KKN Sebentar Lagi, Yuk Ingat Lagi Adab yang Harus Kita Jaga

- Advertisement - Pfrasa_F
(Foto: Dok. https://www.magnific.com/)

Penulis: Novilya Musfira Bahri

Kuliah Kerja Nyata (KKN) sudah di depan mata. Jujur saja, ini bukan hanya soal menyelesaikan kewajiban selama masa kuliah. Kita semua pasti memiliki harapan masing-masing. Ada yang ingin program kerja berjalan lancar, ada yang ingin akrab dengan masyarakat, atau ada juga yang sekadar ingin memperoleh pengalaman yang berkesan.

Namun, di balik itu semua, ada satu hal yang terkadang tanpa sadar kita lupakan, yakni adab. Lewat tulisan ini, penulis tidak bermaksud menggurui, melainkan sekadar mengajak sesama mahasiswa untuk saling mengingatkan agar nantinya kita dapat menjalani KKN dengan cara yang benar-benar baik, bukan hanya terlihat baik.

Baca Juga: Ketika Negara Sibuk Memperluas Kuasa, Siapa yang Mendengar Kecemasan Rakyat?

Nantinya, kita akan tinggal di lingkungan yang berbeda dari keseharian di kampus. Kebiasaan, cara berbicara, bahkan cara berpikir masyarakat bisa saja tidak sama dengan kita. Di sinilah pentingnya menempatkan diri. Jangan sampai karena merasa “mahasiswa”, kita tanpa sadar bersikap lebih tinggi. Justru, KKN menjadi momen bagi kita untuk belajar langsung dari masyarakat.

Adab terhadap Masyarakat

Kita datang sebagai tamu dan sudah seharusnya mengetahui bagaimana bersikap. Hal sederhana seperti menyapa, tersenyum, dan berbicara dengan sopan memang terlihat sepele, tetapi tanpa disadari dampaknya sangat besar. Terkadang kita merasa ide yang dimiliki sudah baik, tetapi belum tentu sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, penting untuk lebih banyak mendengar daripada langsung menawarkan solusi.

Coba bayangkan jika kita berada di posisi mereka. Didatangi orang luar yang langsung merasa paling tahu tentu akan menimbulkan ketidaknyamanan. Oleh sebab itu, lebih baik hadir sebagai teman, bukan sebagai orang yang ingin mengubah segalanya. Pelan-pelan saja, yang terpenting adalah dapat diterima terlebih dahulu.

Adab terhadap Perangkat Desa dan Tokoh Masyarakat

Perangkat desa bukan sekadar pihak yang ditemui pada awal kegiatan sebagai formalitas. Mereka merupakan salah satu kunci utama kelancaran pelaksanaan KKN. Oleh karena itu, komunikasi perlu dijaga dengan baik dari awal hingga akhir. Jangan hanya datang ketika membutuhkan tanda tangan atau izin untuk melaksanakan kegiatan.

Kita juga perlu menyadari bahwa apa yang direncanakan belum tentu langsung disetujui. Di sinilah pentingnya belajar untuk tidak egois. Jika ada masukan atau bahkan penolakan, hal itu bukan berarti kita gagal, melainkan bagian dari proses belajar memahami kondisi nyata di lapangan.

Adab terhadap Sesama Anggota Kelompok

Bagian ini sering kali menjadi tantangan tersendiri. Kita datang dari latar belakang yang berbeda, memiliki cara kerja yang berbeda, dan pola pikir yang beragam. Sangat wajar jika nantinya terjadi perbedaan pendapat. Namun, yang perlu diingat adalah bahwa kita berada dalam satu tim.

Jangan sampai KKN yang seharusnya menjadi pengalaman berharga justru berubah menjadi sumber stres akibat konflik internal. Saling menghargai sangat penting, sekecil apa pun kontribusi yang diberikan teman. Jika ada masalah, cobalah menyelesaikannya dengan baik. Jangan dipendam, apalagi dibesar-besarkan. Kita semua sama-sama lelah, jadi jangan saling menambah beban.

Adab dalam Berpenampilan dan Berperilaku

Mungkin hal ini sering dianggap tidak terlalu penting, padahal sebenarnya sangat berpengaruh. Cara berpakaian dan cara bersikap dalam kehidupan sehari-hari akan diperhatikan oleh masyarakat. Kita tidak lagi hanya membawa nama pribadi, tetapi juga nama kampus.

Bukan berarti harus bersikap kaku, tetapi tetap mengetahui batasan yang ada. Menyesuaikan diri dengan lingkungan bukan berarti kehilangan jati diri, melainkan bentuk penghormatan terhadap tempat yang kita datangi.

Adab dalam Menjalankan Program Kerja

Terkadang kita terlalu fokus membuat program yang terlihat keren, tetapi lupa mempertimbangkan apakah program tersebut benar-benar dibutuhkan. Padahal, program yang sederhana tetapi tepat sasaran jauh lebih bermakna. Oleh karena itu, penting untuk memahami kondisi masyarakat terlebih dahulu sebelum menjalankan suatu kegiatan.

Hal yang tidak kalah penting adalah jangan mengerjakan sesuatu dengan setengah hati. Jika sebuah program telah direncanakan, usahakan untuk menjalankannya secara maksimal. Ini juga merupakan bentuk tanggung jawab kita sebagai mahasiswa.

Pada akhirnya, KKN bukan tentang siapa yang paling menonjol atau siapa yang memiliki program kerja paling banyak. KKN adalah tentang bagaimana kita hadir dengan sikap yang baik, belajar dengan rendah hati, serta pulang dengan membawa pengalaman yang berharga.

Jadi, sebelum berangkat, mungkin kita bisa sama-sama bertanya kepada diri sendiri, kita ingin dikenal sebagai mahasiswa yang seperti apa selama KKN nanti?

Baca Juga: Ketika Tagar Menjadi Senjata: SellSingapuraBuyIndonesia Menggema

Editor: Naqiyya Alayya Arham Rambe

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles