
Penulis: Adelini Siagian
Pertama kali ingin memulai sesuatu yang baru, seperti berpidato di atas panggung, Anda pasti merasa gugup dan takut. Sebenarnya, emosi ini adalah hal yang wajar. Namun demikian, Anda mungkin mengalami gangguan kecemasan jika kekhawatiran ini mengganggu dan menghalangi aktivitas sehari-hari Anda selama lebih dari enam bulan.
Kecemasan yang berlebihan adalah penyakit mental yang dikenal sebagai gangguan kecemasan dan gejalanya yakni ketakutan berlebihan yang merupakan penyakit mental. Akibatnya, Anda menjadi tidak bersemangat untuk melakukan aktivitas rutin, termasuk hiburan favorit Anda. Selain itu, kecemasan ini akan berlangsung dalam waktu yang lama dan sangat kuat. Kelemahan fisik adalah akibat umum dari rasa takut ini.
Menjadi sangat cemas hingga jantung berdegup kencang adalah tanda awal dari gangguan kecemasan. Selanjutnya, ketika menghadapi suatu objek, tubuh dan pikiran berjuang untuk mengatur emosi Anda. Serangan panik dapat disebabkan oleh kecemasan dan teror.
Baca Juga: Hadapi Anxiety, Temukan Ketenangan dalam Diri
Otak menciptakan respons rasa takut melalui ingatan dan kenangan akan objek yang dirasakan. Inilah yang diyakini oleh para peneliti sebagai asal mula gangguan kecemasan. Diperlukan lebih dari satu kali konsultasi dengan psikolog atau psikiater untuk mengidentifikasi penyakit mental ini. Banyak metode tes psikologis, termasuk kuesioner, pemeriksaan fisik, dan tes kesehatan mental yang digunakan dalam sesi konseling.
Pemeriksaan fisik seperti tes darah dan urin, dilakukan untuk mempelajari lebih lanjut tentang gejala yang terkait dengan masalah kesehatan mental. Pasien dengan gangguan kecemasan dapat sembuh jika mereka menerima perawatan yang konsisten dan berkelanjutan. Oleh karena itu, ada tiga cara yang berbeda untuk mengobati gangguan kecemasan ini, antara lain:
1. Psikoterapi
Psikoterapi adalah langkah penyembuhan berupa konseling rutin ke psikolog atau psikiater, agar pasien dapat mengelola emosinya dalam kehidupan sehari-hari dari kecemasan berlebih. Pengobatan ini terdiri dari Cognitive Behavioral Therapy (CBT) dan exposure therapy. Pasien dengan gangguan kecemasan dapat belajar untuk mengidentifikasi dan mengatur pola pikir dan perilaku yang mengakibatkan rasa takut berlebihan dengan berpartisipasi dalam CBT. Kemudian, terapi pemaparan, suatu jenis perawatan yang melibatkan aktivitas yang spesifik terhadap ketakutan pasien. Bertujuan untuk membantu mereka yang mengalami gangguan kecemasan agar dapat menyesuaikan diri dengan situasi baru tanpa rasa cemas. Kondisi yang lebih parah seperti fobia dan Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) dapat memperoleh manfaat dari pendekatan terapi ini.
2. Terapi pendukung
Pengobatan alternatif ini berfungsi untuk mengelola stres dan mengobati kecemasan. Aktivitas pendukungnya adalah yoga, meditasi, dan membuat strategi untuk hidup secara mindfulness.
3. Pengobatan medis
Obat-obatan yang direkomendasikan oleh psikiater bertujuan untuk mengobati gejala gangguan kecemasan, bukan penyebabnya. Benzodiazepin, penghambat beta, dan antidepresan adalah obat yang sering digunakan. Beta blocker meredakan palpitasi berlebihan pada jantung yang menyebabkan gangguan fisik. Obat untuk gangguan kecemasan bagaimana pun membutuhkan resep dokter.
Jika kecemasan tidak dikendalikan dengan menjalani gaya hidup sehat, maka dapat menyebabkan gangguan pada aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, Anda dapat menggunakan teknik ini untuk mencegah kecemasan. Hal ini dapat dicapai dengan menjaga pola makan yang seimbang, cukup tidur, berolahraga secara teratur, berlatih meditasi untuk mempelajari cara bernapas dan mengendalikan emosi, dan sebagainya.
Selain itu, hindari minum-minuman keras dan merokok, kurangi minuman yang mengandung kafein seperti kopi dan teh, serta bergaul dengan komunitas yang melakukan kegiatan yang Anda sukai. Selain hobi, Anda dapat berinteraksi dengan orang lain dan jika perlu, temui psikolog untuk konseling. Seorang psikiater akan mengawasi sesi konseling jika kondisinya lebih parah dan membutuhkan pengobatan.
Temui psikolog atau spesialis lain jika Anda memerlukan bantuan profesional untuk menentukan tingkat kecemasan dan masalah kesehatan mental lainnya. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda. Ingatlah selalu untuk menjaga kesehatan dan kebahagiaan!
Baca Juga: Mandela Effect: Kesalahan Ingatan atau Sesuatu yang Lebih Dalam?
Editor: Syahda Khairunnisa

