
Medan, Dinamika Online–Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Cabang Sumatera Utara memperingati Hari Pers Nasional (HPN) dengan menggelar diskusi bertajuk “Jurnalis Perempuan di Era Digital” pada Selasa, 10 Februari 2026, di Serayu Cafe and Space, Medan.
Ketua FJPI Sumut, Khairunnisa Lubis, mengatakan jurnalis perempuan di era digital harus menghadapi tantangan yang kompleks, mulai dari tuntutan kecepatan hingga risiko di lapangan. Menurutnya, tantangan tersebut juga membuka peluang besar bagi perempuan untuk berkontribusi lebih luas di dunia jurnalistik.
Baca Juga: Atmaloka Theater Monolog Hadirkan “Bias Lampu Kota” di Medan
“Di era digital, perempuan harus cepat dan fokus dalam bekerja. Meski demikian, diskriminasi masih terjadi, terutama dalam posisi strategis seperti pimpinan redaksi yang masih didominasi laki-laki,” katanya.
Di sisi lain, Ketua FJPI Pusat, Khairunnisa Lubis, mengapresiasi kegiatan ini yang diisi dengan diskusi intelektual dan edukatif. Ia menilai diskusi menjadi ruang untuk meningkatkan kapasitas jurnalis perempuan. Menurutnya, jurnalis perempuan memiliki peran dalam menghadirkan suara perempuan dan kelompok rentan yang selama ini kerap terpinggirkan.
“Sebagai pekerja intelektual, sudah sepatutnya HPN diisi dengan diskusi yang bisa mengembangkan ide dan kualitas kerja jurnalistik kita. Jika terdapat narasumber laki-laki, usahakan juga menghadirkan narasumber perempuan. Itu langkah sederhana untuk memberikan ruang yang adil di media,” ujarnya.
Sementara itu, Lian Zalukhu, selaku anggota Aliansi Sumut Bersatu, yang juga merupakan peserta talk show FJPI menuturkan jurnalis perempuan memiliki empati yang kuat dalam mengangkat isu-isu sensitif, seperti kekerasan seksual dan keberagaman.
“Tantangan yang dihadapi jurnalis perempuan justru bisa menjadi peluang untuk menyuarakan kasus-kasus yang selama ini tidak terdengar, terutama bagi korban perempuan,” tuturnya.
Terakhir, ia berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi ruang edukatif dan motivatif bagi jurnalis perempuan muda, khususnya pers mahasiswa, agar semakin berani dan kritis dalam menjalankan profesi jurnalistik di era digital.
“Semoga kegiatan ini dapat menjadi ruang edukatif dan motivatif, khususnya bagi jurnalis perempuan muda seperti pers mahasiswa, agar semakin berani dan kritis dalam menyuarakan kebenaran serta menjalankan profesi jurnalistik, terutama di era digital,” ucapnya.
Baca Juga: Ulil Albab Dirikan Rumah Baca untuk Meningkatkan Literasi Anak
Reporter: Afriana Alawiah. AR dan Sri Wulan Dwi Utari Purba
Editor: Dinda

