
Penulis: Fakhira Syiva Bahri dan Putri Khairunnisa Nabilah
Berbicara tentang tanah Palestina, tentunya tak jauh-jauh dari sebuah bangunan bersejarah, Masjidilaqsa. Masjidilaqsa disebut juga dengan Baitulmaqdis. Masjid ini terletak di Kota Yerusalem, Palestina, tepatnya di pesisir laut Mediterania yang berbatasan dengan Lebanon di sebelah utara, berbatasan dengan Yordania di sebelah timur, berbatasan dengan Arab Saudi di sebelah selatan, dan berbatasan dengan Mesir di sebelah barat. Masjidilaqsa menjadi kiblat umat Muslim generasi awal hingga 17 bulan setelah hijrah, sampai kemudian dialihkan ke Ka’bah Masjidilharam. Masjid bersejarah ini pernah menjadi tempat persinggahan Isra Mi’raj. Rasulullah saw. didampingi Malaikat Jibril dengan mengendarai Buraq, berangkat dari Masjidilharam menuju Masjidilaqsa.
- 621 M
Nabi Muhammad saw. dikisahkan singgah di Masjid Al-Aqsa yang terletak di Kota Tua Yerusalem saat melakukan perjalanan Isra Mi’raj. Kala itu, beliau ditemani Malaikat Jilbril dengan mengendarai Buraq dari Masjidilharam.
- 638 M
Penaklukan Yerusalem oleh tentara Muslim di bawah kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab. Khalifah Umar bin Khattab membersihkan reruntuhan kompleks Kuil Sulaiman yang dikotori penguasa Bizantium usai menaklukan Yerusalem.
Baca Juga: Ada Apa dengan Semangka dan Palestina? Yuk, Kenali Sejarah dan Maknanya!
- 705–715 M
Pembangunan kembali Masjidilaqsa dilakukan oleh Khalifah Al-Walid pada masa Khalifah Ummayyah Abdul Malik, lalu direstorasi masa Khalifah Abbasiyah. Pada masa Khalifah Abbasiyah mengubah arsitektur Masjidilaqsa, seperti beberapa pahatan kayu berbentuk bunga dihilangkan.
- 1099
Selama Abad Pertengahan, Kota Yerusalem menjadi pusat konflik selama Perang Salib. Pada tahun 1099, pasukan Salib merebut kota ini dan mengubah Masjid Al-Aqsa menjadi gereja Kristen yang dikenal sebagai Templum Domini. Setelah beberapa perang Salib, kota ini akhirnya direbut kembali oleh pasukan Muslim di bawah Salahuddin al-Ayyubi pada tahun 1187.
- 1922
Pada tahun 1922, situasi politik dan sosial di Palestina sangat kompleks. Pada masa itu, Mandat Inggris berusaha mengelola konflik antara komunitas Arab dan Yahudi di Palestina, yang semakin meningkat. Situasi ini seringkali memengaruhi akses umat Islam ke Masjid Al-Aqsa, dan konflik politik terkait kepemilikan dan akses ke situs suci ini masih berlanjut.
- 1948
Setelah Perang Dunia I, Palestina menjadi mandat Britania. Konflik antara komunitas Yahudi dan Arab di Palestina semakin memuncak. Setelah pembentukan Negara Israel pada tahun 1948, terjadi perang antara Israel dan negara-negara Arab. Sejak itu, status Kota Yerusalem, termasuk Masjid Al-Aqsa, menjadi sumber konflik yang berlarut-larut. Pasukan Zionis Israel merebut sebagian besar wilayah Yerusalem dan menyisakan Kota Tua di bawah penguasaan Kota Tua. Akses bagi umat Islam terbatas.
- 1967
Israel mendeklarasi pendekatan atas Yerusalem, mereka juga memugar Tembok Ratapan di bagian barat Masjid Al-Aqsa usai menang dalam perang enam hari. Israel memberikan kendali kepada wakaf Islam atas Masjid Al-Aqsa, tetapi masjid ini tetap menjadi sumber ketegangan politik dan konflik.
- 1970
Masjidilaqsa masih berada di bawah kendali Israel setelah Israel merebut wilayah Yerusalem Timur, selama perang enam hari pada tahun 1967. Setelah penaklukan tersebut, Israel mengambil alih dan kontrol penuh atas Masjidilaqsa serta tempat-tempat suci lainnya di Yerusalem.
- 2014
Terjadi konflik di Jalur Gaza antara kelompok Hamas dan Israel yang dimulai setelah serangkaian ketegangan di Yerusalem, termasuk di sekitar Masjidilaqsa. Pada masa ini, untuk pertama kalinya Israel melarang muslim di bawah usia 50 tahun melaksanakan salat di Masjidilaqsa.
- 2016
Masjidilaqsa masih menjadi fokus ketegangan antara komunitas muslim Palestina dengan pemerintah Israel. Pada masa ini pula, UNESCO memutuskan bahwa Israel tidak bisa mengklaim kepemilikan histori atas kompleks Masjidilaqsa.
- 2017
Israel mengetatkan prosedur keamanan di Masjidilaqsa dengan memasang detektor logam di pintu masuk Masjidilaqsa menyusul insiden penembakan terhadap polisi Israel. Protes atas kebijakan tersebut menewaskan tiga warga Palestina.
Baca Juga: Ada Apa dengan Semangka dan Palestina? Yuk, Kenali Sejarah dan Maknanya!
Editor: Kauria Rawia

