
Penulis: Raja Nasrullah Fajrillah
Kecemasan dan stres sering kali menjadi hal yang menghantui sehari-hari di tengah kesibukan dan kompleksitas kehidupan modern. Rasa cemas yang berlebihan dapat menghambat aktivitas dan mengganggu kualitas hidup kita. Stres adalah bagian dari kehidupan manusia. Setiap orang pasti pernah merasakan stres dengan tingkat intensitas dan frekuensi stres yang berbeda-beda. Ternyata, hewan juga bisa mengalami stres. Ketika mereka menghadapi bahaya yang mengancam, mereka tahu bahwa mereka harus lari atau bersembunyi. Orang yang mengalami stres juga mudah dikenali, terutama di dunia modern ini. Kita dengan mudah melihat fenomena stres di tempat kerja, kampus, sekolah, bahkan di rumah.
Baca Juga: Addin 442: Larangan Berpacaran
Sebagai umat muslim, kita memiliki petunjuk dan solusi yang terdapat dalam Al-Qur’an dan Hadis untuk menghadapi masalah ini. Mungkin kita akan terus menghadapinya dengan berbagai perasaan yang berbeda. Ada yang mungkin merasa pasrah, ada yang berharap jalan keluar, merasa putus asa, atau mungkin ada cara lain yang mereka pilih. Akan tetapi, jangan lupa bahwa setiap manusia selalu dihadapkan pada cobaan dan tantangan dalam hidupnya.
Ada beberapa strategi-strategi islami yang dapat membantu membangun kekuatan mental dan mengatasi stres serta kecemasan, di antaranya:
- Mengingat Allah Swt.
Hal pertama dan paling penting adalah selalu mengingat Allah dengan mengingat Allah hati kita akan diberikan ketenangan dan kekuatan yang luar biasa. Ketenangan hati adalah sesuatu yang sering kita idamkan dalam kehidupan ini. Kehidupan penuh dengan tekanan, stres, dan kekhawatiran, yang sering membuat hati kita cemas dan khawatir.
Ada banyak bukti yang menjelaskan betapa pentingnya bagi seseorang untuk selalu mengingat Allah, setiap tindakan yang kita lakukan akan terjaga dari perbuatan dosa karena kita yakin bahwa Allah selalu mengawasi kita.
Bahkan dalam Al-Qur’an, surat Al-Baqarah ayat 152, ada anjuran untuk mengingat Allah dan Dia mengatakan “Maka, ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku”.
Dengan berzikir secara konsisten, umat Islam dapat memperkuat hubungan spiritualnya dengan Allah. Zikir merupakan salah satu cara untuk mengingat dan memuji Allah dalam segala kondisi, sehingga dapat membantu umat Islam untuk tetap tenang dan sabar dalam menghadapi cobaan hidup. Selain itu, membaca ayat-ayat Al-Qur’an yang menenangkan jiwa seperti surat Al-Falaq, An-Nas, dan Al-Ikhlas juga dapat memberikan ketenangan dan kekuatan bagi umat Islam dalam menghadapi segala masalah dan tantangan.
Tidak hanya itu, melakukan kebaikan kepada sesama juga merupakan salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dengan membantu sesama, umat Islam dapat merasakan kehadiran Allah dalam setiap tindakan kebaikan yang dilakukan. Hal ini juga merupakan bentuk pengingat kepada diri sendiri bahwa Allah senantiasa melihat dan mengawasi setiap perbuatan yang dilakukan, sehingga umat Islam akan lebih berhati-hati dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, membaca zikir, membaca ayat-ayat Al-Qur’an yang menenangkan jiwa, dan melakukan kebaikan kepada sesama, umat Islam dapat merasakan kehadiran Allah yang lebih dekat dan mendapatkan keberkahan dalam setiap langkah hidupnya.
2. Menjaga Salat dan Ibadah
Salat dan ibadah adalah cara untuk mendekatkan diri kepada Allah. Ketika salat, kita sepenuhnya fokus pada-Nya dan menyampaikan segala keluh kesah. Semua orang sudah tahu bahwa salat memiliki banyak keutamaan dan keistimewaan dibandingkan dengan ibadah lain dalam Islam. Salat juga merupakan kewajiban pertama yang diperintahkan langsung oleh Allah dan disampaikan kepada Nabi Muhammad Saw. saat peristiwa Isra dan Mikraj.
Salat sebenarnya adalah salah satu cara yang ekonomis dan praktis untuk mengatasi stres. Melakukan salat setiap hari ternyata dapat menjadi sarana untuk menyegarkan pikiran. Jika melaksanakan salat dengan penuh khusyuk, kita akan memiliki kestabilan emosi yang kuat. Salat juga mampu membawa ketenangan dalam diri. Mengapa hal ini bisa terjadi?
Salat memiliki kaitan yang erat dengan otak manusia. Ibadah ini dapat meningkatkan fungsi otak, memperkuat otak yang lemah, dan menyegarkan otak yang lelah. Salat adalah cara terbaik untuk menyegarkan kembali otak yang lelah. Bahkan, salat sangat berhubungan dengan kesehatan otak. Merawat kesehatan otak, mengintegrasikannya dengan tubuh, dan menjaga hati dan jiwa sama pentingnya dengan rutin beribadah dan menjaga khusyuk dalam beribadah. Beribadah yang benar dapat meningkatkan kesehatan otak.
Shalat sunah juga dapat memberikan kesegaran pada otak. Menurut Prof. Dr. Mohammad Sholeh, kortisol, dalam tubuh manusia menunjukkan tingkat stres yang dialami seseorang. Hormon kortisol yang tinggi menandakan bahwa seseorang sedang stres, kekebalan tubuh yang lemah, kondisi kesehatan yang buruk, dan rentan terhadap penyakit. Sebaliknya, hormon kortisol yang rendah menunjukkan bahwa seseorang memiliki kekebalan tubuh yang meningkat, pikiran yang jernih, dan kontrol emosi yang baik.
Menurut penelitiannya, Mohammad Sholeh menemukan bahwa orang yang rutin melakukan salat Tahajud memiliki tingkat kortisol yang lebih rendah, menunjukkan ketahanan tubuh yang kuat, dan kemampuan individu yang tangguh.
Pelaksanaan ibadah-ibadah tersebut dengan ikhlas dan konsisten, seseorang dapat merasakan manfaatnya secara langsung dalam menjaga keseimbangan mental dan spiritual. Selain itu, ibadah-ibadah tersebut juga dapat membantu seseorang untuk lebih dekat dengan Allah dan meningkatkan keimanan serta ketakwaan.
3. Membaca Al-Qur’an
Membaca Al-Qur’an dengan penuh tadabur dapat memberikan ketenangan dan kedamaian bagi hati dan pikiran. Memahami dan menghayati Al-Qur’an dengan tenang, dapat mengurangi rasa cemas, menjernihkan pikiran, dan merasakan kelegaan dalam jiwa.
Baca Juga: Addin 441: Dimuliakan karena Ilmu
Biodata Penulis:
- Nama : Raja Nasrullah Fajrillah
- Jurusan : Akuntansi Syari’ah
- Fakultas : Ekonomi dan Bisnis Islam
- Semester : IV
- Instagram : @rjnas
- Facebook : Nas
Editor: Ranum Aisyah

