
Penulis: M. Abrar Putra Kaya Harahap
Orang tua memiliki kewajiban untuk mendidik anak agar bisa menjadi seorang individu yang berbakti, taat, dan bertanggung jawab. Anak juga perlu mendapatkan pendidikan yang baik hingga mereka bisa memegang teguh nilai-nilai Islam, yang pastinya sesuai dengan yang diajarkan dalam Al-Qur’an dan Sunah Nabi. Sebagai orang tua yang bijak haruslah mengetahui bagaimana cara yang benar mendidik anak sesuai dengan ajaran islam, agar nantinya terlahirlah anak yang memiliki akhlak beragama dan budi pekerti yang baik.
Baca Juga: Konsumtifisme Masyarakat Urban
Cara mendidik anak menurut Islam perlu diketahui oleh setiap orang tua. Sebab, Islam selalu mengajarkan kepada umatnya untuk mendidik anak dengan cara yang baik dan benar. Ada berbagai macam teknik mendidik anak yang bisa diterapkan sesuai ajaran Islam. Nah bagaimana, sih, cara mendidik anak yang sesuai dengan ajaran Islam? Yuk, simak ulasan dibawah ini!
Cara mendidik anak menurut Islam pertama yang bisa dilakukan orang tua yaitu bisa dimulai sejak anak masih berada di dalam kandungan. Sejak masa kehamilan, biasakan untuk mendengarkan ayat-ayat suci Al-Qur’an, sehingga saat buah hati lahir nanti bisa mendapatkan jiwa yang tenang.
- Mendengarkan Murottal Al-Qur’an
“Wahai manusia! Sungguh telah datang kepadamu pelajaran (Al-qur’an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman.” (QS. Yunus ayat 57)
Dalam ayat di atas dapat diambil makna bahwa Al-Qur’an adalah sumber petunjuk bagi umat Islam serta menjadi rahmat bagi orang yang beriman. Dengan mendengarkan ayat suci Al-Qur’an kepada bayi sejak dalam kandungan akan menstimulasi bayi tersebut, sehingga hatinya menjadi tenang dengan mendengarkan lantunan merdu ayat suci Al-Qur’an. Setelah bayi lahir pun, orang tua juga harus memperbanyak memperdengarkan ayat Al-Qur’an untuk diri sang ibu dan anak, karena dengan mendengarkan bacaan Al-Qur’an hati dan pikiran menjadi tenang dan rileks.
- Mengajarkan Adab dan Budi Pekerti
At-Tirmidzi meriwayatkan dari Ayyub Bin Musa, Rasulullah bersabda yang artinya: “Tidak ada pemberian yang lebih berharga oleh seorang ayah kepada anaknya yang lebih utama dari pada pemberian budi pekerti yang baik.”
Hadis di atas menjelaskan bahwa pentingnya budi pekerti dan adab untuk diajarkan kepada anak sedari dini. Pendidikan dalam keluarga adalah tempat pendidikan utama yang wajib diterapkan bagi perkembangan anak. Keluarga juga menjadi tempat pertama sang anak dalam memperoleh sesuatu. Termasuk dalam mendidik adab dan akhlak atau budi pekerti. Hal ini penting sekali untuk diajarkan, sebab hal ini menjadi fondasi bagi anak dalam berinteraksi di lingkungan hidupnya nanti.
- Memberi Contoh dan Mengajarkan Ibadah
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahuanhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahualaihi wa sallam bersabda: Suruhlah anak kalian salat ketika berumur tujuh tahun! Dan pukullah mereka ketika berusia sepuluh tahun (jika mereka meninggalkan salat)!” (HR. Abu Dawud, no. 495; Ahmad, II/180, 187; Al-Hakim, 1/197)
Berdasarkan hadis diatas, orang tua berkewajiban penuh untuk mengajarkan anak salat dimulai dari usia 7 tahun, agar nanti ketika besar ia terbiasa. Ketika dia berusia 10 tahun pukullah anak yang meninggalkan salat dengan pukulan yang mendidik tanpa melukainya atau memukul dalam arti hanya memberikan sentuhan kecil atau teguran nasihat tetapi bukan maksud melukai hati anak, melainkan memberikan efek jerah agar anak terbiasa melaksanakan salat.
Akan tetapi sebelum mengajarkan anak salat para orang tua sebaiknya harus membiasakan diri untuk tertib dalam ibadah termasuk salat. Dengan begitu, rasa ingin sang anak untuk mengikuti kebiasaan baik yang dicontohkan orang tuanya akan menjadi makin tinggi. Ketika sejak dini anak sudah mulai dibiasakan dengan beribadah, maka ketika dewasa nanti anak akan terbiasa dan tertib menjalankan ibadah.
- Selalu Menanamkan Rasa Syukur
“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku,” (QS. Al-Baqarah ayat 152).
Dalam ayat ini menjelaskan bahwa jika kita mengingat-Nya maka dia juga akan mengingat kita. Allah Swt. juga memerintahkan umat-Nya untuk selalu bersyukur atas nikmat yang telah diberikan kepada kita walau sekecil apapun dan jangan pernah sesekali mengingkari nikmat itu. Maka dari itu sebagai orang tua, penting sekali untuk mengajarkan anak untuk selalu rendah hati dan penuh rasa syukur.
Hal seperti ini harus ditanamkan sejak dini, dengan mengajarkan kalimat-kalimat syukur pada anak saat menerima nikmat atau pemberian orang lain. Dengan mengajarkan rasa syukur, sang anak bisa lebih menghargai pemberian orang lain. Bahkan, anak juga bisa lebih bersyukur dengan nikmat yang telah Allah Swt. berikan kepada hamba-hamba-Nya. Cara mendidik anak menurut Islam ini penting sekali untuk diterapkan dalam lingkungan keluarga. Dengan begitu, sejak kecil anak bisa terbiasa dengan hidup yang disiplin dan tidak melanggar aturan yang ada.
Baca Juga: Ini Bukan Sekadar Bercanda, tetapi Masalah Adab
Editor : Ranum Aisyah

