Adakah Kebohongan yang Diperbolehkan dalam Islam?

- Advertisement - Pfrasa_F
(Foto: Dok. Internet freepik.com)

Penulis: Umaira Sabila

Bohong berarti menyampaikan sesuatu yang tidak benar atau berbeda dari fakta yang terjadi. Sering kali tanpa kita sadari, berbohong sudah seperti makanan sehari-hari, bahkan terkadang hal itu kerap kali dianggap sepele oleh sebagian orang. Tak jarang, banyak orang menganggap berbohong adalah suatu hal yang wajar dan berkali-kali dimaklumi karena satu dan lain hal, padahal tidak begitu semestinya.

Seperti yang kita ketahui tidak ada satu agama pun yang memperbolehkan umatnya berbohong. Meskipun dirasa hal ini merupakan sesuatu yang kecil, namun perlu kita ketahui akan menggiring kita kepada dosa-dosa yang besar.

Dalam islam sendiri berbohong sama sekali tidak diperbolehkan, seperti yang tertera dalam Surah An-Nahl ayat 105, Allah Subhanahu wa taala berfirman, yang artinya, “Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta.”

Baca Juga: Keistimewaan Makna Sabar

Ayat tersebut menjelaskan salah satu ciri-ciri orang yang tidak beriman, yakni orang-orang yang melakukan kebohongan. Kemudian, Allah  Subhanahu wa taala menegaskannya kembali dalam ayat lain di Surah Al-Ahzab ayat 70, “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar.”

Kebohongan mengakibatkan kerugian bagi pelakunya, dapat mengantarkan manusia pada keburukan lainnya serta siksa kubur yang luar biasa. Salah satu hal yang mengerikan yang dialami orang-orang di dalam kubur adalah mulutnya dirobek-robek hingga terkoyak-koyak, lalu disatukan kembali, lalu dikoyak lagi hingga hari kiamat. Kebohongan sangat berbahaya karena dapat menimbulkan perasaan saling benci antar manusia. Oleh karena itu, berusahalah untuk selalu berbicara dan bertindak jujur ​​dalam segala situasi, meskipun dalam keadaan pahit sekalipun.

Dari Ibnu as’ud Ra., ia berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya jujur itu menunjukkan kepada kebaikan, sedangkan kebaikan menuntun menuju surga. Sungguh seseorang yang membiasakan jujur niscaya dicatat di sisi Allah sebagai orang jujur. Dan sesungguhnya dusta itu menunjukkan kepada kemungkaran, sedangkan kemungkaran menjerumuskan ke neraka. Sungguh orang yang selalu berdusta akan dicatat sebagai pendusta.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Namun, dalam beberapa situasi berbohong diperbolehkan dalam Islam. Hal itu juga tercantum di dalam diajarkan oleh Rasulullah SAW, dalam hadisnya beliau bersabda, “Kebohongan diperbolehkan dalam tiga hal, laki-laki yang berbohong dalam peperangan, mendamaikan di antara yang bertikai, dan laki-laki yang berbohong kepada istrinya untuk membuatnya rida.”

Dalam hadis di atas dijelaskan bahwa ada tiga hal berbohong yang diperbolehkan dalam islam, yakni:

  1. Berbohong dalam situasi peperangan

Perbuatan berbohong dalam situasi ini diperbolehkan karena digunakan sebagai strategi dalam mengalahkan musuh, yakni mengelabui musuh (tipu daya).

2. Berbohong untuk perdamaian

Ketika seseorang berada di dalam pertikaian, berbohong diperbolehkan untuk menjalin kembali kehangatan di antara kedua belah pihak yang sedang berselisih. Akan tetapi, bohong yang diperbolehkan di sini adalah dalam bentuk ucapan.

3. Berbohong kepada istri

Suami diperbolehlan untuk berbohong kepada istrinya dalam rangka menjaga keharmonisan rumah tangga. Tujuan lainnya untuk menyenangkan hati istri dan menghindari keburukan.

Berbohong dalam Islam diperbolehkan demi mencapai tujuan yang baik. Akan tetapi, jangan sampai dengan adanya kebohongan yang diperbolehkan tersebut terus-terusan membuat kita menjadi manusia pendusta. Nauzubillahiminzalik.

Baca Juga: Mengenali Alam Bawah Sadar

Editor: Adelini Siagian

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles