Menjaga Akhlak dan Tanggung Jawab Moral Muslim di Tengah Arus Digital

- Advertisement - Pfrasa_F
(Foto: Dok. https://www.sarungatlas.co.id/)

Penulis: Fahira Rahmah Hani

Era digital telah mengubah cara manusia menjalani kehidupan. Informasi bergerak sangat cepat, batas ruang dan waktu seakan hilang, serta setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berbicara di ruang publik melalui media sosial. Di satu sisi, kemajuan ini membawa banyak manfaat. Namun di sisi lain, kemudahan bermedia sering kali melahirkan persoalan serius, terutama terkait krisis akhlak, etika komunikasi, dan tanggung jawab moral. Fenomena ini menjadi isu yang hangat dibicarakan hingga hari ini, termasuk di kalangan umat Islam.

Media sosial yang seharusnya menjadi sarana silaturahmi dan berbagi kebaikan justru sering dipenuhi ujaran kebencian, fitnah, hoaks, ghibah, dan saling merendahkan. Banyak orang berbicara tanpa berpikir, menulis tanpa menimbang akibatnya, serta menyebarkan informasi tanpa memastikan kebenarannya. Padahal, dalam Islam, setiap perkataan adalah amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban. Allah Swt. berfirman dalam Surah Qaf ayat 18, yang artinya, “Tidak ada satu kata pun yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap mencatat.”

Baca Juga: Firasat, Salah Satu Cara Memandang Karakter Manusia

Ayat ini menegaskan bahwa setiap ucapan, termasuk yang ditulis di media digital, tidak pernah luput dari pengawasan Allah Swt. Seorang muslim tidak boleh merasa bebas berkata apa saja hanya karena berlindung di balik layar gawai. Lisan dalam Islam tidak hanya bermakna ucapan verbal, tetapi juga mencakup tulisan, komentar, unggahan, dan berbagai bentuk ekspresi digital lainnya.

Salah satu persoalan besar di era ini adalah maraknya penyebaran berita bohong atau hoax. Banyak orang tergesa-gesa membagikan informasi tanpa melakukan klarifikasi. Islam telah lama mengajarkan prinsip tabayyun dalam menerima dan menyebarkan berita. Allah Swt. berfirman dalam Surah Al-Hujurat ayat 6, “Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu seorang fasik membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya.” Ayat ini menjadi pedoman penting bagi umat Islam, agar tidak menjadi penyebab kerusakan sosial akibat informasi yang tidak benar.” katanya.

Selain menjaga kebenaran informasi, Islam juga menekankan adab dalam berkomunikasi. Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar, namun harus disampaikan dengan cara yang santun dan beretika. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya” (HR. Tirmidzi). Akhlak mulia inilah yang seharusnya tercermin dalam cara seorang Muslim berdiskusi, mengkritik, maupun menasihati orang lain, termasuk di media sosial.

Islam juga melarang perbuatan ghibah dan namimah yang kini sering terjadi dalam bentuk unggahan dan komentar negatif. Allah Swt. mengingatkan dalam Surah Al-Hujurat ayat 12 bahwa menggunjing saudara sendiri diibaratkan seperti memakan bangkai saudaranya. Perumpamaan ini menunjukkan betapa buruknya perbuatan tersebut di sisi Allah, meskipun sering dianggap sepele dalam praktik bermedia.

Di tengah derasnya arus digital, umat Islam dituntut untuk lebih bijak dan selektif. Media sosial seharusnya menjadi ladang pahala, bukan sumber dosa. Setiap konten yang dibagikan hendaknya mengandung nilai kebaikan, edukasi, dan kemaslahatan. Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya” (HR. Ahmad). Hadis ini relevan untuk dijadikan prinsip dalam bermedia, yakni menjadikan kehadiran kita di ruang digital membawa manfaat, bukan mudarat.

Menjadi Muslim di era digital bukan berarti menjauhi teknologi, tetapi menghadirkan nilai-nilai Islam di dalamnya. umat Islam dapat menjadi teladan di tengah masyarakat dengan .menjaga lisan, mengedepankan akhlak, dan bertanggung jawab dalam bermedia. Akhlak yang baik di dunia digital adalah cerminan keimanan yang kokoh dan wujud nyata dari Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam.

Baca Juga: Pesan Al-Qur’an di Tengah Bencana, Janganlah Engkau Merusak Bumi!

Editor: Muhammad Daffa

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles