Mahasiswa KKN UINSU Gelar Gerakan Mengaji, Tanamkan Akhlak dan Toleransi Beragama di Desa Sampe Raya

- Advertisement - Pfrasa_F
(Foto: Dok. Istimewa)

Langkat, Dinamika Online–Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) mengadakan program Gerakan Mengaji (Germaji) di Desa Sampe Raya, Kecamatan Bahorok, kegiatan ini berlangsung rutin selama satu bulan penuh, setiap senin, selasa, dan rabu. Tujuan dari program ini untuk meningkatkan semangat literasi Al-Qur’an serta memberikan pemahaman mengenai pentingnya akhlak mulia dan nilai toleransi dalam kehidupan beragama di era modern.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN mengajak anak-anak, remaja serta ibu-ibu di desa untuk belajar membaca Al-Qur’an secara bertahap, mulai dari pengenalan huruf hijaiyah, memperbaiki tajwid, hingga melatih kelancaran membaca. Selain mengajar mengaji, mahasiswa juga menyampaikan diskusi singkat tentang akhlak, seperti menjaga sopan santun, menghormati orang tua, serta pentingnya saling tolong-menolong di tengah masyarakat.

Tak hanya itu, tema modernisasi beragama juga menjadi topik penting yang diangkat dalam program ini. Mahasiswa KKN mengajak masyarakat untuk memahami bahwa perkembangan zaman harus diimbangi dengan sikap bijak, termasuk menjaga toleransi antar umat beragama, menghormati perbedaan, dan mengutamakan kerukunan sebagai kunci terciptanya lingkungan yang damai.

Baca Juga: Perkuliahan Luring di Hari Jumat Kembali, UIN SU Terbitkan Surat Edaran

Ketua Pengajian Mushola Nurul Amal Desa Sampe Raya, Ibu Nimas, mengaku sangat terbantu dengan adanya program Gerakan mengajar mengaji ini karena mampu untuk menumbuhkan semangat Masyarakat di desa ini untuk memperbaiki bacaan al-qur’an sekaligus dapat memperdalam pemahaman tentang akhlak dan pentingnya toleransi dalam kehidupan beragama.

“Selama sebulan terakhir, suasana pengajian di desa terasa lebih hidup. Anak-anak bukan hanya belajar membaca Al-Qur’an, tetapi juga diajak memahami akhlak dan sikap toleransi. Inilah yang sebenarnya dibutuhkan, mengaji bukan hanya soal bacaan, tapi juga bagaimana nilai Al-Qur’an bisa hadir dalam keseharian,” ujarnya.

Sementara itu salah seorang warga yang mengikuti kegiatan Germaji (Gerakan Mengaji) Ibu Surti, mengapresiasi Gerakan Mengaji yang digagas mahasiswa KKN. Menurutnya, program ini membuat dirinya dan juga anak-anak lebih semangat belajar Al-Qur’an, orang tua mendapat pencerahan, serta dapat menguatkan akhlak dan kerukunan antar warga yang ada di desa.

“Awalnya saya hanya ingin memperbaiki bacaan Al-Qur’an, tetapi ternyata saya juga mendapat ilmu tambahan tentang akhlak dan cara menyikapi perbedaan dengan bijak. Rasanya bukan hanya anak-anak yang belajar, kami para orang tua pun ikut tercerahkan,” katanya.

Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN UINSU berharap masyarakat Desa Sampe Raya semakin cinta Al-Qur’an, berakhlak mulia, dan mampu menerapkan nilai toleransi dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tercipta lingkungan yang harmonis, damai, dan berkeadaban.

Baca Juga: UIN SU Selenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Dasar untuk UKK/UKM dan Ormawa

Reporter: Fahri Ramadhan

Editor: Safna Dawita

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles