Overthinking, Penyakit Anak Muda yang Bisa Merusak Diri

- Advertisement - Pfrasa_F
(Foto: Dok. Istimewa)

Penulis: Ana pertiwi harahap

Pernah nggak, sih, kamu merasa kayak otak ini nggak bisa berhenti mikir? Lagi duduk santai, eh malah mikirin hal yang belum tentu terjadi. Lagi nonton film, eh malah mikirin omongan orang kemarin. Mau tidur, malah mikirin hidup lima tahun ke depan yang belum tentu jalannya harus apa. Nah, kalau iya, selamat! Kamu sedang mengalami penyakit sejuta umat zaman sekarang, yaitu overthinking.

Overthinking itu kayak duduk di kursi goyang, kelihatan sibuk tapi nggak ke mana-mana. Otak jalan terus, tapi hidup malah diem di tempat. Padahal yang dipikirin juga belum tentu kejadian. Misalnya, nih, kamu dapat tugas dari dosen atau bos, eh otak langsung ribut: “Aduh nanti kalau gagal kayak mana?”, “Kalau jelek kayak mana?”, “Kalau orang lain lebih bagus kayak mana?” Padahal tugasnya aja belum kamu mulai. Ya, kalau begitu, gimana mau beres?

Baca Juga: Sebukit Uang 11,8 T Jadi Bukti Kasus Korupsi Terbesar

Sebenarnya, mikir itu bagus, kita harus mikir sebelum bertindak. Tapi, kalau mikirnya kebanyakan itu yang bahaya. Apalagi kalau mikirnya malah ke hal-hal negatif semua. Lama-lama bukan solusi yang didapat, tapi malah pusing sendiri. Hidup itu jadi kayak film horor, padahal yang nonton cuma kamu sendiri.

Banyak banget alasan kenapa kita suka overthinking, salah satunya karena kita terlalu sering membandingkan diri sama orang lain. Zaman sekarang, buka Instagram dikit aja udah banyak orang pamer pencapaian. Ada yang lulus kuliah cepat, ada yang udah punya mobil, ada yang baru nikah, ada yang baru buka bisnis. Kita? Masih rebahan sambil scroll-scroll nggak jelas. Dari situ mulai muncul pertanyaan-pertanyaan nggak penting di kepala. Misalnya “Kok hidup gue gini-gini aja, sih?” Padahal hidup bukan lomba cepat-cepatan, semua orang punya garis finish masing-masing. Terus gimana, dong, caranya biar nggak overthinking? Ada beberapa trik, nih, yang bisa kamu coba.

Pertama, coba mulai dengan mindfulness atau sadar dengan apa yang lagi kamu lakukan sekarang. Kalau lagi makan, ya, fokus makan. Kalau lagi kerja, fokus kerja. Kalau lagi istirahat, ya, istirahat. Jangan malah makan sambil mikirin masalah, atau istirahat sambil nyalahin diri sendiri, itu nggak sehat.

Kedua, belajar untuk nerima hal-hal yang di luar kendali kita. Kalau ada hal yang bisa kamu ubah, ya, ubah. Tapi kalau nggak bisa diubah, ya, udah, relain aja. Hidup tuh nggak selalu harus sesuai sama rencana kita. Kadang yang nggak sesuai rencana itu malah jadi jalan terbaik yang Tuhan kasih buat kita.

Ketiga, jangan lupa cerita sama orang yang kamu percaya. Pada beberapa momen kita ngerasa sendirian banget, padahal ada banyak orang di sekitar yang siap dengerin cerita kita. Nggak usah malu buat bilang kalau kamu lagi capek atau butuh teman cerita. Manusia itu memang butuh orang lain kok.

Keempat, batasi main media sosial. Serius deh, banyak overthinking datangnya dari medsos. Kita jadi suka ngebandingin diri sendiri sama kehidupan orang lain, padahal belum tentu kehidupannya di dunia nyata seperti itu. Nggak ada yang posting gagal bisnis atau lagi stres ngurus anak, kan? Jadi jangan gampang percaya sama “kehidupan sempurna” orang di media sosial.

Terakhir, jangan lupa untuk selalu bersyukur. Ini klise, tapi ampuh banget. Coba deh tulis tiga hal yang kamu syukuri hari ini. Sesederhana apapun itu, pasti bikin kamu lebih tenang. Misalnya: “Hari ini masih bisa makan enak”, atau “Hari ini nggak kehujanan pas berangkat kerja”, atau “Hari ini ketawa gara-gara nonton video lucu”, Hidup itu nggak selalu tentang hal besar kok, yang kecil-kecil juga layak disyukuri.

Intinya, hidup cuma sekali. Sayang banget kalau waktunya habis cuma buat mikirin hal-hal yang belum tentu terjadi. Kita nggak bisa kontrol semua hal di hidup ini, tapi kita bisa kontrol kayak apa cara kita meresponsnya. Jadi, mulai sekarang, yuk, kurangin overthinking. Nggak usah mikir ribet-ribet, yang penting jalanin aja dulu. Kalau jatuh, bangun lagi. Kalau gagal, coba lagi. Hidup tuh bukan soal seberapa cepat kita sampai tujuan, tapi seberapa banyak hal baik yang kita temui di perjalanan. Jadi, masih mau terus overthinking? Nggak keren, bro. Mending hidup tenang, pikiran jernih, hati bahagia. Yuk, mulai sekarang latihan buat lebih santai, biar hidup nggak kayak beban terus.

Baca Juga: Benarkah Korupsi Budaya di Indonesia?

Editor: Ranum Aisyah

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles