
Medan, Dinamika Online–Mahasiswa UIN SU berhasil meraih dua medali perak pada ajang 5th International Youth Summit 2026 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 30 Mei 2026. Prestasi tersebut diraih melalui inovasi di bidang pariwisata inklusif dan pendidikan digital yang bersaing dengan peserta dari berbagai negara.
Dilansir dari laman uinsu.ac.id, Rektor UIN SU, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag., mengapresiasi capaian mahasiswa yang berhasil membawa pulang dua medali perak pada ajang internasional tersebut. Menurutnya, prestasi itu menjadi bukti bahwa mahasiswa UIN SU mampu bersaing dan berkontribusi di tingkat global.
Baca Juga: Prodi Sejarah Peradaban Islam UIN SU Raih Akreditasi Unggul
“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa UIN SU memiliki daya saing global dan mampu berkolaborasi dalam menghasilkan gagasan-gagasan kreatif yang menjawab berbagai tantangan masa depan. Semoga capaian ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan membawa nama baik UIN SU di berbagai forum internasional,” ujarnya.
Menanggapi capaian tersebut, salah satu mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) sekaligus anggota delegasi, Jefri Geovani, mengaku keberhasilan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi timnya. Ia mengatakan, raihan dua medali perak di ajang internasional itu berada di luar ekspektasi mereka.
“Jujur, kami tidak menyangka bisa mendapatkan dua medali perak sekaligus karena hasil ini melebihi ekspektasi kami. Di sisi lain, kami juga melihat banyak universitas bergengsi yang menjadi pesaing dalam kompetisi ini,” tuturnya.
Jefri menjelaskan, keputusan mengikuti kompetisi tersebut dipengaruhi oleh waktu pelaksanaannya yang bertepatan dengan masa libur kuliah sehingga tidak mengganggu kegiatan akademik. Selain itu, lokasi penyelenggaraan di Malaysia dinilai cukup familiar bagi timnya.
“Sebenarnya lebih kepada alasan pribadi. Kami melihat waktu pelaksanaan lomba ini bertepatan dengan masa libur kuliah sehingga tidak akan mengganggu kewajiban akademik. Lokasi pelaksanaan di Malaysia juga menjadi pertimbangan karena salah satu rekan kami pernah berlibur ke sana, sehingga kami tidak akan terlalu kesulitan beradaptasi ketika tiba,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa kemampuan berbahasa Inggris menjadi tantangan terbesar selama mengikuti 5th International Youth Summit 2026. Meski demikian, ia berharap pencapaian tersebut dapat menjadi langkah awal untuk meraih prestasi lain di tingkat nasional maupun internasional.
“Kami menganggap kemampuan bahasa Inggris menjadi tantangan terbesar karena seluruh presentasi dalam 5th International Youth Summit mengharuskan peserta menggunakan bahasa Inggris. Saya berharap, pencapaian ini dapat menjadi langkah awal untuk melangkah lebih jauh pada berbagai kompetisi lainnya, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ucapnya.
Baca Juga: SEMA-U UIN SU 2026 Rancang Program Kerja Berbasis Aspirasi Mahasiswa
Reporter: Khairussyifa Auliya dan Andika Pratama Putra
Editor: Tengku Wafa’ Alifah

