Pemindahan Ginjal Babi ke Manusia, Apakah Manusia sebagai Kelinci Percobaan?

- Advertisement - Pfrasa_F
Foto: Dok. Pribadi (Reporter)

Penulis: Hadist Sulistiawati

Pemindahan ginjal babi ke manusia yang dilakukan oleh salah satu rumah sakit yang ada di Amerika Serikat (AS), merupakan upaya yang dilakukan oleh pihak rumah sakit dengan tujuan untuk membantu seorang pasien yang sudah berusia 62 tahun, dan telah menderita penyakit ginjal stadium akhir. Menurut pihak rumah sakit pemindahan ginjal hewan ke manusia ini adalah langkah yang paling tepat, karena melihat stok ginjal yang tidak banyak lagi, maka dari itu pihak medis melakukan percobaan ini.

Meskipun pemindahan ginjal tersebut telah dilakukan persetujuan antara pihak rumah sakit dan pihak keluarga pasien, hal ini tidak bisa secara berkala dilakukan jika belum matang pemikirannya. Memang menggunakan organ hewan ke manusia bukan suatu hal yang pertama di dalam dunia medis, namun penggunaan ginjal babi ke manusia adalah sesuatu hal yang sangat baru serta menjadi percobaan yang memiliki risiko yang tinggi saat ini. Keberhasilan maupun kegagalan dalam pemindahan ginjal tersebut akan membawa konsekuensi yang sangat fatal bagi pihak rumah sakit.

Baca Juga: Cek Khodam: Tren Baru Gen Z dan Dampaknya bagi Kesehatan Mental

Dalam hal tersebut, ada sisi postif dan negatifnya. Pertama sisi positifnya yakni pasien yang berhasil dalam pemindahan ginjal tersebut, dapat menikmati hidupnya kembali serta bisa menghabiskan waktunya dengan keluarganya, dan menggunakan waktunya untuk hal-hal yang bermanfaat selama waktu yang telah diperkirakan dengan dokter di rumah sakit tersebut. Bisa dikatakan bahwa masih ada harapan untuk memperpanjang dan meningkatkan kualitas hidup bagi pasien yang membutuhkan pemindahan ginjal.

Akan tetapi, di balik sisi positif tersebut ada pula sisi negatif yang tidak dapat dimungkiri, yakni salah satunya yang paling mencolok adalah perbedaan ginjal babi dan manusia itu sendiri, meskipun ukuran yang dimiliki bisa dikatakan serupa. Pihak rumah sakit harus hati-hati dalam mengambil keputusan ini, karena masih banyak hal maupun risiko yang belum diketahui dari pemindahan ginjal tersebut. Lainnya yakni bisa terjadinya infeksi, penolakan organ serta penyakit lainnya yang memiliki risiko tinggi yang dapat membahayakan nyawa pasien tersebut.

Pemindahan ginjal antarmanusia sendiri saja masih menjadi sesuatu hal yang penuh resiko dan rintangan. Banyak pasien penderita penyakit gagal ginjal yang mencoba transplantasi dengan menggunakan ginjal manusia lainnya namun tidak bertahan lama setelah melalukan operasi, apalagi jika melakukan transplantasi dengan ginjal hewan yang bahkan sama sekali belum diketahui efek samping dari hal tersebut. Meskipun tidak ada yang bisa mengetahui seberapa panjang umur orang secara pasti, namun menjadikan manusia sebagai kelinci percobaan dalam upaya yang belum pasti terbukti keamanannya, bukanlah suatu tindakan yang harus dilakukan. Karena bisa membahayakan manusia yang masih ingin menikmati hidup dengan keluarganya tanpa adanya penyakit lain yang diderita, dan jauh lebih berbahaya setelah dia melakukan operasi tersebut.

Pemindahan ginjal manusia ke manusia saja sering terjadi kegagalan, lantas mengapa harus mencoba melakukan pemindahan ginjal hewan ke manusia yang secara sadar kedua hal tersebut adalah sesuatu yang sangat berbeda. Saat ini mungkin mencari pendonor ginjal sangat sulit karena banyak orang yang tidak bersedia mendonorkan ginjalnya, tetapi pemindahan ginjal babi ke manusia bukanlah solusi terbaik. Banyak risiko yang kemungkinan akan terjadi yakni bisa saja ada penyakit dari ginjal babi tersebut yang bisa menularkan ke manusia, sehingga menyebabkan penyakit yang lebih serius yang tak terduga.

Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap rumah sakit untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang berisiko tinggi tanpa melalui penelitian yang lebih mendalam. Mencari solusi yang tepat dan aman untuk menyelamatkan nyawa manusia adalah prioritas utama bagi layanan rumah sakit demi keselamatan pasien.

Baca Juga: Balita Menjadi Korban Kejahatan Asusila: Masih Layakkah Kau Kupanggil Ibu?

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles