
Penulis: Fahira Rahma Hani
Al-Qur’an bukan hanya kitab suci umat Islam, tetapi juga pedoman hidup yang penuh makna dan pelajaran bagi siapa pun yang ingin merenungkannya. Di antara 114 surah Al-Qur’an, ada satu surah yang memiliki keutamaan khusus, yakni Surah Al-Mulk. Surah ini sering disebut juga sebagai “Al-Mani’ah” atau “Al-Munjiyah” (Maha Pelindung), karena kemampuannya yang istimewa untuk memberikan syafaat dan perlindungan bagi pembacanya, terutama dari siksa kubur.
Surah ke-67 dalam Al-Qur’an ini terdiri dari 30 ayat dan merupakan bagian dari juz 29 (juz Tabarak), yang secara umum berisi tentang peringatan terhadap akhirat, keagungan Allah, serta ancaman bagi mereka yang mengingkari-Nya.
Baca Juga: Addin 472: Hijrah Itu Bukan Tren, Tapi Perjalanan Pulang
Surah Al-Mulk memiliki makna yang sangat dalam, bahkan sejak awal ayat pertama. Kalimat pembuka “Tabārakalladzī biyadihil-mulku wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr” yang berarti “Maha Suci Allah yang di tangan-Nya-lah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu” langsung mengajarkan kepada kita tentang hakikat kepemilikan sejati dan kuasa mutlak Allah atas seluruh ciptaan.
Namun, bukan hanya dari sisi pesan yang dikandungnya, Surah Al-Mulk juga memiliki keutamaan-keutamaan spiritual yang ditegaskan dalam banyak hadis Nabi Muhammad Saw. Di antara keutamaannya yang paling dikenal adalah bahwa surah ini menjadi penyelamat dari siksa kubur dan pemberi syafaat di akhirat bagi orang yang rutin membacanya.
Dalam sebuah hadis riwayat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Saw. bersabda:
“Sesungguhnya ada satu surah dalam Al-Qur’an yang terdiri dari tiga puluh ayat, yang dapat memberi syafaat kepada seseorang hingga ia diampuni. Surah itu adalah: Tabarakalladzi biyadihil-mulk.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan dishahihkan oleh Al-Albani)
Hadis ini dengan jelas menyebutkan bahwa Surah Al-Mulk memiliki peran penting dalam memberikan syafaat, yakni pertolongan atau pembelaan yang bisa menjadi penyebab seseorang diampuni dosanya dan masuk surga. Ini menunjukkan bahwa membacanya bukan sekadar amal ringan, melainkan bisa berdampak besar terhadap keselamatan akhirat seseorang.
Keutamaan lain yang juga banyak diriwayatkan adalah perlindungan dari azab kubur. Dalam hadis lain dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah Saw. bersabda:
“Aku berharap surah Tabarak adalah penghalang dari azab kubur bagi orang yang membacanya setiap malam.” (HR. Al-Hakim dan Al-Mundziri, dinilai hasan oleh sebagian ulama).
Hadis ini menunjukkan bahwa rutinitas membaca Surah Al-Mulk setiap malam merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Bukan hanya karena keutamaannya di sisi Allah, tetapi karena surah ini memiliki pengaruh terhadap perjalanan ruh manusia setelah kematian. Seseorang yang membiasakan membaca Surah Al-Mulk dalam hidupnya, akan mendapati surah itu sebagai pelindung ketika ruhnya memasuki fase alam barzakh, fase yang setiap orang pasti akan menghadapinya.
Jika kita pahami lebih dalam isi Surah Al-Mulk, kita bisa memahami mengapa surah ini memiliki kedudukan istimewa. Di dalamnya, Allah menekankan keagungan penciptaan-Nya, kesempurnaan ciptaan langit dan bumi serta mengajak manusia untuk menggunakan akalnya dalam merenungi ciptaan tersebut. Surah ini juga menggambarkan secara gamblang keadaan orang-orang kafir di akhirat dan bagaimana mereka mengakui kesalahan mereka ketika azab telah datang.
Allah berfirman dalam Surah Al-Mulk ayat 10:
“Dan mereka berkata: ‘Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu), niscaya kami tidak termasuk penghuni neraka yang menyala-nyala.’”
Ayat ini menegaskan pentingnya merenungi dan memahami peringatan Allah, bukan hanya membacanya secara lisan. Oleh karena itu, membaca Surah Al-Mulk seharusnya tidak dilakukan sekadar sebagai rutinitas mekanis, tetapi disertai dengan niat yang ikhlas dan kesadaran ruhani. Ketika ayat-ayatnya direnungi, seseorang akan terbentuk rasa takut (khauf) kepada azab Allah, sekaligus harapan (raja’) akan ampunan-Nya.
Membiasakan membaca Surah Al-Mulk juga merupakan bentuk nyata dari kedekatan kita dengan Al-Qur’an. Dalam riwayat lain, Rasulullah Saw. sangat menekankan pentingnya interaksi rutin dengan Al-Qur’an. Beliau bersabda:
“Bacalah Al-Qur`an, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi pembacanya.” (HR. Muslim)
Maka dari itu, menjadikan Surah Al-Mulk sebagai bagian dari amalan harian, terutama sebelum tidur di malam hari, bisa menjadi bentuk cinta kita kepada Al-Qur’an sekaligus investasi abadi untuk kehidupan setelah kematian. Bahkan sebagian ulama menyebutkan bahwa Rasulullah Saw. sendiri tidak tidur sebelum membaca surah ini.
Tentu, keutamaan yang besar ini tidaklah dimaksudkan untuk membuat kita hanya berhenti pada membaca Surah Al-Mulk semata, melainkan menjadi pintu masuk untuk lebih mencintai Al-Qur’an secara keseluruhan. Karena setiap surah dalam Al-Qur’an memiliki keistimewaannya sendiri, namun Allah dengan kehendak-Nya menjadikan Surah Al-Mulk sebagai salah satu surah yang menyimpan rahmat dan perlindungan luar biasa. Maka, siapa pun yang mengharapkan keselamatan di dunia dan akhirat, sudah selayaknya menjadikan surah ini teman malamnya, teman perenungannya, dan teman setianya hingga ajal menjemput.
Baca Juga: Addin 471: Lentera Amalan Menuju Kehidupan Abadi

