Medan, Dinamika Online–Kebebasan memilih kelompok dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2023 UIN SU dimanfaatkan oleh oknum untuk melakukan penipuan kepada mahasiswa. Hal ini dibuktikan oleh unggahan tangkapan layar Narahubung Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M,) Fachrul Riza, di grup Telegram KKN UIN SU 2023 pada Kamis, 8 Juni 2023.
Tangkapan layar tersebut berisi percakapan antara oknum dengan korban penipuan, salah satu oknum menggunakan nama Wahyuni H. Dalam percakapan tersebut, Wahyuni meminta uang kontribusi sebesar Rp850.000,00.
“Jika berkenan untuk bergabung, silakan kirim KHS, KRS, dan Vaksin 2. Membayar kontribusi untuk kas kelompok (baju dan perlengkapan) ke nomor dana bendahara kelompok 082193791114 atas nama Wahyuni sebesar Rp850.000,00. Tautan grup untuk yang sudah paten, Kak. Regulasi tersebut atas kesepakatan pada rapat hari Minggu,” kata oknum dalam tangkapan layar.
Baca Juga: UIN SU Mengabdi Rancang Sistem KKN Terbaru
Dalam tangkapan layar tersebut, korban yang tidak diketahui identitasnya itu mengaku terdesak dan ingin segera mendapatkan kelompok. Namun, setelah mengirimkan uang muka, korban langsung diblokir oleh Wahyuni.
“Pada grup KKN di Telegram susah mencari kelompok untuk perempuan. Lalu, ada tawaran yang menerima perempuan tetapi syaratnya harus kirim uang muka. Katanya untuk kejelasan grup, setelah dikirim malah diblokir,” ungkapnya.
Facrul Riza selaku narahubung KKN UIN SU 2023 mengimbau agar mahasiswa tidak mudah tertipu dan berhati-hati jika ada transaksi di luar ketentuan. Pada dasarnya, KKN ini mempermudah mahasiswa bukan malah menyusahkan.
“Ini salah satu bentuk penipuan, ya. Dimohon kepada teman-teman semua untuk tidak mudah percaya, KKN ini tidak sesulit apa yang dibayangkan. Mari kita ciptakan budaya Kuliah Kerja Nyata yang kondusif, tidak suntuk, dan bahagia,” imbaunya.
Nurul Izzah Rangkuti salah satu Mahasiswa Semester VI Jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) mengaku miris terhadap perbuatan oknum yang memanfaatkan keadaan KKN 2023, serta menimbulkan keresahan mahasiswa.
“Sedih dan miris sekali melihat perbuatan orang-orang sekarang, memanfaatkan segala situasi untuk kepentingan pribadi, bahkan tidak peduli itu akan merugikan orang lain atau tidak. Harapannya, ke depan mahasiswa harus lebih selektif dalam menerima informasi terutama hal sensitif seperti mengenai biaya kontribusi,” ujarnya.
Baca Juga: Dampak Sistem KKN Terbaru, “Akhi-Akhi” UIN SU Jadi Rebutan?
Reporter : Desi Amelia dan Widia Usada
Editor : Nisrina Ardra Hafizha

