
Medan, Dinamika Online–Pers Mahasiswa (Persma) Pijar Universitas Sumatera Utara (USU) berkolaborasi dengan Voice of Forest, adakan Concert Talk: Launching Buku berjudul “Hope: A Quiet for Harmony between Humans and Wild Animals”, sekaligus diskusi tren perdagangan satwa liar dilindungi 2023. Acara ini dilaksanakan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) USU, pada Rabu, 5 Juni 2024.
Baca Juga: Pemilihan Sema-U Dema-U Sempat Tertunda, Kesiapan KPUM Dipertanyakan
Wakil Dekan I FISIP USU, Husni Thamrin, S.Sos., M.S.P. berharap kegiatan ini bisa bermanfaat dan memberikan wawasan kepada mahasiswa FISIP, dan menjadi bagian kerja sama yang berkelanjutan di masa depan.
“Mudah-mudahan kegiatan ini bisa bermanfaat dan memberikan wawasan kepada mahasiswa FISIP. Selain itu, saya berharap kegiatan ini bisa menjadi bagian kerja sama yang berkelanjutan di masa depan,” harapnya.
Di sisi lain, Yuli Kezia Maharani sebagai Pemimpin Umum Pijar USU mengatakan alasan penulis membuat buku “Hope” tersebut, yakni karena banyaknya satwa liar yang harusnya dilindungi, namun menjadi korban akibat ulah manusia tak bertanggungjawab. Bahkan, terjadi pembantaian terhadap hewan yang harus dilindungi tersebut. Hal-hal seperti itulah yang menjadi penyebab banyaknya hewan yang musnah.
“Alasan penulis membuat buku ini dikarenakan banyaknya satwa liar yang seharusnya dilindungi, namun menjadi korban akibat ulah manusia. Selain itu, tempat tinggal satwa liar juga sudah mengalami pembabatan, dan dijadikan tempat umum seperti sekolah dan perkebunan. Sehingga satwa liar ini kehilangan tempat tinggal,” katanya.
Lebih lanjut, Yuli berharap ke depannya harus makin peduli terhadap bagaimana perdagangan maupun pemburuan satwa liar. Sehingga kita paham bahwa satwa liar yang dilindungi ini makin banyak diperdagangkan dan diburu, nantinya ini berdampak pada ekosistem kehidupan sehari-hari.
“Harapannya juga kita makin peduli terhadap bagaimana perdagangan maupun pemburuan satwa liar ini. Sehingga, kita semua paham bahwa satwa liar yang dilindungi ini makin banyak diperdagangkan dan diburu. Ini berdampak juga di ekosistem kehidupan kita sehari-hari,” lanjutnya.
Baca Juga: Divisi Redaksi LPM Dinamika UIN SU Adakan Jus Aksi ke Kompas TV Medan
Reporter : Nafiis Satria Pratama dan Khairussyifa Auliya
Editor : Fadillah Hanum

