Addin 476: Moral dan Iman, Pilar Generasi Muda

- Advertisement - Pfrasa_F
(Ilustrator: Sigit Bahuraksa)

Penulis : Terbit Rizkinta Ginting

Moral adalah prinsip baik buruk yang ada dan melekat dalam diri seseorang. Dalam Islam, moral merupakan terjemahan dari kata akhlak yang berasal dari bahasa Arab, yaitu isim mashdar dari kata akhlaqa, yukhliqu, ikhlaqan yang artinya budi pekerti atau kelakuan. Akhlak yang baik adalah cerminan keimanan seseorang. Rasulullah saw. sendiri diutus ke muka bumi dengan misi utama untuk menyempurnakan akhlak. Hal ini menunjukkan bahwa akhlak merupakan inti dari ajaran Islam. Dalam sebuah hadis, beliau bersabda:

Innama bu’itstu li utammima makarimal akhlaq

“Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Ahmad).

Baca Juga: Addin 475: Kesalehan Sosial di Era Digital: Sukai dan Bagikan atau Amal

Masalah moral pada remaja saat ini beragam. Banyak faktor yang memengaruhi terjadinya kemerosotan moral pada diri remaja. Salah satunya adalah globalisasi. Globalisasi membawa banyak perubahan dalam kehidupan masyarakat, mulai dari masuknya berbagai ideologi, teknologi, hingga kebudayaan yang dapat mengubah tatanan sosial. Globalisasi juga menghadirkan budaya dan informasi tanpa filter sehingga berpotensi menggeser nilai-nilai agama dan budaya lokal.

Al-Qur’an telah memperingatkan agar umat Islam menjauhi perbuatan keji dan merusak moral: “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan.” (QS. An-Nahl: 90)

Masalah moral ini telah menjadi perhatian manusia di mana saja, baik dalam masyarakat yang telah maju, maupun dalam masyarakat yang masih terbelakang. Hal ini disebabkan kerusakan moral seseorang dan mengganggu ketentraman sosial. Moral yang baik harus mencakup tiga komponen, yaitu pengetahuan moral, perasaan moral dan tindakan etis.

Kehidupan beragama remaja merupakan bagian dari kehidupan itu sendiri. Sikap atau tindakan seseorang dalam hidupnya yang bertumbuh dan berkembang sejak ia lahir, bahkan telah mulai sejak dalam kandungan. Semua pengalaman yang dilalui sejak dalam kandungan, mempunyai pengaruh terhadap pembinaan pribadi. Kehidupan beragama yang terjadi pada remaja terjadi dalam beberapa aspek, yaitu:

  1. Pertumbuhan pikiran dan mental,
  2. Perkembangan perasaan,
  3. Pertimbangan sosial,
  4. Perkembangan moral,
  5. Sikap dan minat.

Solusi Moral Berlandaskan Agama

Untuk mengatasi kerusakan moral remaja dapat dilakukan melalui beberapa upaya berikut:

  1. Menanamkan pendidikan karakter sejak dini. Karakter yang baik dapat dibentuk sejak dini melalui pendidikan formal dan lingkungan keluarga.
  2. Pemilihan teman bergaul dan lingkungan yang tepat. Pergaulan sangat memengaruhi karakter dari dalam diri seseorang, terutama pada tahap remaja yang mudah dipengaruhi oleh orang lain.
  3. Memanfaatkan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) dengan bijak. Tekonologi dapat memudahkan untuk mengakses informasi, namun harus diarahkan agar tidak digunakan untukk hal-hal yang merusak moral, seperti konten negatif.
  4. Menambah wawasan pendidikan moral dan mengembangkan karakter diri. Pendidikan tidak hanya menekankan prestasi akademik, namun harus juga diimbangi dengan pendidikan moral agar menjadi manusia yang cerdas serta berakhlak.
  5. Meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah Swt. karena segala perbuatan yang dilandasi iman dan taqwa akan menghindarkan dari perilaku negatif. Dengan kita mengingat dan menyadari bahwa ada Allah yang selalu mengawasi apapun yang kita lakukan, maka kita akan sadar bahwa apapun yang kita lakukan di dunia tentu ada konsekuensi serta pertanggung jawabannya di akhirat.

Moral yang baik tidak hanya diukur dari pengetahuan tentang benar dan salah, tetapi juga melibatkan perasaan dan tindakan nyata. Kehidupan beragama pada remaja berkaitan erat dengan perkembangan psikologis mereka. Perubahan fisik, mental, dan sosial yang dialami remaja memengaruhi pembentukan moral mereka. Peran keluarga, sekolah, tokoh agama, dan masyarakat sangat penting dalam memberikan pengalaman keagamaan dan membimbing mereka ke arah yang benar.

Kesimpulannya, kemerosotan moral remaja merupakan masalah serius yang tidak boleh diabaikan. Islam telah memberikan panduan yang jelas untuk membentuk akhlak mulia melalui pendidikan agama, penguatan iman, dan keteladanan. Dengan sinergi antara semua elemen masyarakat, remaja dapat diarahkan menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara. Moral yang baik bukan hanya melahirkan individu yang berkualitas, tetapi juga menciptakan masyarakat yang damai dan sejahtera.

Maka karena itu, moral dan kehidupan beragama itu sebaiknya ditanamkan dalam diri anak-anak sejak usia dini. Banyaknya kasus kemerosotan moral di Indonesia menjadi peringatan, bahwa perlu meningkatkan moral dan kehidupan beragama pada anak sejak dini melalui pendidikan moral dan etika.

Baca Juga: Addin 474: Generasi Muda Tanpa Arah? Solusi Islam bagi Generasi Muda yang bingung

Nama : Terbit Rizkinta Ginting

jurusan : Komunikasi Penyiaran Islam

Fakultas : Dakwah Dan komunikasi

Semester: VII

Editor: Aqlia Matslina Fattah

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles