
Medan, Dinamika Online–Back to Muslim Indentity (BMI) Community mengadakan acara Liqa’ Syawal Muslimah dengan tema “Saatnya Pemuda Kembali ke Fitrah”. Acara ini dilaksanakan pada Sabtu, 13 Mei 2023 di Gedung Madinah Al-Munawarah Lt. 5 Asrama Haji, Medan.
Dengan mengusung tema tentang pemuda, Sri Cahya Wahyuni selaku pembicara menyampaikan keprihatinan terhadap pemuda yang jauh dari Islam. Ada beberapa faktor, salah satunya sistem pendidikan. Sekularisasi pendidikan dengan mengurangi materi Islam di madrasah dan pesantren-pesantren.
Baca Juga: FEBI UIN SU Adakan Kuliah Umum Bersama BPKP Goes to Campus
“Bicara tentang pemuda di zaman sekarang sangat memprihatinkan. Mereka sangat jauh dari Islam, mereka tidak mengenal agamanya sendiri. Sejatinya fitrah pemuda itu adalah mengenal Islam, menerima syariat, dan keimanan. Faktor tersebut terjadi akibat dari sekularisasi terhadap sistem pendidikan itu sendiri,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sri berharap kepada pemuda komunitas untuk mengajak sesama agar selalu melakukan kegiatan positif. Mengajak mereka secara baik-baik seperti melakukan kegiatan diskusi tentang Islam, tadabur alam, dan kegiatan lain agar lebih mengenal Islam
“Memang seharusnya sesama pemuda untuk saling mengingatkan, sebab mereka akan lebih mendengarkan pendapat sesamanya daripada orang tua. Apalagi kalau saya sendiri yang menyampaikan mungkin mereka enggan mendengarkannya. Banyak kegiatan yang dapat dilakukan untuk menarik pemuda agar mengenal Islam, seperti melakukan kegiatan diskusi, tadabur alam, dan lain sebagainya,” harapnya
Salah satu peserta yang berasal dari komunitas Sekolah Perempuan Mahabbah mengatakan acara ini sangat menarik untuk mendukung cara berpikir pemuda, mengingat pemuda zaman sekarang sudah jauh dari Islam.
“Acara ini sangat menarik dan mendukung cara berpikir pemuda, apalagi peserta di acara ini kebanyakan dari kalangan pemuda. Mengingat mirisnya akidah dan akhlak pemuda zaman sekarang, sudah sepatutnya pemuda yang merupakan calon generasi harus peduli dan memperjuangkan agama Islam,” kata Dina.
Baca Juga: Begini Tanggapan Peserta Diskusi AJI tentang Independensi Media
Reporter: Cici Hardiyanti dan Eka Septiana
Editor: Nisrina Ardra Hafizha

