
Medan, Dinamika Online–Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU) kembali menggelar pembekalan kedua bagi mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler melalui siaran langsung di kanal YouTube @PusatPKMUINSU pada Senin, 6 Juli 2026. Kegiatan tersebut bertujuan mematangkan kesiapan peserta sebelum diterjunkan ke lokasi KKN.
Dalam paparan materinya, dosen Psikologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UIN SU, Salianto, menekankan pentingnya moderasi beragama sebagai bekal mahasiswa selama menjalankan KKN. Menurutnya, sikap menghargai perbedaan menjadi kunci dalam membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat selama pelaksanaan KKN.
Baca Juga: UIN SU Gelar Pembekalan Perdana bagi Mahasiswa KKN Reguler
“Yang dimoderasi itu adalah sikap kita sebagai pemeluknya, bukan isi agamanya. Kita tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain dan harus menghormati kearifan budaya lokal di tempat KKN,” ujarnya.
Sementara itu, dosen Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU), Dr. Maulana Andinata Dalimunthe, mengingatkan peserta agar menjaga etika komunikasi selama menjalankan pengabdian. Ia menilai keberhasilan KKN tidak hanya ditentukan oleh program kerja, tetapi juga oleh kemampuan mahasiswa membangun kedekatan serta memahami kebutuhan masyarakat.
“Datang sebagai tamu, pulang sebagai keluarga. Kunci dari pengabdian yang sukses adalah kerendahan hati untuk belajar dari masyarakat, bukan sekadar menggurui, serta mampu mendengarkan kebutuhan warga dengan baik,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Albihar Alamsyah, mahasiswa Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) semester VI, mengaku pembekalan kedua memberikan pemahaman baru mengenai moderasi beragama dan etika komunikasi. Menurutnya, materi yang disampaikan menjadi bekal bagi mahasiswa untuk berinteraksi dengan masyarakat secara santun serta menghargai perbedaan.
“Saya memahami bahwa moderasi beragama bukan hanya tentang menghormati agama lain, tetapi juga tidak bersikap berlebihan terhadap agama sendiri. Kami juga dibekali cara berkomunikasi dengan masyarakat serta menghargai perbedaan budaya dan adat di lokasi KKN,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan, pembekalan tersebut membuatnya lebih siap menjalani KKN karena materi yang diberikan dinilai relevan dengan kondisi di lapangan. Ia berharap pengalaman pengabdian nantinya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi sarana penerapan ilmu yang diperoleh selama kuliah.
“Kami akan memulai dengan membangun pendekatan dan berdiskusi mengenai kebutuhan masyarakat agar program kerja yang disusun tepat sasaran. Saya berharap KKN ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi kami sebagai mahasiswa,” lanjutnya.
Baca Juga: UIN SU Umumkan Hasil UM-PTKIN 2026, Calon Mahasiswa Sampaikan Rasa Syukur
Reporter: Andika Pratama Putra dan Silvia Rida Yanti
Editor: Ummy Syafitri

