
Penulis : Muhammad Farhan Aulia
Mengacu pada data World Health Organization (WHO) yang mencatat bahwa pada 2019, sekitar 300 juta orang di dunia mengalami depresi, di mana 15,6 juta di antaranya adalah orang Indonesia. Dari data tersebut, hanya ditemukan kurang lebih 9% yang melakukan pengobatan profesional.
Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kesehatan jiwa yang baik adalah kondisi ketika batin berada dalam keadaan yang tenteram dan tenang. Hal ini memungkinkan individu untuk menikmati kehidupan sehari-hari dan menghargai orang lain di sekitar kesehatan jiwa.
Permasalahan tersebut dapat didefinisikan sebagai ranah yang mengurus suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual, dan emosional menjadi lebih optimal. Keadaan yang memungkinkan individu menjadi sejalan dan selaras dengan keadaan orang lain.
Menurut pandangan saya, kesehatan mental itu merupakan upaya seseorang yang mengubah kondisinya ke ranah yang negatif. Beberapa pendapat sebelumnya benar-benar menegaskan akan kesehatan mental yang tidak bisa dianggap remeh. Sehingga, perlu tindakan serius mengenai permasalahan ini.
Baca Juga: Menilik Simbol Demokrasi: Tapak Tilas Pemilu di Indonesia
Belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan gangguan mental tersebut. Namun, kondisi ini diketahui berkaitan dengan faktor biologis dan psikologi, seperti gangguan pada fungsi sel saraf di otak dan peristiwa traumatis, seperti kekerasan dan pelecehan seksual.
Berkenaan dengan hal tersebut, terdapat ciri-ciri umum yang dialami pengidap gangguan mental seperti depresi, merasa putus asa, mengalami paranoia atau halusinasi, dan merasa bunuh diri solusi yang tepat.
Adapun upaya yang harus dilakukan bagi para pengidap gangguan mental tersebut, yakni konsultasi pada tenaga medis profesional agar dapat membantu permasalahan ini, sehingga dapat di sembuhkan dengan baik.
Dokter kesehatan jiwa akan menentukan diagnosis adanya gangguan pada kesehatan mental berdasarkan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM). Petunjuk DSM mencakup gejala dan tanda dari ratusan penyakit mental.
Dokter akan mencari tahu mengenai persepsi penderita dan orang lain terhadap kondisi penderita. Selain itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik untuk menyingkirkan kemungkinan adanya penyakit fisik. Pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan lab fungsi tiroid atau alkohol dan obat-obatan juga akan dilakukan.
Di samping itu, edukasi mengenai tindakan alternatif untuk menangani hal ini juga perlu dilakukan. Pasalnya, tidak semua orang paham mengenai gejala awal dan solusi yang harus dilakukan saat tengah mengalami gangguan kesehatan. Dengan tindakan tersebut, kita dapat mengurangi kasus percobaan bunuh diri akibat depresi, sekaligus menjaga orang-orang yang kita sayangi.
Namun, masih banyak ditemukan orang yang mengalami gangguan mental mengabaikan masalah yang tengah dialaminya. Sehingga, terjadi sesuatu yang berakibat fatal, serta dapat mengakibatkan kematian bagi mereka yang mengalami. Maka dari itu, kita harus menjaga agar mental kita tetap sehat dan mempunyai semangat yang positif. Semangat positif inilah yang akan menjaga kita agar tetap bahagia dan produktif.
Baca Juga: Punya Impian Menjadi Old Money? Memangnya Bisa?
Editor: Fadillah Hanum

