
Medan, Dinamika Online–Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Chapter Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar Diplofair 2025 guna meningkatkan kesadaran publik terhadap isu diplomasi. Acara yang berlangsung pada 27–28 Agustus 2025 di Pelataran Gedung Pancasila USU turut menghadirkan Konsul Jenderal (Konjen) dari India dan Singapura.
Rangkaian acara Diplofair mencakup kompetisi paper dan poster, talkshow internasional oleh Dosen dan Konjen dari India serta Singapura, expo diplomasi, sesi one-on-one dengan konjen, serta gastro diplomasi berupa bazar UMKM yang mendukung ekonomi lokal.
Theodora F.M Sibuea, Main Projecf Leader, menjelaskan latar belakang kegiatan ini. Diplofair 2025 menjadi ajang pertama di Sumut yang lahir dari kemenangan tim FPCI di lomba Indonesian Organization Chamber (IOC).
Baca Juga: Masyarakat Turut Antusias Ikuti Sekolah Politik Cresshome
“Awalnya Diplofair ini dari Diraction Of Branding (DOB) yang menang lomba IOC. Setelah menang, program yang dibuat untuk lomba direalisasikan di tahun ini dengan dana dari kemenangan tersebut. Semua persiapan dilakukan dari nol karena belum ada contoh sebelumnya di Sumut,” jelasnya.
Lebih lanjut Theodora menambahkan, Diplofair hadir sebagai wadah edukasi dan festival bagi anak muda untuk mengenal diplomasi dan hubungan internasional, dengan tema teknologi dan diplomasi, agar peserta makin memahami isu global.
“Intinya, kami ingin meningkatkan awareness tentang diplomasi di Sumut. Anak muda harus tahu pentingnya hubungan internasional. Selain itu, acara ini juga memperkenalkan teknologi sebagai bagian dari diplomasi, agar peserta bisa belajar melalui interaksi langsung,” tambahnya.
Sementara itu, Jacquelijn Patricia, Presiden FPCI USU 2025-2026, mengatakan, sebagai acara perdana, Diplofair 2025 menghadapi tantangan karena belum ada standar baku penyelenggaraan. Panitia harus menentukan prosedur, target, serta check point, agar seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan memberi pengalaman maksimal bagi peserta.
“Karena ini perdana, kami belum punya standar jelas. Kami juga baru pertama kali mengundang konsulat dan membuat bazar di FPCI USU. Semua prosedur, target, dan cek poin harus ditetapkan sendiri. Tim harus diberdayakan karena mereka meluangkan waktu beberapa bulan untuk mempersiapkan acara ini,” katanya.
Lanjut, Jacquelijn berharap acara ini bisa menjadi agenda tahunan yang mana nantinya dapat memberi kesempatan bagi mahasiswa lintas fakultas untuk belajar diplomasi, soft skill, dan hard skill secara langsung.
“Semoga Diplofair bisa long last dan menjadi ruang kolaborasi. Anak muda bisa ikut ambil bagian dalam diplomasi, belajar soft skill dan hard skill, serta memahami bahwa kebijakan politik dan hubungan internasional bukan hal eksklusif, tetapi bisa diakses semua mahasiswa lintas fakultas,” harapnya.
Baca Juga: Aksi Berlangsung Ricuh, Polisi Lakukan Tindakan Pembubaran
Reporter: Hadist Sulistiawati dan Fadillah Hanum
Editor: Muhammad Daffa


keereen bangeett
Terima kasih kak