
Penulis: Nadiyah Putri Budiani
“Jangan pedulikan mereka yang menertawakan mimpimu”
Yap, benar sekali. Kalimat di atas mengajarkan kepada kita, untuk jangan pedulikan mereka yang tidak tahu apa-apa tentang kita. Mereka semua tidak akan tahu bagaimana lelahnya kita, marahnya kita, sedihnya kita, kecewanya kita, usahanya kita untuk dapat meraih apa yang kita impikan.
Nyatanya, mencintai diri sendiri itu lebih sulit ketimbang mencintai orang lain. Betul apa betul? Sering kali ketika kita menghadapi kesulitan atau kegagalan dalam banyak hal, membuat kita merasa seperti tidak ada gunanya melanjutkan hidup. Kita tidak bisa melihat kapan berakhirnya kesulitan ini, akankah ada jalan keluar dari semua keterpurukan ini? Walaupun kita melewati hari-hari yang sama, hal serupa akan terulang kembali, it’s gonna be okay! Meskipun begitu, hidup kita akan terus berjalan, kan?.
Baca Juga: Dampak Overthinking Terhadap Diri Sendiri
Semua orang punya masalah hidup, semua orang menjalani hidupnya masing-masing. Sering tidak, kita merasa ketertinggalan jauh dari mereka yang sudah berjalan lebih dulu? sering tidak sih, kita itu banyak takutnya dan pada akhirnya hidup kita terjebak di situ aja. Saat mencoba hal baru, terlalu banyak berpikir “Aku terlambat tidak ya, untuk mulai belajar ini”, “Aku terlambat tidak ya, untuk mencoba hal ini” everything.
Terlambat sih iya, walaupun begitu, hidup kita terus berjalan. Kita tidak bisa terus berada di level yang sama. Kita tetap harus maju dan bergerak, jangan pernah takut untuk mencoba hal baru, sekalipun yang kamu lakukan itu tidak akan berdampak langsung. Aku percaya itu semua akan bermanfaat di waktu yang tepat.
Hal pertama yang harus kamu lakukan untuk melanjutkan hidup, adalah harus mengakui dulu kalau kita tidak bisa mengubah masa lalu. Kesedihan dan semuanya itu telah menjadi kenangan masa lalu, karena itu lepaskanlah dengan senyuman.
Kedua, kita harus fokus pada saat ini. Fokus pada apa yang bisa kita lakukan hari ini bukan fokus dengan apa yang tidak bisa dilakukan kemarin. Tidak apa-apa kok, sesekali menunjukan kelemahan dalam diri kamu. Tidak apa-apa juga untuk menjadi diri sendiri. Never lie to yourself again.
Ketiga, kita harus punya tujuan yang jelas mau ke mana diri kita. Kita harus tahu apa yang ingin kita capai dalam hidup ini. Mungkin di masa lalu kita tidak pernah tahu arah ke mana hidup kita, sehingga terus menerus menyia-nyiakan waktu. Bener sih hidup terus berjalan, tapi, jangan sampai kita berjalan di jalan yang penuh dengan penyesalan. Di life goes on chapter baru ini, ayo sama-sama kita berlari menuju masa depan!
Keempat, kita harus berani mengambil risiko. Nah, ini satu hal yang kebanyakan orang juga belum bisa mengendalikan ini termasuk aku sendiri. Tapi sejauh ini, aku sudah satu langkah lebih maju untuk bisa memulai bab baru, aku sudah berani mencoba hal baru, dan mengambil kesempatan yang ada.
Ayo sama-sama kita lawan rasa takut kita, rasa kekhawatiran kita, rasa malu kita, rasa malas kita, rasa overthiking kita, rasa tidak percaya diri kita. Ingat, Allah SWT. berfirman di dalam Al-Qur’an. “Allah bersama orang-orang yang berbuat baik” (QS. Al-Ankabut:69).
Jadi, berterima kasihlah untuk diri kita sendiri yang sejauh ini masih bertahan dan masih mau berusaha menjadi yang terbaik. Untuk kamu yang melewati hari-hari sulit, aku ingin mengatakan “Kamu telah bekerja keras, love yourself, dan banggalah dengan apa yang telah dilalui”.
“Jika kamu membenci hidupmu, mungkin hidupmu akan membencimu juga. Tapi, jika kamu mencintai hidupmu, mungkin hidupmu akan mencintaimu kembali,” – Namjoon.
Siapa pun yang membaca tulisanku ini, aku harap kamu bisa terus melangkahkan kakimu, menggerakkan hatimu untuk terus melanjutkan hidup.
Baca Juga: Belajarlah Menghargai Hal Kecil
Editor: Safna Dawita

