Waktunya Memilih dengan Cerdas

- Advertisement - Pfrasa_F
(Foto: Dok. Internet pinterest.com)

Penulis: Maulidya Asrianti

Tinggal menghitung hari, seluruh lapisan masyarakat Indonesia secara serentak akan memilih pemimpin baru untuk negeri ini. Sebagai orang yang akan merasakan dampak dari pemimpin baru selama lima tahun ke depan, sudah saatnya kita memilih dengan cerdas. Untuk menjadi pemilih cerdas, tentu harus ada bekal informasi yang kita miliki.

Latar belakang dan rekam jejak seorang pemimpin sangat perlu dicari tahu. Terlebih, orang tersebut akan memimpin sebuah negara. Dunia saat ini sudah sangat maju dan akses internet bisa kita dapatkan dengan mudah. Bukan hal sulit untuk mencari informasi dari calon-calon pemimpin saat ini. 

Pengalaman menjadi salah satu dari sekian banyak alasan kita untuk memilih. Apa yang telah dilakukan calon-calon tersebut menjadi sedikit gambaran ketika ia kelak terpilih. Rekam jejak sangat penting diperhatikan. Kita perlu mengetahui, selama berpolitik apakah ia telah melanggar hukum, melakukan korupsi, melanggar kode etik, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Jelang Pemilu, Jangan Sia-Siakan Hak Suaramu

Setelah tahu latar belakang calon tersebut, hendaklah mencari tahu visi dan misinya untuk negeri ini. Apa saja perubahan yang dicanangkan tentu menjadi pertimbangan kita. Program kerja yang digaungkan harus kita cermati dengan baik. Bandingkan dengan ketika ia menjadi pemimpin di bidang lain sebelumnya. Apakah program itu terjalankan atau hanya janji manis semata.

Seluruh informasi yang perlu kita ketahui, dapat dengan mudah didapatkan. Kita bisa berkunjung ke media sosialnya, membaca berita, mengunjungi laman partainya, dan banyak cara lainnya. Selain pengalaman dan kebijakan, kita juga perlu tahu karakter dan watak calon pemimpin tersebut. 

Untuk bisa mengetahui karakter calon pemimpin saat ini, telah disediakan forum debat yang telah berlangsung baru-baru ini. Kita bisa lihat secara langsung karakter mereka dari cara mereka berbicara dan menyampaikan gagasannya. Dari situ kita tahu, seperti apa kelak ia ketika memimpin. Apakah akan menjadi pemimpin yang mendengarkan suara rakyat? Atau akan menjadi pemimpin yang diktator? Atau bahkan pemimpin yang disetir? 

Ada banyak cara calon pemimpin untuk mendapatkan dukungan. Bahkan cara kotor pun akan dilakukan jika sangat berambisi untuk menang. Sebagai pemilih yang cerdas, hindarilah politik uang. Jangan sampai kita menyesal nantinya karena memiliki atas dasar nominal rupiah yang diberikan, karena kucuran yang diterima saat ini tidak menjamin kesejahteraan kita ketika ia menjabat nanti. 

Makin mendekati pemilu, makin panas pula hawa yang kita rasakan. Tidak hanya antar calon saja yang beradu argumen, bahkan pendukungnya pun sama. Tidak ada salahnya kita mendukung salah satunya. Akan tetapi, berilah argumen berdasarkan data yang valid. Jangan hanya “katanya” saja, bahkan yang lebih parah menggunakan hak suaranya atas dasar emosional diri sendiri saja.

Sebagai pemilih cerdas, sangat disayangkan jika kita mudah termakan hoax. Untuk menjadi pemilih cerdas, kita perlu melakukan cek mendalam. Tidak serta-merta menelan informasi hanya berdasarkan penggalan video yang berisi kata-kata yang diedit di atasnya. Jangan langsung percaya dengan sekelebat editan video yang beredar. Cari tahu kebenaran dari sebuah peristiwa video tersebut. Jadilah pemilih cerdas yang memilih atas dasar kualitas.

Setiap orang pasti memiliki keburukan, tak terkecuali calon pemimpin saat ini. Jika kita masih kesulitan untuk menentukan siapa yang akan kita pilih, maka pilihlah yang paling sedikit keburukannya. Gunakan hak pilih kita sebaik mungkin karena nasib lima tahun ke depan kita yang menentukan.

Baca Juga: Pilihan Boleh Beda, Tetapi Kita Tetap Satu Indonesia

Editor: Syahda Khairunnisa

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles