. Sira juga berterima kasih kepada ibunya karena telah memberikannya nasihat, sehingga dia bisa lebih ikhlas. Akhirnya Sira memutuskan untuk kembali pulang dan bersiap-siap agar memulai rutinitas barunya di esok hari dengan perasaan lega.

Baca Juga: Ternyata, Kampusku Tak Aman dari Pungli /5/

Editor       : Fadillah Hanum 

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles