Mahasiswa Terkendala Kelompok KKN, Kepala Pusat PKM Sampaikan Solusinya

- Advertisement - Pfrasa_F
(Kamerawan: Fathurrahman)

Medan, Dinamika Online–Sejumlah mahasiswa mengaku cemas tidak mendapatkan kelompok saat Kuliah Kerja Nyata (KKN) mulai dilaksanakan. Menanggapi hal tersebut, Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), Putra Apriadi Siregar, S.K.M., M.Kes., memberikan solusi melalui wawancara pada Sabtu, 17 Mei 2025.

Dalam wawancaranya, Putra menjelaskan bahwa permasalahan utama dalam pelaksanaan KKN Reguler biasanya terjadi apabila mahasiswa tidak mendaftar ataupun tidak mengetahui lokasi penempatan KKN-nya.

Baca Juga: UIN SU Langsungkan Wisuda ke-85, Tuai Tanggapan Orang Tua Wisudawan

”Sebenarnya, yang menjadi masalah itu kalau mahasiswa tidak mendaftar dan tidak tahu di mana lokasi KKN-nya. Terapi kalau sudah tahu lokasinya, masih bisa kita sesuaikan. Jangan sampai sudah menuju lokasi KKN, tetapi masih bingung karena belum mendaftar. Jadi yang penting, daftarlah terlebih dahulu,” jelasnya.

Ia menambahkan, setelah mahasiswa mengisi formulir pendaftaran, pihaknya dapat mengetahui siapa saja yang belum memiliki kelompok. Mahasiswa yang belum memiliki kelompok nantinya akan dimasukkan ke kelompok yang masih kekurangan anggota, dengan mempertimbangkan lokasi tempat tinggal mereka, agar lebih efisien secara ekonomi.

”Setelah mengisi Google Form, ada pertanyaan apakah sudah memiliki kelompok atau belum. Kalau belum, nanti akan dimasukkan ke kelompok yang masih belum lengkap. Saya akan konfirmasi ke ketua kelompok jika ada anggota yang akan ditambahkan. Penempatan juga berdasarkan domisili mahasiswa, agar secara ekonomi tidak terlalu membebani,” tambahnya.

Sementara itu, Jihan Oka, Mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara (HTN) Semester VI mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi yang ia terima, penentuan lokasi dan pembentukan tim KKN dilakukan secara mandiri oleh mahasiswa.

”Sejauh ini, dari kabar yang beredar, tim dan lokasi KKN dicari sendiri. Jadi saya dan teman-teman sudah membentuk kelompok masing-masing, agar saat KKN nanti bisa lebih akrab dan mudah menjalankan program kerja,” ungkapnya.

Baca Juga: FEBI UIN SU Alihkan Perkuliahan Daring, Tuai Tanggapan Mahasiswa

Reporter: Salwa Husny Aprilia dan Rizkiani Fadhila

Editor: Muhammad Daffa

- Advertisement -

3 KOMENTAR

  1. KKN Mandiri lebih bagus dilaksanakan, karena kemungkinan jikalau KKN mandiri dibuat groupnya pasti rata-rata anggotanya milih tempat KKN di sekitar daerahnya masing-masing. Nah maka dari situ karena di daerah perkampungan mungkin UINSU belum terkenal, nanti dari anggota KKN diadakan sosialisasi tentang UINSU mungkin ada kemajuan.

  2. Menurut saya benar lebih baik milih sendiri orang” nya agar pelaksanaan nya itu lebih mudah program yg dibuat juga berjalan dengan lancar. Sedangkan sudah kenal aja bisa aja tidak sepemikiran apalagi ketika dipilihin yg kita tidak ada yg tau watak orang didalamnya itu membuat perpecahan, lebih baik milih sendiri kelompok kkn sesuai yang dibilng dilakukan secara mandiri.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles